
"ibu suruh dia pergi, aku tidak mau melihatnya, dia wanita yang tidak tahu diri, dia merebut orang yang aku cintai, ibu ku mohon," elena menangis di pelukan ibu, menangis sangat kencang..
Lalu tak lama dokter dan alka pun datang..
"ada apa ini" tanya dokter..
"pergi kamu, pergi" elena tetap saja mengusirku, dan aku pun hendak beranjak keluar ruangan, namun alka menahanku..dokter menyuntikkan obat penenang pada elena, tapi bukan obat bius, obat ini hanya sekedar untuk membuat dia tenang, tidak mengamuk lagi..
"kak alka," panggil elena pada alka, aku hanya bisa meneteskan air mataku dan melepaskan genggaman tangan alka dari tanganku lalu membuka pintu..
"ibu dia pacarku, ibu harus berkenalan dengannya" ucap elena, aku yang sudah membuka pintu hendak keluar, langsung terdiam mematung, dan aku tau ibu juga pasti bingung..
"ibu aku ingin bicara berdua dengan pacarku, bisa tinggalkan kami"..kata elena..
"o-oh baiklah, ibu akan keluar kalau begitu" jawab ibu..
"saya juga permisi dulu" ucap dokter, ibu dan dokter itupun keluar ruangan..
Ibu duduk di sebelahku, dan menggenggam tanganku..
"ada apa sebenarnya emy, coba ceritakan pada ibu" ibu bertanya padaku, namun aku tidak bisa menjawabnya dan hanya menangis terisak..
"ibu, maaf, aku membuat elena jadi seperti ini" ucapku pada ibu, karna merasa bersalah, mau bagaimanapun ibu adalah ibu kandungnya, Pasti dia tidak mau anaknya kenapa-kenapa..
Akupun menceritakan semuanya dari pertama aku pacaran dengan alka,dan elena menyukai alka, sampai aku putus, aku ceritakan semuanya pada ibu..
Ibupun hanya menghela nafas panjang..
"emy, kalau begitu, bisakah kamu lepaskan alka"kata ibu.. Aku tak percaya dengan ucapan ibu, apa maksudnya..
" maksud ibu? "..
" emy, kamu lihatkan apa yang terjadi dengan elena, kalau kamu pacaran dengannya,ibu mohon sekali ini saja, anggap ini balas budimu kepada ibu karna sudah merawatmu,ibu akan masukkan kamu ke universitas di luar kota, kamu masih muda, pasti kamu bisa mendapatkan laki-laki lain, ibu hanya ingin melihat elena bahagia, dia sudah tidak memiliki seorang ayah waktu umurnya masih sangat kecil, ibu mohon".. Ucap ibu sendu.. Aku hanya bisa menangis dan menangis mencerna semua perkataan ibu, "apa ibu benar-benar hanya menganggap aku anak angkat, apa aku juga punya ayah, bahkan aku juga tidak punya ibu, kenapa ibu bisa berkata seperti itu, apa aku tidak boleh bahagia juga" batinku..
"Baiklah bu" kataku..
Sisi alka..
Hanya ada aku dan elena di dalam ruangan..
"kak alka kemarilah"panggil elena..
Aku sedikit mendekat ke arahnya..
"Elena, bisakah kamu berfikir rasional, jangan pernah lakukan hal konyol lagi, karna bagiku apapun yang kamu lakukan tidak akan mengubah perasaanku, aku tetap mencintai emy, dan jangan percaya diri dulu, aku menyelamatkanmu hanya sekedar naluri sesama manusia, tidak lebih, bahkan tikus yang masuk ke lubang anjing pun akan aku selamatkan jika memang harus" aku berbicara sangat ketus pada elena, karna aku tidak mau dia berfikir aku masih perhatian padanya,aku tidak peduli dengan raut wajahnya yang marah lalu hendak pergi keluar..
"baiklah, tapi jangan harap kamu bisa bersama-sama dengan kak emy, jika aku tidak bisa, maka orang lain juga tidak bisa" ancamnya padaku..
"Apa maksudmu?" tanyaku heran..
"kita lihat saja nanti".. Ucapnya..
Aku keluar dan sudah tidak melihat emy..
"bu emy kemana?" tanyaku pada ibu emy yang sedang duduk sendirian..
"nak alka, bisa kita bicara sebentar" kata ibu..
"o-oh baiklah" jawabku..
"nak alka, ibu mohon kamu jangan dekat-dekat lagi dengan emy, ibu tidak menyetujui hubungan kalian, ibu mohon padamu terima saja elena ya, dia sangat mencintaimu, bahkan rela kehilangan nyawanya hanya demi kamu,ibu mohon nak alka"..
"maaf bu, tapi saya hanya mencintai emy, bukan saya tidak menghargai ibu, tapi jika saya tidak bisa besama emy, saya juga tidak akan bersama elena, tidak akan pernah" ucapku pada ibu emy, tidak sopan memang, tapi kenapa, kenapa semua orang seperti menentang hubungan kami,aku berjalan pergi meninggalkan ibu emy, namun baru berapa langkah ibu emy bicara lagi padaku..
"ibu, akan mengirim emy keluar kota, bahkan keluar negri jika perlu, jangan harap kamu bisa bertemu lagi dengannya"..
Aku terkejut dan menoleh..
"bu, apa ibu tidak menyayangi emy, dia juga kan anak ibu, apa ibu tidak kasian dengannya"..
"sayang, ibu sangat menyayangi emy, tapi ibu lebih sayang elena, karna elena anak kandung ibu, dan emy, jika bukan karna emy, mungkin ayah elena sekarang masih hidup, dan masih bersama-sama kami"..
Aku sungguh tercengang dengan perkataan ibu emy, begitu dangkal kasih sayangnya terhadap emy, bahkan meskipun emy hanya anak angkat, tapi dia juga pasti tidak mau mengalami status yang seperti sekarang ini, tidak punya orang tua kandung, dan harus merelakan cintanya, untuk adik yang bukan adik kandungnya..
"maaf bu, sekali lagi aku minta maaf, bahkan jika ibu mengirimnya ke ujung duniapun aku akan tetap mencintainya, dan berusaha berada di sisinya, memberikan dia kasih sayang yang sesungguhnya"..akupun dengan cepat melangkah pergi dan bergegas mencari emy, sebetulnya pikiranku sangat kacau sekarang, bagaimana jika emy benar-benar pergi, aku tidak mau, aku tidak mau kehilangan dia untuk kedua kalinya..
.
.
.
. Tbc