Love, Will Not Go Away

Love, Will Not Go Away
Cerita lama



Aku benar-benar terkejut karna tiba-tiba saja elena menamparku, sambil menangis terisak-isak..


.. "ELENA..ada apa denganmu..?".. Bentakku padanya karna dia menamparku..


"apa kamu belum cukup sudah mengambil ayahku, dan sekarang kamu mau mengambil orang yang aku cintai juga..HAH..?"


.. "Apa maksudmu elena.. Aku gak ngerti kamu ngomong apa..?".. Aku pun semakin bingung dengan tingkah elena yang tiba-tiba menyebutku merebut orang yang ia cintai..


.. "KAK ALKA..!!,Aku mencintai dia dari awal aku masuk sekolah, tapi kenapa kamu mengambilnya dariku, aku melihatmu berciuman dengannya di dalam mobil"..


DEG...


seketika jantungku hampir berhenti berdetak saat elena mengatakan dia mencintai alka..


.. "elena, tapi itu salahmu aku selalu menanyakan siapa nama laki-laki yang kamu suka tapi kamu selalu bilang rahasia, jika aku tau aku tak akan mungkin berpacaran dengannya.." aku coba menjelaskan pada elena, karna semua ini juga bukan salahku..


.. "aku tidak peduli dengan ocehanmu, intinya sekarang cepat putuskan kak alka"..


.. "Apa..? Gak elena, aku mencintainya, aku gak mungkin putus sama dia"..


.. "ok, kalau gitu aku bakalan sebarin kesemua orang kalau kamu itu cuma anak angkat"..


"elena cukup, kita bisa bicarakan baik-baik, aku tau kamu marah sama aku, tapi ini juga bukan salah ku, apa aku salah kalau aku mencintai alka, dia juga mencintaiku, kamu harus bisa terima itu"..aku berusaha mendinginkan suasana karna elena terlihat benar-benar marah seakan ingin mencabik-cabik ku dengan tangannya..


"apa kamu bilang..? Terima, gak aku gak akan bisa terima kalau kak alka jadian sama kamu, kamu itu gak pantes buat dia"


.. "elena CUKUP".. bentakku pada elena karna sudah tak tahan lagi dengan omongannya yang sudah melantur kemana-mana..


"kak emy, dengar yah Kak alka itu gak pantes punya pacar anak angkat yang gak tau asal usulnya kaya kamu, bisa aja kan ibu kandung kamu itu jalang yang ada di jalanan dan tidur sama puluhan laki-laki"..


PLAKKK..


Aku menampar elena dengan kuat, benar-benar kuat sampai tanganku gemetar, dan sudut bibirnya berdarah.. Nafasku terasa sesak, air mata yang sedari tadi kutahan akhirnya gugur juga.. Aku tak menyangka elena adik yang paling aku sayangi berkata seperti itu.. Aku benar-benar tak percaya,tuhan cobaan apa ini, kenapa semua ini terjadi..


"kak emy, kamu sudah mengambil ayahku, aku harap kamu bisa melepaskan kak alka dan aku akan memaafkanmu" dia berkata dengan penuh penekanan terhadapku lalu pergi masuk kekamarnya..


Aku tau elena masih menggap aku lah penyebab ayah meninggal...


Dulu ayah dan ibu mengambilku dari panti asuhan karna ayah dan ibu tidak memiliki seorang anak, bahkan di usia pernikahan mereka yang sudah menginjak 5 tahun.. saat itu umurku masih 1 bulan, namun saat umurku 1 tahun, tuhan memberi ayah dan ibu sebuah kebahagiaan yang mereka nantikan selama ini.. Ibu mengandung elena..ayah dan ibu merasa aku juga adalah sebagai perantara, karna mereka merawatku akhirnya mereka di beri kepercayaan oleh tuhan untuk merawat anak mereka sendiri.. Oleh sebab itu ayah dan ibu sangat menyayangiku seperti layaknya anak kandung.. Saat umurku 4 tahun aku hampir mengalami kecelakaan mobil.. Tapi ayah menolongku dan malah jadi ayah yang tertabrak,, dan dari situ elena berfikir bahwa akulah penyebab kematian ayah,karna jika ayah tidak menolongku pasti ayah masih ada hingga sekarang.. Aku mengetahui semua ini.. Bahwa aku hanyalah anak angkat saat aku masih duduk di kelas 8..aku sempat shock dan hampir kabur dari rumah, tapi ibu pelan-pelan menjelaskan padaku dan ibu selalu bilang aku adalah putrinya bukan putri orang lain, ibu bilang selamanya aku adalah putrinya.. Itu yang membuatku tak pernah memikirkan lagi bahwa aku hanyalah anak angkat,, sampai masalah hari ini aku dan elena bertengkar..


Aku mencoba menenangkan fikiranku dan masuk kedalam kamar untuk istirahat.


Tiba-tiba hp ku berbunyi, dan aku lihat ada notifikasi pesan dari alka.


"sayang"..


"apa kamu sudah tidur"..


"aku merindukanmu"


"selamat beristirahat sayang"..


"alka, haruskah aku melepasmu..?"..


Aku menangis sampai tertidur..


PAGI..


Aku terbangun, dengan kepala yang sangat sakit karna semalam habis menangis.. Aku bercermin di kamar mandi, dan benar saja mataku sudah bengkak.. Aku mencoba mengompresnya dengan air dingin agar bengkaknya berkurang namun tetap saja masih terlihat bengkak..


Saat aku hendak pergi keluar rumah, aku berpapasan dengan elena, dia melihatku dengan malas, akupun hanya menarik nafas panjang lalu keluar.. Di depan pintu elena berkata padaku..


.. "cepat putuskan kak alka, atau kamu akan melihat orang-orang mengetahui statusmu yang sebenarnya".. Dia berbicara sangat ketus padaku lalu berjalan mendahului ku.. Aku sempat terdiam beberapa saat mencerna perkataannya.. Lalu melanjutkan perjalananku..


DI SEKOLAH..


"emy" panggil alka padaku..


Aku menoleh, dan tersenyum melihat dia..


"sayang mata kamu kenapa? Kamu habis nangis?" tanya nya khawatir padaku..


"enggak kok, gak tau nih kenapa, kayanya semalem aku mimpi buruk deh sambil nangis-nangis"..jawabku bohong, "maaf yah alka aku harus bohong sama kamu, aku gak mau kehilangan kamu" batinku..


"mimpi buruk? Mimpi buruk apa kok sampe nangis-nangis"..


"kayanya aku mimpiin kamu deh" jawabku meledek dia..


"jadi maksud kamu aku ini mimpi buruk kamu gitu" katanya sambil menaikkan alisnya sebelah..


"haha iya"..


"Emy" bentaknya sambil mencubit pipiku..


"aww sakit tau" rintihku..


"biarin, suruh siapa gak sopan sama calon suami" dia berbicara dengan seolah tak punya dosa..


"suami?,suami siapa?haha"aku terkekeh mendengar perkataannya


"suaminya Emely agustin" dia berbicara sambil tersenyum memandang ku, aku pun ikut memandangnya," tuhan jangan biarkan momen seperti ini hilang, kami saling mencintai, jangan biarkan ada yang terluka di antara kami" batinku..


"udah yuk masuk" kataku sambil menarik tangannya, diapun hanya mengangguk, dan tersenyum menurutiku..


.


.


. Tbc