
Syaka berlari tergesa-gesa menuju ke kelasnya hmpir saja ia terpeleset kalau tidak cepat-cepat berhenti.
Kemudian Syaka memasuki kelasnya menuju kebangkunya yang berada di depan bangkunya Ayya.
Ayya yang melihat Syaka tergesa-gesa memasuki kelas seketika ia mengeryitkan kedua alisnya bingung melihat Syaka yang tergesa-gesa memasuki kelas.
”nape dah kayak dikejar-kejar setan aje lu”.
Mendengar Ayya berbicara begitu membuat Syaka menoleh ke belakang menatap Ayya dengan peluh keringat yang membasahi dahinya juga lehernya.
”Aulia udah dateng belum, Ay?” tanya Syaka dengan napas yang tersenggal-senggal.
Ayya menggeleng, ”emang kenapa?” tanya Ayya.
”lo tau gak Ay?” masih dengan napas yang tersenggal-senggal.
Ayya menggeleng lagi, ”ada apa sih lo sampe lari-larian kayak gini” bingung Ayya.
Syaka mengatur deruh napasnya sebelum melanjutkan kalimatnya, ”Aulia jadi bahan gosip anak-anak satu sekolahan” ucap Syaka pada akhirnya.
Sontak Nadia dan Ashilla yang mendengar itu seketika mendekat ke meja Ayya dan Syaka.
”seriously Sya?” tanya Ashilla yang tak percaya.
”seriusan gue Shill” jawab Syaka mantap.
“emang Aulia jadi bahan gosip sama siapa?” kali ini giliran Nadia yang bertanya.
”sama Pras” beritahu Syaka
Sontak Ashilla membelalakan matanya kaget tapi setelah itu ia menormalkan kembali raut wajahnya.
”gercep juga tuh anak”.
Seketika itu Ashilla bangkit dari duduknya dan keluar dari kelas membuat ketiga sahabatnya menatap Ashilla yang sudah keluar dari kelasnya.
Ketiga sahabatnya yang mengetahui itu hanya menggelengkan kepala mereka.
”masalah lagi nih” kata Syaka.
***
Sementara itu, Ashilla berjalan menghampiri kakak sepupunya itu ke kelasnya, setelah sampai dikelas Prasetya ia lihat dia orang yang lagi menjadi bahan gosip pada hari ini itu sedang duduk berdua didepan kelasnya Prasetya.
Ashilla dengan langkah cepat menghampiri keduanya ke depan kelas Prasetya.
Ashilla berdeham, ”Pras, gue mau ngomong sama lo temuin gue di rooftop sekarang juga” ucap Ashilla penuh penekanan.
Kemudian Ashilla menatap Aulia, ”Ray, lo ke kelas ya gue mau ngomong sama kak---maksud gue Pras boleh kan sebentar aja kok”.
Aulia mengangguk lalu kemudian ia beranjak pergi dari hadapan mereka berdua menuju kelasnya.
Setelah dirasa Aulia sudah tak ada di antara mereka berdua seketika Ashilla menarik kasar tangan Prasetya hingga menuju rooftop.
***
”maksud lo apa deketin Auli hah!!!” murka Ashilla.
Prasetya mengkerutkan keningnya tak mengerti.
”lo mau Aulia terlibat dalam masalah lo sama Vivi?!” lagi Ashilla tersulut emosi setelah mendengar jika sepupunya ini tengah dekat dengan Aulia murid baru yang masih satu hari bersekolah di SMA Parungga.
”gue nggak ngelibatin Aulia dalam masalah gue sama Vivi, Shill” kata Prasetya membuat Ashilla untuk percaya dengannya. Namun Ashilla tetaplah Ashilla ia tak akan percaya dengan mudah sekalipun itu saudaranya sendiri.
Prasetya yang menyadari Ashilla tengah disulut emosi maka tak mungkin untuknya berdebat dengan adik sepupunya ini. Prasetya memeluk Ashilla menghilangkan emosi dalam hati gadis ini. Dagunya bertumpu pada puncak kepala Ashilla.
”Shill, gue gak tau ini perasaan gue aja kalo emang gue ngerasain ini” kata Prasetya.
”tapi gue mulai suka sama Aulia” ungkap Prasetya pada akhirnya membuat Ashilla melepaskan pelukannya pada Prasetya.
”lo mulai suka sama Aulia?” beo Ashilla.
Prasetya mengangguk mengiyakan, ”tapi gue gak bisa ngungkapin perasaan gue ke dia Shill” Prasetya menundukkan kepalanya.
”karena Vivi?” tebak Ashilla.
Prasetya menggeleng.
”terus kenapa?” tanya Ashilla.
”takut gue nggak bisa bahagiain dia nantinya”.
”udah banyak masalah dihidup gue dan itu semua penyebabnya siapa lo tau sendiri, Shill” kata Prasetya.
Ashilla menatap Prasetya penuh rasa bersalah karena sudah memarahinya barusan tetapi ia juga sadar Prasetya berbicara serius tentang ia menyukai Aulia Arayka Fasyilla murid baru yang kemarin Prasetya tolong saat dia terlambat masuk sekolah.
”Kak, gue minta maaf” ucap Ashilla.
Prasetya mendongakkan kepalanya, ”kenapa minta maaf”.
”gue nggak tau, tapi kenapa gue lebih seneng kalo lo bisa deket sama Aulia” semburat senyuman terbit di bibir Prasetya.
”tapi lo harus janji satu hal sama gue, Kak”.
”apa?”.
”janji untuk bahagiain dia ya gue yakin kalo lo berusaha lo bakal berhasil, Kak” ucap Ashilla.
Kemudian kedua saudara sepupu itu berpeluka, bisa dilihat dari mata Ashilla betapa ia menyayangi kakak sepupunya ini.
Menit kemudian mereka berdua melepaskan pelukannya dan sama-sama menebarkan senyuman manis ala mereka berdua.
”balik yuk kayaknya udah bel masuk dari tadi” kata Ashilla diangguki kepala oleh Prasetya.
Alhasil mereka berdua turun dari rooftop menuju ke kelas mereka masing-masing.
*****