
"apa maksudmu alka"..
Aku tidak menggubris omongannya, aku langsung menarik tangan emy agar masuk ke pelukanku, dan kutahan tengkuk lehernya, kulumat habis-habisan bibir lembutnya, bahkan aku sudah tidak perduli lagi kalau emy kehabisan nafas.. Aku mendorongnya ke ranjang dan menindihnya, ciumanku turun kelehernya..
"al-ka, hentikan, kamu sudah gila, kamu bajingan" bentak emy, dan masih ingin memberontak, aku langsung berteriak kepadanya..
"IYA AKU GILA, AKU BAJINGAN, AKU GILA KARNA KAMU EMY, AKU JADI BAJINGAN PUN KARNA KAMU!!!"..
Aku benar-benar emosi di buat nya..
"Al-ka aku.."
"maaf emy, aku kasar sama kamu aku benar-benar merindukanmu, merindukanmu bahkan sampai ingin mati, 5 tahun tanpamu aku bahkan serasa tidak hidup, aku terus mencari kamu, siang dan malam, tapi kamu bagai lenyap entah kemana" aku sudah tak tahan lagi dan menangis di hadapannya, aku menundukkan kepalaku dan menangis hebat di depannya..
(batin emy,, Alka semenderita itu kah kamu aku tinggalkan, aku sudah menggores banyak luka di hatimu kenapa kamu masih mencintaiku)
"emy jangan bohong lagi, jangan tinggalkan aku lagi, dan jangan pernah katakan kamu tidak mencintaiku, itu membuatku sakit"..
"Maaf, maafkan aku"..
Terdengar suara lirihnya di telingaku aku langsung memandangnya..
"emy, aku ingin mulai detik ini kamu jadi milikku, hanya aku," dia menganggukan kepalanya tanda setuju..
Akupun tak basa basi lagi, aku langsung mencumbuinya,ku buka helai demi helai bajunya dan juga bajuku, kali ini tak ada penolakan lagi darinya, aku sudah tidak memikirkan bahwa kami belum terikat pernikahan, yang ku inginkan adalah memilikinya seutuhnya,, aku mulai mencium setiap inci kulit di tubuhnya, memberikan banyak tanda cinta,
"sayang, aku akan memulainya tahan sedikit ya" dia hanya mengangguk, menikmati setiap permainanku..
Waktu menunjukkan pukul 16:45 sore..
Aku terus memandangi wajah cantik di depan mataku, dengan tubuh yang hanya berbalut selimut putih yang membuatnya sangat menawan.. Ku belai rambutnya, dan dia mulai membuka matanya perlahan..
"haiii" sapaku padanya..
"emzz" jawabnya yang masih setengah sadar..
"sakit yah?" aku menanyakannya karna ini pertama kali untuknya, dia pasti merasakan tidak nyaman..
"sedikit" ucapnya pelan..
"perlu aku belikan obat"..
"tidak usah, nanti juga hilang sakitnya" jawabnya..
"alka, gimana keadaan ibu dan elena disana"
"mereka baik-baik saja" jawabku..
"syukurlah, oh iya kok kamu bisa disini?"
"aku ada pekerjaan disini" jawabku singkat.
"kamu, bagaimana keadaanmu?"tanyaku penasaran apa yang dia lakukan selama 5 tahun ini..
" emz, aku baik, aku tinggal dengan paman dan bibiku, aku juga kuliah disini, sekarang aku sedang magang di salah satu perusahaan di sini, kehidupanku lumayan baik disini di bandingkan dulu saat tinggal dengan ibu dan elena, tapi aku tetap merindukan mereka"..jelasnya..
"sepertinya kehidupanmu memang baik disini, bahkan kamu tidak merindukanku"..
"kata siapa, aku rindu tahu, sangat rindu, namun aku berfikir mungkin memang sudah takdir kita tidak bisa bersama jadi aku berusaha melupakanmu, namun tetap saja tidak bisa"..
