Love, Will Not Go Away

Love, Will Not Go Away
Alat untuk membuatnya cemburu



Aku terus mengucapkan kata maaf tanpa henti di sela-sela tangisanku, yang meskipun aku tau alka gak mungkin mendengarnya, aku berusaha mengontrol diriku mencoba berhenti menangis, setelah hampir setengah jam aku di atap, akupun turun untuk ke kamar mandi setidaknya untuk membasuh mukaku yang bekas terkena air mata,,kemudian aku kembali ke kelas,di kelas aku tidak melihat alka, akupun gak menanyakan keberadaannya sama temen-temennya.


Di lain sisi..


Aku menuruni tangga dengan amarah yang benar-benar ingin aku luapkan seakan jika ada orang yang menghalangi jalanku, sudah pasti akan ku hajar, aku tak percaya, begitu mudahnya emy melepaskanku hanya karna dia bosan dan menyukai laki-laki lain,aku masuk kekelasku mengambil tas dan barang-barangku, lalu meninggalkan kelas..


Aku dengar satria memanggilku"Alka mau kemana? " tanya nya tapi aku tidak menghiraukannya dan terus pergi,


Aku mengendarai mobilku dengan kencang, dan berhenti di sebuah jembatan..


" Aaaaaaaakhhhhhhh"...


Aku berteriak sekencang-kencangnya, dan menangis tak percaya, perempuan brengsek itu menyakitiku ...


"Emely agustin, aku membencimu, aku membencimu, sungguh aku sangat membencimu" aku terus mengucapkan kebencian terhadap dirinya, yang padahal aku sangat, sangat mencintainya, bahkan aku sudah merencanakan masa depanku dengannya, setelah lulus aku akan kuliah, sambil belajar meneruskan perusahaan ayahku, dan aku akan menikahinya, tapi ini apa, kenapa dia melakukan ini padaku, aku teringat saat kita pertama bertemu, dihari pertama dia sudah terlambat, aku melihatnya biasa saja, namun melihat keceriaanya, aku sangat suka, aku suka melihat senyumnya yang tulus, mulai saat itu karna aku ketua kelas, aku terus mengerjainya, aku akan menulis alfa di buku absennya, meskipun dia hanya terlambat 1 atau 2 menit, yah keterlaluan memang, tapi inilah caraku agar dekat dengannya, aku juga teringat betapa mesra kami saat berdua, menghabiskan waktu wekend, bercerita, saling meledek, bahkan berciuman.


Aku terus frustasi dengan fikiranku, dan tiba-tiba ada yang menyentuh pundak ku,,


"hai.." sapanya..


"elena?" aku terkejut dan bingung kenapa dia ada disini..


"kamu kenapa?" tanyanya..


"gak papa, ngapain kamu disini?"..


"aku tadi ada masalah di sekolah, jadi aku kabur kesini, eh malah lihat kamu, ya udah aku samperin, keliatannya kamu juga lagi ada masalah yah?"..


"bukan urusanmu" jawabku..


"hemz baiklah"..


(kak emy, maaf yah aku melakukan ini karna aku gak bisa kehilangan kak alka, aku mencintainya dan gak ada yang boleh milikin dia selain aku) batin elena..


"kak alka, mau main gitar gak aku pengen nyanyi sambil ngelupain semua masalah aku"


Aku berfikir juga aku butuh hiburan setidak nya di sini ada orang lain,kalau tidak bisa saja kan aku frustasi dan melompat dari jembatan ini..


akhirnya aku mengambil gitarku,memainkannya, dan elena menyanyi..


Back to emy..


Waktu udah menunjukakan jam pulang sekolah, tapi aku gak melihat alka kembali, aku pun memutuskan pulang kerumah, saat aku sampai dan hendak membuka gerbang rumahku, tiba-tiba ada mobil alka berhenti di depan rumahku.. Akupun menoleh dan kulihat ada Elena di dalamnya, akupun berusah gak melihat mereka, dan mencoba membuka pintu gerbang lagi, tapi sialnya pintu itu seolah tak memperbolehkan aku masuk,"susah sekali" batinku..


Sisi Alka


aku melihat emy begitu terburu-buru, dan kesulitan membuka pintu, akupun sengaja turun dari mobil, dan menarik tangan elena,


"Elena, nanti malem ada acara gak?" tanyaku


.. "aku mau ajak kamu makan malam".


"emzz boleh, jam 7 yah jemput aku"


"ok" jawabku,,


Sebelum aku masuk kembali ke mobilku aku melihat emy yang berjalan masuk, bahkan tidak menoleh sedikitpun ke arahku, aku semakin panas dan marah melihatnya..


Back to emy..


Aku mendengar alka mengajak elena makan malam, aku tau alka cuma mau buat aku cemburu, cuma yang aku heran adalah begitu cepat Elena medekati alka..


"kak emy," panggil Elena..


Aku hanya menoleh kearahnya..


"kak emy, makasih yah kamu udah mau ngelepasin kak alka, dan maaf kemarin-kemarin aku kasar sama kak emy" katanya,, aku tau elena pasti gak berniat menyakitiku kemarin,dia hanya sedang di butakan oleh cintanya, kami adalah saudari yang sangat akur.. Saling berbagi dan saling menyayangi.. Aku berusaha memahami elena..


"emz gak papa, asal kamu bahagia aja aku udah seneng kok" jawabku dengan tersenyum..


malam hari..


"kak emy?" panggil elena padaku..


"iya" jawabku..


"aku mau pergi kakak dirumah sendiri gak papa kan"..


." Iya gak papa," jawabku..


Aku melihat alka udah nunggu elena di luar,aku cuma berani lihat mereka dari dalam rumah, aku tersenyum, namun tanpa kusadari air mataku jatuh.. "Alka, biasanya aku yang kamu tunggu".. Aku tak tahan dan kembali ketempat tidur untuk sekedar mengistirahatkan fikiranku..


Sisi Alka..


Aku melihat ke arah kamar emy, entah kenapa meskipun aku berusaha melupakannya, dan menjadikan elena alat untuk aku membuat emy cemburu, tapi di dalam hatiku malah bertambah sakit.. "Emy, biasanya kamu yang aku tunggu"..


Aku melihat elena keluar dari rumah, dan coba tersenyum kepadanya..


Aku mengajaknya ke restoran, dan memesan makanan.. Aku hanya memikirkan emy di otakku, padahal ada elena di depanku..


Selesai makan, tadi elena mengajakku melihat bazar, di dekat rumahnya.. Namun tetap saja meskipun aku jalan dengan elena tapi fikiranku selalu terpusat pada emy, aku membencinya, dan aku membenci diriku sendiri yang bodoh, tidak bisa melupakannya..


.


.


. Tbc,, haii guys makasih yah udah mau mapir di novel aku, jangan lupa juga buat tinggalin like dan komennya yah, kritik dan saran juga aku tunggu yah.. 😘