
Back to emy
Aku makan bersama ibu di rumah, tapi pikiran ku, masih memikirkan alka dan elena, aku hanya takut terjadi sesuatu, karna aku tau elena sangat mencintai alka, dan dia tidak akan mudah melepaskannya..
Tiba-tiba ponsel ibu berdering,dan panggilan dari nomor yang tidak di kenal..
"APA!!!!" Teriak ibu, yang membuatku kaget dan langsung menanyakan ada apa?
"ibu, kenapa?, ada apa bu?"tanyaku pada ibu namun ibu hanya menangis dan seperti orang bingung..
" emy, elena..
"iya bu, elena kenapa, apa yang terjadi?"
"elena mencoba bunuh diri, dan sekarang di rumah sakit"..tutur ibu sambil terisak..
Akupun tersentak, dan benar saja apa yang aku khawatirkan, aku langsung bergegas mengambil tasku di kamar lalu pergi bersama ibu ke rumah sakit..
Di Rumah Sakit..
Aku terdiam melihat alka basah kuyub di luar ruangannya elena..sedangkan ibu langsung berlari masuk kedalam, aku berjalan pelan menghampiri alka, dan dia hanya menatapku sendu..
"maaf" ucapnya dengan nada yang sangat lirih di hadapanku..
"kamu gak papa kan, ada yang terluka tidak?"
Tanyaku khawatir..
"tidak, aku tidak apa-apa, maaf aku membuat elena jadi seperti ini" jawabnya sambil memelukku..
"aku ingin menjelaskan baik-baik sama elena, tapi dia tetap tidak mau mengakhiri hubungannya denganku, dan dia malah mencoba bunuh diri"..jelas alka padaku..
"sudahlah, kita lupakan dulu masalah ini, ayo kita lihat elena di dalam".. Ucapku
"baiklah"..
Aku dan alka masuk kedalam, dan aku melihat elena yang tidak sadarkan diri, dengan wajah pucat, hatiku teriris melihatnya, aku hampir kehilangan adikku saat aku mencintai seseorang,aku menggenggam erat tangan elena, terasa amat dingin, dan aku tak tahan lagi menahan air mataku..
"apa kamu yang menyelamatkan anakku?" suara ibu tiba- tiba terdengar, dia berbicara pelang pada alka..
"iya bu," jawab alka sambil menganggukkan kepalanya sedikit..
"apa hubunganmu dengan elena?" tanya ibu..
"saya teman sekolahnya bu, dan saya pacar emy" jawab alka..
Aku terkejut dan langsung membulatkan mataku mendengar kata-kata alka, "apa yang dia bicarakan, mengapa dia berbicara seperti itu pada ibu, apa yang akan terjadi jika elena sadar" pikirku..
"oh jadi kamu pacar emy, syukurlah, dan terimakasih sudah menolong anak ibu, siapa nama kamu?"tanya ibu..
" Alka bu, Kendi alka" jawabnya..
"Nama yang lucu" kata ibu, dan aku hanya tersenyum, jelas saja lucu orang nama makanan di buat untuk nama manusia..
"bu, biar aku antar alka membeli baju di toko depan ya, kasian dia basah kuyub seperti itu" sahutku..
"oh iya baiklah, maaf yah nak alka, karna ibu khawatir dengan elena, sampai gak sadar kamu juga basah sampai seperti itu"..
"tak apa bu, lagi pula saya baik-baik saja"
"baiklah, ayo aku antar kamu"..kataku pada alka, kemudian kami berpamitan pada ibu dan keluar..
"Alka, kenapa kamu bilang pada ibu, kalau kamu pacarku, kamu kan pacar elena, bagaimana kalau nanti elena sadar, pasti dia akan marah" jelasku..
"aku berpacaran dengan elena juga gara-gara kamu" jawabnya ketus..
Aku langsung menghentikan langkahku, dan marah padanya.
"jadi kamu nyalahin aku, aku juga gak akan ngelakuin itu semua kalau bukan kar-,"
Belum selesai ucapanku, alka langsung mencium bibirku sekilas, dan aku langsung terdiam kaku tak bisa bicara lagi ..
"Cerewet, aku udah kedinginan nih, kamu gak kasian sama aku" dia bicara sambil tersenyum melihatku yang mematung..
"kecuali kalau kamu mau menghangatkanku, aku tidak apa-apa kalau harus berlama-lama di sini" ucapnya, yang membuat aku merinding..
"Mau aku hangatkan di OVEN,udah ayo cepat" aku berjalan mendahuluinya sambil ngedumel..
"SAYANG!!!!,Tunggu aku".. Alka memanggilku dengan sebutan sayang dan dengan suara yang sangat lantang, aku langsung membalikkan badanku dan melihat kearahnya..
"alka, kamu gila yah, ini di rumah sakit, di tempat umum, kamu gak malu apa dilihatin orang-orang" kataku ketus padanya..
"kenapa harus malu, lagian orang-orang juga udah lihat kita dari tadi, dari aku menciummu".. Katanya santai,dan berjalan di depanku..
"Apa!!," ya ampun si alka ini, batinku..
Aku bersembunyi di belakang alka menutupi wajahku dengan punggungnya, karna semua mata tertuju pada kami.. Dan aku mendengar, alka hanya tertawa seenaknya..
Kamipun sampai di toko baju, dan alka sudah mengganti pakaiannya yang basah, namun aku terheran kemana bajunya yang lama..
"baju kamu mana yang basah, biar nanti aku cuci" kataku..
"sudah aku buang" ucapnya polos..
"Buang???"
"iya" jawabnya seolah tanpa dosa..
"dasar orang kaya" batinku..
Kamipun kembali kerumah sakit..
Setelah ada sekitar 15 menitan aku dan alka duduk di ruangan elena, dan ibu sudah hampir 1 jam disini.. Akhirnya elena sadar..
"elena, kamu sadar nak?" ucap ibu..
"biar aku panggil dokter" sahut alka lalu keluar..
"elena ada yang sakit tidak?" tanyaku..
"pergi kamu aku gak mau lihat kamu, dasar anak angkat gak tau diri, pergi kamu" tiba-tiba elena sangat emosi, dan marah padaku, dia melempar bantal padaku, aku hanya menatapnya bingung, sekaligus prihatin, aku tau dia pasti akan marah, tapi melihatnya marah dalam keadaan sakit seperti ini membuatku tak bisa melakukan apa-apa, bahkan menjelaskan juga aku tak sanggup..
"Elena, kamu kenapa nak? Elena tenang dulu, ada apa?" tanya ibu yang bingung dengan situasi yang sekarang dia lihat..
.
.
.
. Tbc