
Sisi Alka
Elena memintaku menjadi pacarnya, aku menerimanya karna aku berfikir dengan aku punya pacar, aku bisa melupakan emy..
Lalu tak lama emy pun mengirimiku pesan untuk bertemu..
Aku datang dan melihat matanya yang sudah bengkak, aku terus memperhatikannya..
"emy ada apa denganmu, apa kamu menang is karna melihat aku di atas panggung tadi, apa kamu cemburu, emy kumohon katakan apa sebenarnya yang ada di hatimu, apa kamu benar-benar tidak mencintaiku lagi" aku mempertanyakan itu semua didalam hati, dan tidak berani mengungkapkan, karna aku takut jawabannya akan mengecewakan..
"alka, bisa kamu buka gelang ini".. Ucapnya..
Deg...
Hatiku terasa teriris saat dia memintaku membuka gelangnya..namun aku juga tidak bisa berbuat apa-apa..
Aku membukanya.. Dan melemparkannya sangat jauh..
Lalu aku pergi meninggalkan dia.. Aku menangis di dalam mobil, aku tidak percaya aku seorang pria bisa menangis karna wanita.. Namun sungguh terlalu sakit bahkan akan lebih sakit jika aku tidak menangis..
Aku kembali ke sekolah..
Waktu menunjukan pukul 19.00
Dan hujan pun turun dengan derasnya..
Karna hujan turun terlalu deras, jadi acara di berhentikan sebentar sampai hujan sedikit reda..
"alka" panggil satria padaku..
"apa?" jwabku malas..
"apa kamu lihat emy, dari sore tadi aku gak lihat dia, kemana dia?" tanya satria bingung..
"apa maksudmu?".. Tanyaku tak percaya, karna tadi sore aku masih bersamanya..
"iya, saat sore kamu dan elena selesai tampil tadi aku sudah tidak melihatnya" jelasnya..
Aku tak menjawab satria, dan langsung mengambil kunci mobilku, aku berfikir apa dia masih di taman itu, tapi tidak mungkin, apa dia sudah pulang, aku terus mengendarai mobilku di tengah hujan, sambil melihat-lihat kalau-kalau ada emy.. Aku pergi kerumahnya dan menanyakannya, namun ibunya bilang dia belum pulang, aku lalu pergi ketaman tadi sore saat aku terakhir bertemu dengannya.. Meskipun itu tidak mungkin, ini sudah jam berapa, dan gak mungkin juga ada orang di taman itu.. Begitu terkejutnya aku saat aku sampai dan lampu mobilku menyorot kepada sosok wanita yang aku cintai.. Yang tengah berdiri dengan keadaan basah kuyup, dan lebih tak percayanya adalah dia masih ada di taman itu, apa yang dia lakukan, aku langsung turun dari mobilku tidak perduli kehujanan..
"EMELY AGUSTIN apa yang kamu lakukan disini!!!" bentakku..
Dia hanya memandangku, aku melihat matanya yang merah dan sangat bengkak bahkan masih terdengar isakannya meskipun suara hujan begitu besar.. "apa dia dari tadi menangis" fikirku..
"alka" katanya..
"Aku tidak tahu, aku tidak tahu" ucapnya sambil menangis, dan membentakku, ini pertama kalinya emy terlihat sangat kacau..
"aku memang bodoh, aku bodoh mencintaimu, aku bodoh memberikanmu pada elena, apa yang harus kulakukan sekarang, bahkan kamu sudah sangat membenciku, apa aku salah mencintaimu,aku ingin melihatmu bahagia dengan elena, tapi kenapa melihatmu dengannya membuat hatiku sakit, sangat sakit, kenapa, apa yang harus ku lakukan, alka apa yang harus kulakukan"dia menangis terisak-isak dan memukul-mukul dadaku..
"apa kamu fikir aku tidak sakit, aku bahkan lebih sakit, kamu tiba-tiba pergi meninggalkan aku dengan alasan konyol, dan pacaran dengan orang lain, aku sakit emy, apa yang sebenarnya mau kamu lakukan terhadapku, kenapa kamu menyakitiku" akupun mengungkapkan semua yang ada di hatiku selama ini..
"Alka, aku hanyalah seorang anak angkat, dan elena menyukaimu, apa yang harus aku lakukan jika kamu jadi aku" jelasnya..
Aku terkejut, jadi ini semua adalah alasannya kenapa dia menyakitiku, jadi selama ini dia berbohong,dia hanya tidak mau elena sakit hati karna dia pacaran denganku, dan karna dia hanya anak angkat, ya tuhan sungguh bajingan aku ini, aku berfikir dia benar-benar meninggalkanku, aku bahkan pernah berkata kasar padanya, pernah melecehkannya, kalau aku jadi dia mungkin aku sudah mengakhiri hidupku, kenapa dia begitu tegar.. Kenapa dia rela di sakiti hanya untuk orang lain.. Bahkan meskipun dia hanyalah anak angkat..
"ayo kita pulang" pintaku, sambil menarik tangannya..
"tapi gelangnya belum ketemu"..
"emy, kamu berjam-jam kehujanan disini hanya karna gelang, aku tau kamu itu bodoh di sekolah, tapi apa harus sebodoh ini karna sebuah gelang" aku marah karna dia berada disini dari sore hanya untuk sebuah gelang, bahkan dia rela kehujanan..
"tapi itu pemberianmu"..ucapnya..
Aku langsung mencium bibirnya yang dingin dan kurengkuh pinggang rampingnya agar mendekat padaku, aku menciumnya seakan aku mengungkapkan rasa cintaku dan rasa sakitku dalam ciuman itu,, beberapa saat kemudian aku melepasnya..
"akan ku buatkan 100 untukmu, ayo kita pulang sekarang, tidak ada kata membantah".. Aku memaksanya untuk pulang, agar dia tidak sakit karna kehujanan..
"alka ini bukan jalan kerumahku"..
"rumahmu terlalu jauh, kita pergi kerumah ku untuk kamu ganti baju, biar gak sakit"..
Sampai rumah..
"duduklah dulu"..aku mencarikannya baju ku, tentu saja karna ini rumahku sendiri.. Tidak ada perempuan disini.. Tidak sulit mencarikan baju emy, karna meskipun badannya kecil, tapi dia termasuk tinggi, namun masih sangat pendek jika di bandingkan denganku..
"pakailah" aku memberikannya hoody yang cukup panjang ke bawahnya, karna tidak ada celana perempuan di rumahku..
Saat dia pergi ke kamar mandi mengganti pakaiannya, aku memesan makanan delivery untuk kami..aku yang sedang memainkan ponselku, terkejut saat emy keluar dari kamar mandi..
.
.
.
. Tbc