
"kenapa, aneh yah?".. Tanya emy,yang membuatku terkejut tiba-tiba..
.. "ehem, gak kok biasa aja" jawabku, padahal dengan pakaian yang seperti itu dia mengusik kenyamananku,, bagaimana tidak, meskipun hoody yang aku berikan itu kebawahnya panjang tetap saja gak bisa menutupi setengah dari pahanya yang putih dan mulus..
Makanan pun datang, aku mengajaknya makan, dan suasana jadi sedikit canggung..
Back to emy..
Aku senang bisa mengungkapkan semua yang aku simpan di dalam hati selama ini,, tapi itu juga tidak akan merubah apapun.. Sekarang alka adalah pecar elena..
Seharusnya aku tau diri, bukan malah menjadi seperti ini.. Tapi aku juga tidak bisa jika harus menyimpannya lebih lama lagi..
Kami makan dengan suasana yang sedikit canggung, bagaimana tidak, sekarang semuanya sudah berbeda.. Tidak seperti dulu lagi..
Aku memberanikan diriku untuk membuka suara..
"alka"..
"hemz" jawabnya..
"apa kau benar-benar mencintai elena".. Tanyaku ragu..
Dia berhenti makan, dan menatapku seolah benci, aku tau, aku pasti sudah sangat menyakiti hatinya..
"bagaimana denganmu, apa kau mencintai satria"..tanyanya balik..
"apa, tidak, aku dengan satria tidak ada hubungan apapun, waktu itu dia hanya menolongku, kamu ingat kan saat di depan toilet, kata-katamu sedikit keterlaluan" jawabku..
"oh.. Ma-maaf"..
"tidak apa-apa.. Aku tau kamu pasti marah, karna aku tiba-tiba meninggalkanmu, tapi alka sekarang aku sangat berharap kamu bahagia dengan elena, sekarang kita sudah lulus, aku akan pergi jauh dari kalian, aku akan kuliah di luar kota, ibuku su-
" Emy, apa menurutmu aku ini hanya mainanmu" dia bicara dengan penuh penekanan, yang membuatku sedikit takut..
"a-apa,, tidak, tentu saja tidak"..
"LALU APA MAKSUDMU, kamu meninggalkanku begitu saja, lalu mengungkapkan semuanya, dan sekarang kamu akan meninggalkanku lagi,apa kamu fikir aku laki-laki yang mudah kamu permainkan, hah?" bentak alka sambil menggebrak meja makan, sontak membuatku benar-benar takut, dan langsung meneteskan air mata, aku benar-benar takut, apa dia benar alka, fikirku.. Aku langsung berdiri dan berlari mengambil tasku..
" aku akan pulang, maaf merepotkanmu"..aku bicara sambil gemetar karna ketakutan,lalu berjalan keluar,namun saat di depan pintu, alka menarikku dengan kuatnya, dan menyeretku kekamarnya dia membantingku ke kasur dengan kuatnya, lalu menutup pintu.. Apa yang mau dia lakukan, aku benar-benar ketakutan..alka mendekatiku dan menatapku penuh amarah..
"alka, ka-kamu mau apa?" tanyaku..
Sisi alka..
Aku benar-benar marah saat emy berfikir akan meninggalkanku lagi, aku membentaknya dengan kuat, sangat kuat bahkan aku sampai menggebrak meja makan, aku melihatnya ketakutan dan hendak pergi, namun entah setan apa yang tengah ada didiriku.. Aku malah langsung menariknya ke kamar dan ku tutup pintunya dengan kuat, dari sisi laki-laki siapa yang akan tahan melihat wanita yang begitu cantik berada di rumahnya bahkan hanya berdua..
Aku langsung mendekatinya dan dia semakin mundur, aku tarik kakinya, yang membuat dia terlentang.. Aku kunci semua pergerakannya dan aku garap bibir manisnya secara paksa, aku turun kelehernya dan kuraba pahanya, bahkan ku remas payudaranya meskipun masih tertutup baju..
"A-alka ku mohon, jangan, aku mohon"..
Dan tiba-tiba aku mendengar suara Emy yang begitu lirih, aku melihat wajahnya, dia sudah menangis terisak dan ketakutan bahkan badannya sangat gemetar, "ya tuhan kenapa aku menjadi bajingan seperti ini" batinku..
Aku langsung berdiri dan dia langsung duduk menarik selimut untuk menutupi kakinya, dia menangis bahkan sampai tidak mengeluarkan suara, namun sesegukannya terdengar sangat jelas.. Aku duduk di sampingnya, namun dia menjauh..
Aku coba pegang tangannya dan dia menjauhkannya,dia benar-benar ketakutan..
"E-emy, maaf, maafkan aku, aku terlalu emosi"..pintaku padanya agar dia tidak ketakutan lagi..
"aku ingin pulang" pintanya...
"tidak, kumohon tetap di sini, malam ini saja" entah lah, seharusnya aku mengantarnya pulang, tapi melihatnya yang ketakutan, dia pasti akan menghindariku lagi..
"tidurlah, aku akan tidur diluar"..
Saat tengah malam, aku tidak bisa tidur dan mencoba melihat emy, apa dia bisa tidur atau tidak.. Aku mendekati dan memandangnya, kulihat keringatnya sangat banyak kucoba sentuh keningnya, sangat panas, dia demam..
"Emy kamu gak papa kan?" aku panik karna dia demam,aku mengompresnya, dan ingin membangunkanya agar minum obat..
"Emy, bangun sebentar, ayo minum obat"
Dia bangun sebentar lalu meminum obatnya, dan kemudian tiduran lagi..
Saat dia tiduran aku duduk menghadap dia, kami saling memandang..
"Emy, masih bisakah kita kembali seperti dulu?" aku menanyakannya karna penasran jawabannya..
Namun dia hanya menggelengkan kepalanya,entah maksudnya dia tidak bisa, atau tidak tau..
"kenapa?, apa aku perlu melanjutkan hal yang tadi, agar kamu jadi milikku seutuhnya?" dia langsung menarik selimutnya, dan memegangnya kuat-kuat..
Aku hanya tersenyum, melihat dia..
"aku hanya bercanda"..
"emy aku akan berusaha menjelaskan pada elena, dan kita bisa seperti dulu lagi" lanjutku sambil mengelus pipinya..
Dia hanya mengangguk tanda setuju..
"bolehkah aku tidur di sini," pintaku merayu..
"tidak boleh" jawabnya dengan sangat cepat"
"kenapa,inikan kamarku" aku sedikit menggodanya..
"tapi aku takut" jawabnya
"tenanglah, aku hanya akan tidur tidak melakukan apapun, aku janji"..
Dia lalu menggeser tubuhnya yang berarti memperbolehkan aku tidur di sampingnya, kami tidur saling berhadapan.
"jangan pernah menutupi apapun lagi dariku, hemz" pintaku padanya..
"baiklah" jawabnya..
.
.
.
. Tbc