
Akhirnya ujian pun selesai, dan hari ini adalah pengumuman kelulusan, aku, hani dan satria langsung menuju ke arah mading untuk melihat hasil ujian kami, apakah lulus atau tidak dan nilai yang bagus atau tidak.. Saat sampai di mading semua orang berkumpul,ada yang bahagia karna kelulusan mereka, ada yang masih mencari-cari nama mereka, dan karna aku sangat gugup.. Aku berhenti sejenak, memejamkan mataku dan bergumam dalam hati.. "tuhan, tidak apa jika nilaiku tidak terlalu bagus, tapi aku mohon semoga aku lulus" lalu aku melangkah dengan ragu dan mencoba mencari namaku, mataku terbelalak tak percaya, bahwa ternyata aku LULUS, bahkan nilaiku tidak buruk, bisa di bilang ini adalah nilai terbaikku selama aku sekolah disini,aku membungkam mulutku sendiri agar tak kelepasan berteriak seperti orang gila karna kegirangan..
"ini bukan mimpikan, ini benar-benar kan, aku lulus"..tanyaku pada hani
"iya emy kita lulus, emy selamat" aku dan hani pun berpelukan sambil melompat-lompat karna kesenangan, dan tiba-tiba ada yang memegang pundakku, aku yakin bahwa itu satria, aku langsung memeluknya begitu saja..
"satria aku lulus, aku lulus" ucapku, namun satria tak merespon saat aku melepaskan pelukanku, aku begitu terkejut karna ternyata orang itu adalah alka.
"Emy,, maaf aku bukan satria mu," ucapnya dengan ekspresi marah dan dia hendak pergi meninggalkanku namun aku menahan tangannya, dia menoleh menatapku, aku hendak mengucapkan maaf namun aku tidak bisa, rasanya lidahku kaku saat melihatnya, aku menatapnya dalam-dalam, dan saat aku hendak membuka mulutku untuk bicara, dia langsung menepis tanganku dengan kuat..
"aku bukan pacarmu lagi, aku juga bukan satria mu, emely agustin kamu salah orang, aku bukan orang yang layak kamu peluk, jadi aku permisi" dia marah padaku karna aku salah mengenalinya, dia marah, "emy bodoh, apa yang kamu lakukan, alka maaf" aku tak henti-hentinya mengumpat diriku sendiri atas kebodohanku,aku berlari kekamar mandi, mengunci diriku, dan menghidupkan keran air agar tak ada yang tau, kalau aku sedang menangis,, "emy bodoh, bodoh, apa yang kamu lakukan, kamu menyakitinya lagi, apa kamu hanya bisa menyakitinya dasar emy bodoh" aku menangis terisak-isak dan memukul-mukul dadaku yang terasa sesak, dan terus mengumpati diriku sendiri, sampai kemudian aku merasakan sakit pada perutku benar-benar sangat sakit, aku berusaha membuka pintu dan berjalan keluar sambil memegangi perutku, keringat dingin terasa mengalir dari keningku, pandanganku terasa berat dan kabur, aku melihat alka berjalan mendekatiku, aku hendak minta tolong padanya, namun dia hanya berdiri menatapku dengan tajam, lalu meninggalkanku, dan aku tak mengingat apa-apa lagi ....
Sisi Alka..
Aku melihat emy berpelukan dengan hani, aku hendak mengucapkan selamat padanya, karna sebesar apa pun aku membencinya, sebesar itu juga aku mencintainya, aku menepuk pundaknya lalu tiba-tiba dia memelukku, aku tersenyum karna pelukannya, namun entah dengan sengaja atau tidak, dia yang memelukku menyebutkan nama satria, dan senyumku pun langsung hilang berubah menjadi rasa benci, kali ini aku benar-benar tak peduli lagi seberapa besar aku mencintainya, sekarang aku sangat membencinya, benar-benar benci, hingga rasanya ingin ku cekik lehernya agar tak menyebut nama pria lain lagi..
Saat aku di toilet, sialnya aku lagi-lagi melihat emy, dia terlihat pucat dengan memegangi perutnya, namun aku tak mau peduli lagi padanya, aku hanya menatapnya dingin, dan pergi meninggalkannya, namun baru selangkah aku berjalan, aku mendengar suara jatuh yang sangat kuat, awalnya aku tidak mau menoleh, karna aku takut itu hanya akal-akalan emy saja,"tidak, dia pasti baik-baik saja" batinku, dan hendak kembali berjalan, namun siapa sangka hatiku begitu luluh pada wanita itu, aku juga tidak bisa memungkiri bahwa aku khawatir padanya, dan benar saja saat aku menoleh wanita itu sudah tak berdaya di lantai yang dingin dengan kondisi yang memprihatinkan,, aku langsung lari menghampirinya, memangku kepalanya dan mencoba membangunkannya, tangannya terasa sangat dingin, wajahnya pucat dan penuh dengan keringat "Emy bangun, emy jangan bercanda, Bangun" aku terus memanggilnya namun tak ada respon, aku langsung membawanya ke UKS.. Dan untung hari ini ada dokter, aku membaringkannya di ranjang, lalu dokter bertanya padaku,
"ada apa dengannya?"
"aku tidak tahu" jawabku..
"magh nya kambuh, dan dia juga kekurangan nutrisi, aku akan memberinya obat, dan vitamin" kata dokter itu padaku..
"baiklah, terimakasih"..
Aku melihatnya dengan tatapan sendu.. Dan aku membelai rambutnya pelan..
"apa yang kamu lakukan, apa kamu tidak makan, kenapa kamu sekarang begitu kurus, bukankah seharusnya kamu bahgia karna kamu sudah memiliki satria, pria yang kamu sukai,kenapa kamu malah sakit seperti ini"..
Aku berbicara pelan, karna merasa prihatin melihat keadaannya, aku memutuskan untuk menghubungi satria untuk menjemput emy, dan aku meninggalkannya..
Karna aku tidak mau dia melihatku saat dia sadar..
.
.
. Tbc
Buat yang udah mau mampir baca cerita aku, aku benar-benar berterimakasih, dan jangan lupa dukungannya buat aku ya.. 😁😘