Lipra (Aulia & Prasetya)

Lipra (Aulia & Prasetya)
Episode 03 Teman Baru



”Dihukum”.


Aulia mengernyitkan alisnya bingung mendengar satu kata yang keluar dari mulut Prasetya.


Prasetya yang merasa Aulia bingung akan satu kata yang muncul dari mulutnya begitu saja.


”Gue dihukum karena terlambat masuk, jadi yaaa sekarang gue dihukum di keluarin dari kelas dan suruh nunggu sampe mata pelajarannya selesai”.


Ucapan Prasetya yang membuat Aulia paham.


Seketika ia pun ikut duduk disebelah Prasetya yang mana ia menyenderkan tubuhnya pada dinding kelasnya.


”Gara-gara lo nganterin gue yaa? Makannya lo jadi di keluarin dari kelas, jadi nggak bisa ikut ulangan hari ini”.


Prasetya yang mendengar ucapan Aulia seketika tersenyum tipis.


Lalu Prasetya menatap Aulia yang tengah menatap ke bawah.


”Gue nggak apa-apa kok”.


Sontak tangan Prasetya tanpa sadar terulur ke atas mengelus lembut pucuk rambut Aulia.


Aulia yang merasa rambutnya dielus seketika menoleh ke samping terdapat Prasetya yang tengah tersenyum manis padanya.


”Tapi kan gara-gara gue lo jadi nggak bisa ikut ulangan”.


Prasetya tersenyum kembali.


”Ulangannya nggak jadi”.


Sontak saja membuat Aulia menolehkan kepalanya pada Prasetya.


”Ulangannya nggak jadi?”.


Aulia mengulang ucapan yang barusan Prasetya lontarkan pada Aulia.


Prasetya menganggukkan membenarkan ucapannya.


”Guru gue emang gitu kalo ada muridnya yang terlambat masuk atau nggak masuk, nggak bakal dia mulai yang ada Natalie atau nggak gitu ditunda”.


Mendengar penuturan dari Prasetya, Aulia merasa sedikit lega karena Prasetya masih bisa mengikuti ulangan di hari selanjutnya.


”Astaga”. Aulia menepuk jidatnya sesaat melupakan sesuatu.


Mendengar tepukan jidat dari Aulia membuat Prasetya langsung menoleh ke arah Aulia.


”Kenapa lo?”.


”Gue kan lagi nyari kelas gue ada dimana”.


”Emang lo masuk kelas apa? IPA atau IPS?”.


“IPA”.


”IPA berapa?”.


”IPA 7”.


”Oh IPA 7. Itu ada disebelah kelas gue noh”.


Aulia mengikuti arah tunjuk Prasetya.


”Ya udah ya kalk gitu gue ke kelas gue dulu”.


Pamit Aulia. Prasetya menganggukkan kepala sebagai jawaban.


Setelahnya Aulia berlalu meninggalkan Prasetya yang masih terduduk di lantai.


Kini Aulia telah sampai di kelasnya. 10 IPA 7.


Tanpa berpikir panjang lagi kemudian Aulia mengepalkan tangannya ke atas guna mengetuk pintu berwarna coklat yang tertutup rapat itu.


Tok. Tok. Tok.


Selanjutnya, pintu itu terbuka lebar menampakkan itu guru dari balik pintu tersebut.


”Pagi Bu”. Sapa Aulia pada guru tersebut.


”Iya pagi”. Balas guru tersebut.


”Maaf bu, saya Aulia murid baru, saya pindahan dari Surabaya”.


Itu guru tersebut berpikir sejenak seraya mengingat-ingat murid baru yang memang akan memasuki kelasnya. Ibu Martha selaku wali kelas 10 IPA 7. Yang sekarang tengah berhadapan dengan Aulia.


”Oh, kamu saya kira datangnya besok”.


”Ya sudah ayo silakan masuk perkenalkan diri kamu pada teman baru kamu”.


But Martha mempersilahkan Aulia untuk masuk, tetapi sebelum itu Bu Marthalah yang masuk terlebih dahulu memasuki kelas setelahnya Aulia mengekor di belakang.


Setelah sampai di depan kelas sontak seluruh siswa-siswi melihat ke seluruh pada dirinya. Jujur Aulia sekarang merasa malu karena dipandang seperti itu.


Bu Martha berdeham saat merasa kelasnya tidak kondusif, seketika siswa jadi terdiam setelah mendengar deheman dari Bu Martha.


”Oke anak-anak hari ini kalian kedatangan murid baru, silakan perkenalkan diri kamu pada mereka”.


Mendengar perintah Bu Martha sontak membuat Aulia mengangguk lalu memajukan langkahnya kedepan.


”Halo semuanya, kenalin nama gue Aulia Arayka Fasyilla kalian bisa panggil gue Aulia gue pindahan dari Surabaya, salam kenal semuanya”.


Setelah men perkenalkan diri Aulia memundurkan diri selangkah kembali ke belakang.


”Oke terima kasih atas perkenalan kamu, sekarang kamu bisa duduk dibangku yang kosong di sebelah Ashilla, tolong yang namanya Ashilla angkat tangannya”.


Sontak gadis yang bernama Ashilla mengangkat tangannya.


”Saya Bu”.


Bu Martha tersenyum tips lalu berahli menoleh ke arah Aulia.


”Ya, kamu silakan duduk disana”.


Aulia mengangguk lalu berjalan ke bangku gadis yang bernama Ashilla tersebut.


Saat Aulia sampai dibangkunya gadis bernama Ashilla itu tersenyum kepadanya seketika Aulia membalas senyuman itu.


