
Keesokan harinya..
Sore ini aku dan alka bersiap untuk pulang,, tadi pagi kami sudah menemui paman dan bibi, merekapun menyetujui kepulanganku, dan berpesan, jika ada apa-apa harus mengabari mereka, mereka seperti orang tua kedua bagiku, bahkan mereka menyayangiku melebihi ibu menyayangiku.. Aku sudah menceritakan semua masalahku dulu dengan mereka, jadi saat alka datang mereka sedikit banyak sudah mendengar tentang alka dari mulutku.. Meskipun mereka adalah adik dari ibunya elena dan ibuku, tapi mereka tidak pernah membedakan antara aku dan elena, bahkan mereka mengatakan agar aku memperjuangkan alka, karna mereka tau cinta tidak bisa di ubah, harus memilih siapa dan siapa, kalau sudah mencintai satu orang, meskipun bertahun-tahun, akan sulit berubah..seperti aku dan alka, oleh karnanya aku juga akan berusaha memperjuangkan cinta kami, meskipun aku tidak tau apa yang akan terjadi saat kami pulang nanti..
Alka menggandeng tanganku dan duduk di ruang tunggu pesawat, karna pesawat masih setengah jam lagi, baru akan lepas landas..
Kami sengaja datang lebih awal, karna tidak ingin terburu-buru, dan takutnya ada saja halangannya..
"alka, aku haus, aku beli minum dulu yah" ucapku pada alka yang sibuk dengan ponselnya..
"emz, biar aku beliin aja sayang" jawabnya..
"gak usah, kan mesin minumannya juga cuma didepan kita situ, aku cuma mau beli mineral water aja"..
"oh gitu ya udah kalau gitu"..
Setengah jam pun berlalu aku sudah berada di pesawat dengan alka..
Alka kelihatan sangat lelah, diapun tidur sambil masih terus memegang tanganku..
Namun aku, aku tidak bisa tidur, aku merasa gugup, sedih, bahagia, tidak karuan rasanya..
Aku takut jika nanti kembali, ibu dan elena masih belum bisa menerimaku, dan tentu saja mereka tidak bisa menerima, karna alka meskipun sudah 5 tahun lamanya, ternyata malah masih memilihku.. Dan sekarang aku tidak bisa lepas lagi darinya..
Sambil memikirkan itu semua, aku sampai ketiduran..
Setelah sampai, alka langsung mengajakku pergi makan, karna aku tidur jadi aku melewatkan makan malamku di pesawat tadi..kami makan di kafe yang ada di bandara, karna alka bilang takut aku sudah lapar kalau harus pergi lagi kerestoran..akupun hanya menurut.. Dan mengikutinya..
"sayang, makanlah" kata alka sambil menyodorkan makanan ke hadapanku..
"terimakasih" jawabku sambil tersenyum padanya..
"gak, soalnya tadi aku udah makan di pesawat waktu kamu lagi tidur" tuturnya..
"oh, kenapa kamu gak bangunin aku"
"aku gak tega bangunin kamu, kamu nyenyak banget tidurnya kaya babi" alka tertawa senang karna meledekku.. Dan aku hanya mendengus kesal padanya..
Setelah selesai makan, aku dan alka langsung pulang.. Tapi aku bingung karna alka tidak mengantarku kerumah ibu,..
"alka, inikan bukan jalan kerumah ibu" Tanyaku..
"emang, emy, kamu sekarang tinggal sama aku, sekarang kamu tanggung jawabku, aku gak mau kamu tersiksa lagi di rumah elena, cukup di masalalu aku gak bisa menjagamu, sekarang gak akan aku biarin orang lain nyakitin kamu lagi, bahkan seujung kukumu pun, gak aku ijinkan orang lain menyakitimu, kalau memang ada yang berani menyakitimu, akan aku buat orang itu merasakan sakit yang sama" kata-kata alka benar-benar membuatku tersentuh sampai tak sanggup menahan air mataku, aku langsung memeluknya dan menangis di dadanya yang bidang, jangan di tanya lagi, aku yakin sekarang pasti baju alka, sudah basah kuyub karna air mataku..
"terimakasih, kamu mau menjagaku" ucapku di sela-sela isakanku..
"emz,sekarang kamu harus hidup dengan baik, jangan biarkan orang lain mengambil kebahagiaan kamu lagi" ucap alka sambil mengelus punggungku..
"emz" jawabku sambil mengangguk di dadanya..
Akhirnya kami sampai di rumah alka, ternyata rumah ini adalah rumah yang pernah aku kunjungi dulu waktu kami bertengkar di tengah hujan.. Sudah 5 tahun, namun keadaan rumah masih tetap sama, tidak ada yang berubah.. Bahkan tidak ada renovasi, padahal alka sudah jadi seorang ceo, namun rumahnya masih sama seperti saat SMA.. Tidak besar, dan tidak kecil, tidak terlalu mewah namun kesan kesederhanaan rumah ini membuatku merasakan kenyamanan berada di dalamnya..
.
.
.
.
. Tbc