
“Aulia?!” ucap Prasetya yang didengar oleh orang tuanya juga Fasyilla dan Alfian.
Ana langsung menoleh ke arah putranya dan berucap, ”lho kamu sudah kenal ternyata sama Ray”.
”dia anak baru di sekolah Pras Ma” kata Prasetya.
Fasyilla tersenyum hangat, ”wah lebih bagus kalo kalian sudah kenal satu sama lain” kata Fasyilla dibalas senyuman oleh Ana, ”iya Bu”.
“baik, lebih kita mulai saja acara pembahasan perjodohan ini” kata Arka.
Seketika Aulia berdiri dari duduk membuat semua yang duduk dimeja itu menoleh ke arahnya.
”Ray, nggak mau dijodohin Mah, Ka. Kalian tau kan kalo Ray belum mempersetujui perjodohan ini!!!” katanya lalu langsung pergi tanpa berpamitan dengan semuanya.
Prasetya yang melihat kepergian Aulia pun hendak menyusulnya, ”Mah, Pah, Tante, Kak bentar ya” pamitnya lalu langsung berlalu dari hadapan para orang tua.
Di luar Cafe Aulia tengah menggeram marah melihat kejadian yang beberapa waktu lalu terjadi.
Nampak Prasetya keluar dari Cafe mencari-cari keberadaan Aulia yang entah dimana perginya gadis itu hingga pada satu pandangan mata ia menemukan seorang gadis yang sedang berdiri didepan Cafe tersebut. Prasetya tak pikir panjang ia langsung menghampiri Aulia disana.
”Lia” panggil Prasetya kemudian Aulia menoleh ke sumber suara.
”Pras?”.
”lo ngapain disini?” tanya Prasetya.
Aulia menggeleng, ”nggak ada” jawabnya.
”terus ngapain?” tanyanya lagi.
”bukan urusan lo deh” ucap Aulia lalu duduk di kursi panjang depan Cafe tersebut. Prasetya pun ikut duduk disebelah Aulia.
”lo gak setuju dijodohin sama gue, Li?” tanya Prasetya sontak Aulia langsung menatap tajam ke arah Prasetya.
”gak” jawab singkat Aulia.
”kenapa?” tanya Prasetya.
Aulia terdiam tak tahu harus menjawab apa.
”hah!!! Maksud lo?” tanya Aulia.
Prasetya menetralkan degup jantungnya yang tak menentu, ”gue mulai suka sama lo, Li” Aulia bertambah bingung dengan apa yang diucapkan oleh Prasetya.
”gue suka sama lo, Li izinin gue buat suka sama lo ya gue bakal nunggu lo sampe lo suka juga sama gue” tutur Prasetya tulus.
”lo yakin, Pras?” Prasetya mengangguk mantap.
”gue yakin!” tekad Prasetya.
”tapi gue takut buat lo kecewa dan berharap lebih sama gue, Pras” kata Aulia.
”gak usah takut, Li gue yakin kalo hati lo itu emang buat gue” ucap Prasetya percaya diri.
”kita jalani aja, Pras tapi kalo lo udah capek sama gue bilang ya gue nggak akan maksa lo buat jadi milik gue” kata Aulia diangguki kepala oleh Prasetya.
”tapi gimana kalo perjodohan ini sampe ke telinga anak-anak Parungga?” tanya Aulia khawatir.
”tenang aja gue bakal pasang badan buat lo” kata Prasetya.
”tapi soal Vivi?” tanya Aulia membuat kening Prasetya mengkerut.
”lo tau dari mana soal Vivi?” tanya Prasetya kembali.
”dari Ashilla” jawab Aulia.
”Ashilla?” beo Prasetya Aulia menganggukkan kepalanya.
Aulia mengkerutkan keningnya saat melihat Prasetya nampak berpikir sesuatu dalam otaknya.
”Pras, kenapa?” tanya Aulia.
Prasetya terkesiap saat tangan Aulia memegang tangannya, ”eh enggak nggak apa-apa” lantas Aulia hanya manggut-manggutkan kepalanya.
”gimana kalo Vivi tau gue dijodohin sama Aulia pasti bakal jadi masalah lagi misal kalo dia tau gimana. Apa Aulia bakal masuk dalam permasalahan gue sama Vivi yang belum kelar sampai sekarang” gumam Prasetya dalam hatinya.
*****