
Aku terus berjalan mengikuti elena, dan sedikit melihat-lihat yang ada di bazar.. Aku melihat buket bunga mawar merah, entah kenapa, ingin sekali aku memberi buket itu pada emy, sebelumya aku tidak pernah memberikan hal-hal romantis seperti itu, dan diapun tidak pernah menuntut atau meminta apapun dariku, aku benar-benar merindukannya.."Emy, sayang apa kau benar-benar telah melupakan aku, apa kau benar-benar telah menyukai pria lain, atau ada alasan lain, aku berharap kamu tidak membohongiku" saat aku tak henti-hentinya memikirkan emy, elena datang mengejutkan ku..
"kak alka, kamu mau beli apa?"
"gak ada, kamu udah cukup belum beli-beli nya, kalau udah ayok pulang" meskipun aku mencoba bersikap ramah pada elena, tapi tetap saja aku gak betah kalau harus berlama-lama dengannya..
"o-ohh baiklah" jawabnya..
Saat di depan rumah elena, aku melihat emy membukakan pintu untuk elena, dengan sengaja aku menarik tangan elena dan berbisik di telinganya, namun kubuat seolah aku terlihat tengah mencium pipi elena di depan emy, "makasih buat malam ini" singkatku,dan tersenyum ramah..
"iya, sama-sama, makasih juga mau menemaniku ke bazar"..
Aku sekilas melihat emy, dan tersenyum sinis kepadanya..
Back to emy..
Aku mendengar suara mobil alka di depan rumah.. Akupun membukakan pintu untuk elena, karna aku malas kalau nanti dia menggedor-gedor pintu..
Namun ternyata aku terlalu bodoh, mana mungkin orang yang pergi berkencan akan langsung masuk kerumah.. Aku melihat alka mencium pipi Elena, dan dia tersenyum sinis padaku, menandakan bahwa dia bisa bahagia mesti bukan bersamaku, hatiku panas, mataku juga sudah terasa akan mengeluarkan air nya, aku tak sanggup melihatnya lagi, aku langsung masuk kedalam kamarku, aku menguncinya dan masuk ke kamar mandi, aku menangis tanpa bersuara, karna aku tak mau elena mendengarku, karna tak sanggup lagi menahan suaraku, aku menghidupkan keran air dan menangis terisak-isak, aku terbayang alka mencium pipi elena, "dasar brengsek, bajingan, aku membenci mu, dasar manusia kulkas gak punya hati" aku mengumpatnya habis-habisan, padahal aku tau, bahwa dia melakukan itu untuk membalasku, tapi aku benar-benar tak menyangka dia akan benar-benar mencium wanita lain di depanku.. Aku melihat gelang pemberiannya di tanganku, aku mencoba melepasnya, aku berusaha menebak kata sandinya tapi gagal, karna emosiku yang benar-benar tak terkontrol aku sampai menarik-nariknya dengan paksa agar terlepas namun yang ada hanya tanganku yang terluka dan meninggalkan banyak bekas merah, dan gelangnya tetap tidak bisa ku lepas, aku terluka jiwa dan raga, tapi aku juga tak bisa berbuat apa-apa, aku hanya bisa menangis seorang diri memendam semua yang aku alami sendiri..
Pagi hari
Di sekolah..
Aku tidak terlambat hari ini, karna aku malas berurusan dengan alka karna masalah absen, aku mengobrol dengan hani dan satria, seperti biasa, aku melihat alka masuk ke kelas, dia memandangku,namun aku mengalihkan pandangan..
Jam istirahat..
Aku dan hani pergi kekantin untuk makan, hani dan satria adalah orang yang tau hubunganku dengan alka, dan mereka juga tau kalau hubungan kami sudah berakhir..
Saat aku dan hani sedang makan, tiba-tiba alka duduk di depanku dengan elena.. Aku berusaha tidak menghiraukannya, dan tetap makan, namun mau bagaimanapun mereka tepat di depanku, meskipun aku tak ingin melihat, mereka tetap terlihat sekilas-sekilas di hadapanku, saat aku tak sengaja melihat ke arah mereka, aku melihat alka mengusap bibir elena untuk membersihkannya dari bekas makanan yang elena makan, aku merasa sakit hati dan jijik dengan apa yang aku lihat dan apa yang mereka lakukan, aku merasa mual melihat mereka dan memutuskan untuk pergi duluan karna aku sudah tidak berselera makan lagi, aku pergi ke toilet untuk mencuci tangan, tapi entah bagaimana alka bisa ada di depan toilet menungguku.. Padahal tadi dia sedang asik berduaan dengan elena..
Aku hanya meliriknya, dan tidak menghiraukannya lalu hendak berjalan pergi, namun belum sempat aku melangkah tanganku sudah di tahan oleh alka..
"Awhhh" rintihku, karna tanganku yang terluka bekas gelang semalam di tarik kuat oleh alka.. Diapun langsung kaget dan spontan melepaskannya..
"ada apa dengan tanganmu?" tanya nya, yang terlihat dengan sangat jelas bahwa dia khawatir padaku..
"bukan urusanmu" , jawabku ketus..
Dia smirk kepadaku lalu mendekatiku dan menekan tubuhku ke tembok..
"Emely agustin, bukankah kamu sudah menyukai pria lain, mana pria yang kamu sukai, kenapa tidak ada bersamamu, apa kalian belum pacaran, atau perlu ku bantu mendekatinya, katakan saja, siapa nama pria itu, dan apakah dia tau bahwa bagian tubuh mu yang atas sangat indah" ucapnya melecehkan ku..
PLAKK..
aku menamparnya, karna perkataannya benar-benar keterlaluan..
"jika sudah cukup dengan omong kosongmu biarkan aku pergi".. Ucapku, yang tak mau berlama-lama bersamanya..
Dia menatapku intens dan mebelai rambutku lalu di selipkannya di belakang telingaku, yang sontak membuatku merasa geli dan risih..
"ck ck ck,, galak sekali sih, kira-kira siapa ya pria yang bisa menaklukan hati wanita galak ini" ucapnya dengan senyum yang menjijikan seolah aku adalah wanita murahan di hadapannya..
"AKU"..
.
.
. Tbc.. Makasih buat temen temen yang udah mau meluangkan waktunya untuk baca cerita aku, tapi jangan lupa di like dan komen ya,dan aku juga butuh kritik dan saran nih, biar bisa lebih baik lagi buat ceritanya😊.. Terimakasih