
Aku terus mencari emy, dan aku melihatnya sedang duduk di kursi taman rumah sakit, akupun langsung menghampirinya..
"sayang" panggilku..
Diapun langsung menoleh dan tersenyum padaku.. Aku tau dalam senyumnya mengandung banyak beban, tapi aku bangga padanya, setidaknya dia tidak pernah mengeluh..
"kamu ngapain disini" tanyaku..
"iseng aja,pengen duduk-duduk" jawabnya..
"mau jalan-jalan gak".. Aku ingin mengajaknya pergi dan menghiburnya sedikit..
"kemana..?"..
"udah ikut aja"..
Aku pun langsung menarik tangan emy, dan mengajaknya jalan, aku membawanya ke sebuah pantai, yang bisa di bilang tidak terlalu ramai namun juga tidak sepi..
"wahh udah lama aku gak kepantai" ucapnya kesenangan..
"emang kapan terakhir kepantai,?"
"emzz entahlah mungkin waktu aku masih kecil, intinya sudah lama sekali" jawabnya..
Aku dan emy berjalan di pinggiran pantai sambil sedikit bersenda gurau..
"emy" panggilku..
"hemz?"
"janji jangan pernah tinggalkan aku ya" aku berbicara sambil menatapnya intens, aku takut benar-benar takut dia akan melakukan apa yang ibunya suruh dan pergi meninggalkanku..
"kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanyanya..
"tidak apa, aku hanya takut kamu akan pergi meninggalkanku seperti kemarin-kemarin"
Dia hanya tersenyum padaku dan menjawab..
"baiklah, aku janji tidak akan meninggalkanmu"..
Aku bahagia mendengarnya, namun aku juga takut emy akan berbohong padaku.. Aku langsung memeluknya erat, sangat erat seakan tidak ada hari esok lagi..
Back to emy
Hari demi hari sudah berlalu..elena sudah keluar dari rumah sakit,ijazah kami semua sudah di bagi, dan kini statusku bukan lagi anak SMA,alka juga sudah lulus ujian masuk universitas.. Dan aku...... Aku terpaksa menuruti ibuku, karna saat aku menentang elena akan selalu berusaha bunuh diri..
Dan ibu akan menjadi sangat stres melihat elena, dan akan mulai memarahiku bahkan pernah sekali ia menamparku..
Aku benar-benar tidak tahu lagi harus berbuat apa, bahkan aku tidak bisa bicara dengan alka, karna jika aku bicara, ia pasti akan menahanku, dan elena akan mencoba bunuh diri lagi, serta ibu akan marah padaku, jadi aku terpaksa tidak bicara dengannya.. Meskipun aku setiap hari harus berlinangan air mata, meratapi nasibku, tapi aku sudah bertekad akan pergi dan melupakan alka,dan mulai hidup yang baru, hidup yang tenang, aku akan pergi diam-diam, aku tau apa yang aku lakukan akan membuat alka sakit hati, dan dia pasti akan membenciku, tapi aku tidak punya pilihan lain lagi..
Aku mengajak alka bertemu hari ini, karna besok aku sudah harus pergi meninggalkannya, bahkan mungkin kita tidak akan bertemu lagi, aku mengajak alka bertemu di kafe yang pernah kita datangi saat kami mau pergi menonton dulu..
Alka datang menjemputku, saat kami sampai, kami duduk persis di tempat yang kami duduki dulu.. Namun semuanya sudah berubah, hiasan tanaman yang menggantung yang dulu sangat aku sukai sudah tidak ada hanya tinggal tersisa lampu kelap-kelipnya saja..
"sayang mau pesan apa?" tanyanya padaku..
"terserah kamu aja sayang" ucapku tersenyum..
"eh kamu panggil aku apa, sayang, benar nih kamu panggil aku sayang" ucapnya kegirangan, yah karna aku memang tidak pernah panggil dia dengan sebutan sayang..
Aku hanya tersenyum melihatnya,
(alka, mungkin ini terakhir kalinya aku melihatmu tersenyum, karna itu, hari ini aku akan membuatmu tersenyum) batinku..
Kami makan, bercanda bersama, dan pergi jalan-jalan sebentar, akhirnya malam pun tiba dan alka mengantarku pulang..
"sayang, besok hari pertama aku magang di perusahaan ayahku, aku juga sudah masuk kuliah, apa kamu sudah memutuskan mau kuliah dimana, bagaimana kalau satu kampus denganku?" tanyanya padaku, yang bahkan aku sebenarnya sudah tidak bisa menahan air mataku,namun aku coba untuk tidak menangis di hadapannya..
" baiklah, akan aku fikirkan, selamat yah, kamu udah bisa mulai kerja" jawabku..
"terimakasih, kamu besok jangan lupa dateng iiyah di acara penyambutanku di perusahaan, yah meskipun aku masih magang aku ini calon CEO di perusahaan ayahku jadi akan di adakan acara penyambutan, tapi mungkin aku tidak bisa menjemputmu" jelasnya..
"tak apa aku akan pergi sendiri"..
"baiklah,selamat malam sayangku" dia mencium keningku dan tersenyum, aku hanya memandangnya, dan air mataku benar-benar sudah di ujung, tak ada lagi cara untuk menghambatnya keluar,, aku langsung mencium alka, menyatukan bibir kami, aku sedikit melumatnya, dan merasakan kehangatan ciuman bersama alka untuk yang terakhir kali, air mataku pun mengalir dengan begitu derasnya, aku tidak ingin melepaskannya, alka menarik pinggangku agar lebih rapat dengannya, ciuman kami berlangsung agak lama, karna sebenarnya di hatiku tak ingin melepaskannya..
(Alka, maaf, maaf aku membohongimu lagi, maaf aku menyakiti hatimu lagi, alka apakah kita memang tidak bisa bersatu, mengapa tuhan memberikan kita perasaan yang menyakitkan ini, jika aku tahu jatuh cinta sangat sakit, aku tidak ingin jatuh cinta denganmu, alka ku mohon bahagialah, bahagialah meskipun bukan denganku, aku sangat mencintaimu, amat mencintaimu, dan mungkin selamanya aku akan tetap mencintaimu) batinku..
Aku melepaskan ciuman itu dan menangis..
"sayang kamu kenapa, apa ada masalah?"
"tidak, aku hanya tidak menyangka kamu sudah akan bekerja,padahal sepertinya baru kemarin aku bertengkar denganmu, ketua kelas yang menyebalkan"..
Alka memelukku dan. Mengelus kepalaku..
"semakin cepat waktu berjalan, semakin cepat juga aku akan memilikimu,aku akan belajar sangat giat, agar bisa meneruskan perusahaan dan akan segera menikahimu" ucapnya, yang membuat aku tambah menangis,.
"baiklah aku masuk dulu" ucapku.
"hemz" jawabnya sambil tersenyum manis padaku, dan itu lah senyum terakhir yang aku lihat sebelum aku benar-benar pergi..