Love, Will Not Go Away

Love, Will Not Go Away
Liburan..



Back to emy


Aku terbangun dengan kepala yang sangat sakit, dan perutku serasa seperti di peras,aku melihat sekeliling ku dan mengingat-ingat apa yang terjadi, dan aku menyadari sekarang aku sedang berada di UKS sekolah, tapi siapa yang membawaku kemari aku juga tidak tahu, aku melihat satria di samping ranjangku, mungkin saja dia yang menolongku..


"kamu sudah bangun, gimana ada yang sakit?" tanyanya khawatir...


"hemzz aku gak papa kok, apa kamu yang bawa aku kesini?" tanyaku penasaran...


"bukan, tapi alka yang bawa kamu kesini" jelasnya..


"Alka, gak mungkin, aku lihat dia pergi waktu dia lihat aku di depan toilet" ucapku tak percaya..


"tapi emang kenyataannya dia yang bawa kamu kesini emy" tegasnya..


Aku masih terdiam, seakan tak percaya bahwa alka yang membawaku kesini.. Bukankah dia sekarang membenciku, tapi kenapa dia masih perhatian padaku..


"tadi dia menghubungiku, dan bilang bahwa kamu disini, karna dia mengira aku beneran pacarmu, makanya dia menyuruhku datang kesini,,emy tidak kah kamu ingin menjelaskan pada dia, apa yang sebenarnya terjadi, aku lihat kalian itu masih saling mencintai, jika seperti ini yang ada kalian hanya akan berakhir saling menyakiti".. Jelas satria..


"Aku juga sebenarnya ingin menjelaskan semuanya padanya, tapi aku takut dia malah tambah membenciku, karna merelakan dia demi elena" kataku..


"baiklah, itu semua terserah padamu, dan seminggu ini juga kita kan libur, semua persiapan untuk acara kelulusan juga sudah selesai, lebih baik kamu liburan dan habisin waktumu untuk merefres kembali pikiranmu, dan kamu bisa jelaskan semuanya pada alka," saran satria padaku..


" baiklah".. Jawabku..


Hari libur itupun datang,, aku dan hani memutuskan untuk berlibur ke puncak, saat aku dan hani sedang berjalan menuju kebun strobery, ada seseorang yang memanggil kami,


"hani, emy," panggilnya


Akupun menoleh dan melihat orang tersebut, ternyata si satria, aneh pikirku kenapa dia bisa menyusul kami kesini..


"kok kamu bisa di sini?"tanyaku..


" bisa donk, satria gitu".. Jawabnya dengan lebay..


"uwekkkk" kata hani meledeknya..


Akupun hanya tersenyum melihatnya..


Aku berjalan sambil sesekali memetik buah strobery dan langsung memakannya, tanpa mencucinya, jorok memang tapi biarlah, aku mau melakukan apapun sesuka hatiku di liburan ku kali ini..aku merasa refres berjalan-jalan di antara kebun teh yang hijau, dan suasana yang sejuk,dalam hatiku aku berkata"aku akan menjelaskan semuanya pada alka, semuanya tanpa terkecuali, aku tidak perduli elena akan marah, intinya aku tidak mau membohongi perasaan ku lagi"..


Setelah bosan, dan jam sudah menunjukan pukul 3 sore aku memutuskan untuk kembali ke villa.. Aku lihat satria dan hani juga baru pulang, kami masuk dan membersihkan diri, besok pagi kami sudah harus pulang, karna 2 hari lagi acara kelulusan, dan kami ingin istirahat di rumah untuk 2 hari sisa liburan..


Pagi hari..


Aku pulang di antar oleh satria, yang sebelumnya sudah mengantar hani terlebih dahulu, saat di depan rumahku, aku melihat alka, seperti tengah menunggu seseorang sambil bersandar di mobilnya,,


Dia menoleh kearahku dan melihat aku dengan dingin dan juga melihat satria yang membantuku menurunkan koper dari mobilnya..


"wah wah wah, pulang liburan yah" alka bicara pada kami dengan senyum liciknya..


Aku hanya diam melihatnya, yang terlihat tidak senang melihatku dengan satria..


"bawa oleh-oleh apa dari liburan, ANAK" Lanjutnya dengan sengaja memperjelas kata Anak, yang aku tahu maksudnya, dia pasti mengira aku dan satria berbuat macam-macam saat liburan..


Satria langsung mencengkram kerah baju alka dan menariknya..


"apa maksudmu hah" tanya satria dengan emosi..


"apanya yang apa, siapa yang tahu kalau kamu sudah tidur dengan nya saat liburan berdua".. Ucapnya dengan smirk pada satria..


"BRENGSEK,, Bukkk" satria langsung meninju wajah alka dengan keras...


"hahaha, satria apa kau tau bagian tubuh yang paling aku suka dari emy, yaitu dadanya, apa kau sudah melihatnya"..


Plakkkk..


Satu tamparan ku mendarat di pipinya.. Aku meneteskan air mataku tak percaya, bahwa laki-laki yang teramat aku cintai, begitu mudahnya merendahkan dan melecehkanku, bahkan meskipun aku salah dalam putusnya hubungan kami, tapi dia tidak berhak mengatakan semua itu di depan orang lain..


Aku benar-benar marah dan terluka, sampai-sampai tubuhku bergetar menahan amarah dan kepedihan yang menyelimuti hatiku..


"cukup,jika menurutmu aku adalah perempuan hina, yang tak pantas kau hargai, aku tidak apa-apa, terimakasih karna sudah mengingatkan aku dengan derajatku" aku berbicara dengan menatap dalam mata alka,aku ingin dia tahu bahwa dia salah telah menuduhku.. Aku pun memutuskan masuk kerumah dan saat aku hendak masuk, elena hendak keluar, aku langsung menepi dan membiarkan dia pergi... Aku tahu dari tadi alka pasti menunggunya.. Aku masuk kedalam kamarku dengan perasaan yang campur aduk, dan berusaha untuk tidak memikirkannya.. Dan akupun beristirahat sebentar, lalu beranjak membersihkan tubuhku..