Aulia mengulurkan tangannya pada Ashilla guna untuk menperkenalkan dirinya.


Dengan senyuman manis Ashilla membalas uluran tangan dari Aulia.


”Ashilla Damara, panggil aja gue Ashilla”.


”Aulia”.


Setelahnya keduanya melepaskan uluran tangan mereka kemudian Aulia pun duduk dibangku kosong yang berada disebelah Ashilla.


”Lo mau nggak gue kenalin sama sahabat-sahabat gue?”.


Tanya Ashilla yang antusias lali sedetik kemudian Aulia mengangguk mengiyakan.


”Sini”.


Aulia pun sedikit mendekat ke arahnya.


”Tuh, yang ada di depan lo itu namanya Ayyana Arisa Chandrawari bisa lo panggil dia Ayya”.


”Oke lanjut, nih yang ada di depan gue ini namanya Nadia Amira panggilannya Nadia, dan dia udah punya pacar”.


Mendengar kata tersebut Aulia seketika me munculkan tanya.


”Siapa”.


”Lo mau tau”.


Tanya Ashilla disela tengah menperkenalkan sahabat-sahabatnya kepada Aulia, lalu kembali diangguki kepala oleh Aulia.


”Tuh”.


Aulia mengikuti arah tunjuk Ashilla, setelahnya Aulia membalasnya dengan ber oh ria.


”Oke habis itu, yang ada didepannya Ayya itu namanya Syakailla Almira di panggil dengan sebutan cewek bar-bar”.


Sontak Aulia merasa aneh dengan sebutan itu.


Ashilla yang mengetahui perubahan wajah Aulia seketika memberikan penjelasan.


”Maksudnya itu, temen-temen sekelas kita manggil dia dengan sebutan itu, nama aslinya sih nggak begitu lo bisa panggil dia Syaka tapi kalau nanti sifat bar-barnya itu keluar lo bisa panggil dia cewek bar-bar”.


Sontak mereka berdua tertawa saat mendengar apa yang diucapkan Ashilla.


Tetapi tertawa mereka tidak memunculkan suara karena sedang berlangsungnya pembelajaran nanti yang ada jika mereka ketahuan Bu Martha bisa-bisa mereka di keluarin dari kelas seperti Prasetya yang dihukum gurunya keluar dari kelas.


”Eeittt ada yang ketinggalan”.


Sontak Aulia menatap kearah Ashilla.


“Apa”.


Ashilla menujuk dirinya sendiri.


“Kalau gue namanya Ashilla Damara bisa di panggil Ashilla.


Seketika Aulia langsung kebingungan. Kenapa dia men perkenalkan dirinya kembali pikir Aulia.


”Lha kan tadi udah”.


Mengetahui itu Ashilla hanya mencengirkan bibirnya.


”Ya nggak apa-apalah”.


Aulia manggut-manggut mengerti.


”Eh btw kalau gue panggil lo Ray nggak apa-apa? Soalnya Aulia kesusahan buat gue”.


Memang Ashilla sedikit kesusahan untuk memanggil namanya, seketika ia memberi izin untuk memanggil namanya dengan sebutan lain Aulia pun mengangguk mengiyakan.


”Boleh aja kok, lagian gue kalau dirumah sering di panggil itu”.


”Oh iya? ”.


Aulia mengangguk membenarkan perkataannya.


Beberapa jam kemudian bel istirahat berbunyi nyaring tanda pembelajaran pertama dan kedua telah usai.


”Oke anak-anak mata pelajaran saya hari ini telah selesai, saya mohon untuk tugas yang saya kasih minggu depan harus sudah selesai dan dikumpulkan dimeja saya, mengerti kalian?!”.


”Mengerti!”.


Serentak semua siswa-siswi menyahuti perkataan dari Bu Martha.


”Baik kalau begitu saya pamit dan selamat istirahat, Assalamu’alaikum”.


”Wa’alaikumsalam”.


Serentak semua siswa-siswi menjawab.


Dan setelahnya Bu Martha pun keluar dari ruang kelas 10 IPA 7.


”Girls, ke kantin yuk”.


Itu suaranya Syaka yang mengajak para sahabat-sahabatnya untuk pergi ke kantin.


”Ayo, yuk Ray ikut kita ke kantin”.


Ajak Ashilla yang diiyakan oleh Aulia.


”Ehh iya ada anak baru, sorry ya gue hamper aja ngelupain lo hehehe”.


Syaka mengulurkan tangannya ke arah Aulia.


”Kenalin gue Syaka”.


Aulia pun membalas uluran tangan Syaka.


”Aulia”.


Syaka mengangguk lalu melepaskan uluran tangannya pada Aulia.


Setelah itu berganti dengan uluran tangan Ayya, Dan Nadia.


”Gue Ayya salam kenal”.


”Kalau gue Nadia salam kenal juga”.


”Aulia”.


Aulia mengulurkan tangannya memperkenalkan dirinya pada Ayya dan juga Nadia.


Setelahnya uluran tangannya terlepas.


”Udah kan sesi perkenalannya, sekarang kita ke kantin yuk gue udah paper banget ini”.


Keluh Syaka yang merasakan lapar diperut, sontak mereka berempat mengangguk.


Ashilla yang saat itu berada di samping Aulia langsung menarik tangannya tanpa permisi keluar kelasnya menuju ke kantin sekolah mengikuti Syaka, Ayya dan juga Nadia yang sudah terlebih dulu berjalan keluar kelasnya sedari tadi.


*****