"mulai sekarang jangan pernah berfikir untuk melupakanku lagi bahkan dalam sedetikpun jangan pernah, mengerti" tegasku..
"baiklah besok aku akan menikahimu"..
"APA,, tidak aku hanya bercanda, lagipula aku sedang magang disini,aku mau menata karirku dulu"..
"baiklah pulang denganku, dan bekerjalah di perusahaanku" ujarku..
"tapi..
" tidak ada penolakan"..
"baiklah, eh bukannya kamu datang kesini ada pekerjaan, tapi kenapa masih di hotel terus seharian"
"semua ini, karna ada wanita cantik yang menggodaku, jadi aku membatalkan semua pekerjaanku disini" godaku.
"apa? Siapa? Aku?,, aku tidak menggodamu, kamu yang menyeretku kesini" dia mendengus kesal padaku.. Tapi malah membuatnya terlihat imut..
"iya, baiklah aku yang salah, emy tapi ada yang membuatku heran darimu"..aku semakin menggodanya..
"Apa?" tanyanya..
"aku gak nyangka, ternyata badanmu yang tipis bagai triplex ini ada isinya juga,, hahaha"
"ALKA!!!"
Aku bahagia sekali hari ini, akhirnya aku menemukan wanita yang aku cari, dan aku benar-benar bahagia karna aku lah laki-laki satu-satunya yang menyentuhnya.. "terimakasih tuhan masih memberikan kami kesempatan untuk bersama lagi, aku pasti tidak akan melepaskannya lagi meski apapun yang terjadi"..
Meski banyak lika liku yang kami hadapi selama ini namun aku berharap kami akan selalu bisa bersama, dan terus bersama selamanya..
"Alka aku ingin mandi" ucapnya yang membuyarkan fikiranku..
"baiklah" aku mengangkatnya menuju kamar mandi.. Aku lalu menaruhnya duduk di atas westafel, aku memandangi tubuh polosnya yang putih dan bersih, bagaimanapun naluri seorang pria ku tidak bisa di hindari, aku terus menatapnya, dan akhirnya karna aku tidak tahan, kami mengulangi adegan panas yang terjadi tadi di ranjang, dan melakukannya di kamar mandi..
Beberapa saat kemudian, setelah aku puas dengan kegiatan yang kami lakukan, aku membawa emy ke bawah shower, dan mandi bersama,, seharian ini kami benar-benar hanya menghabiskan waktu di kamar hotel, tidak banyak kata yang mengingatkan kami akan kesedihan masalalu, hanya ada candaan dan gurauan, suasana hangat yang kami rindukan selama lebih dari 5 tahun..
Akhirnya kami selesai berganti pakaian dan aku mengajak emy, untuk pergi makan,
"apa aku harus menghubungi paman dan bibimu untuk minta izin kalau kamu keluar" tanyaku..
"tidak usah, aku 2 bulan ini sudah tinggal sendiri, dari lulus kuliah aku memutuskan untuk mandiri tidak ingin merepotkan siapapun lagi" aku tersenyum mendengar jawabannya, dia yang dulu masih anak SMA yang bandel, yang selalu terlambat, nilainya yang selalu di bawah rata-rata, kini berubah menjadi wanita cantik yang dewasa, aku benar-benar beruntung mendapatkannya..
Ternyata benar kata orang,, Manusia akan berubah sifat sesuai dengan keadaan..
"baiklah kalau begitu beberapa hari ini aku akan tinggal di tempatmu"..
"Apa aku tidak mau, aku malu, tempatku tidak besar, dan hanya ada 1 kamar dan 1 kamar mandi"..
"kenapa harus malu, aku bahkan sudah melihat semuanya, dan sudah merasakannya" bisikku membuat dia malu..
"ALKA!! dasar mesum"
aku hanya tertawa melihat tingkahnya yang malu-malu..
.
.
. Tbc