Lipra (Aulia & Prasetya)

Lipra (Aulia & Prasetya)
BAB 07 Berangkat Bareng



Tok. Tok. Tok.


     Alfian mengetuk pintu kamar Adiknya hendak membangunkannya.


     ”Dek, bangun udah pagi” teriak Alfian diambang pintu kamar Adiknya.


     Aulia yang masih asyik dengan mimpinya merasa terganggu karena ketukan pintu yang terus menerus diketuk tanpa ingin berhenti sampai yang ada di dalam kamar keluar dan menampakkan dirinya dihadapannya.


     Aulia yang sudah sangat terganggu karena pintu kamarnya terus menerus diketuk akhirnya ia bangun dan berjalan menuju pintu dan membukanya.


     Cklek.


     Aulia membuka pintu kamarnya memperlihatkan Alfian yang berdiri sembari menatapnya datar.


     Aulia berdecak, ”kakak!!!”.


     Seketika Alfian tersenyum tipis kala melihat wajah sang Adik yang habis tidur nampak seperti bayi besar. Menggemaskan sekali baginya.


     ”udah bangun kan? Udah mandi sana kakak tungguin dibawah sama Mamah” kata Alfian lantas Aulia pun menganggukan kepalanya lalu menutup kembali pintunya dan masuk kedalam kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap berangkat ke sekolah.


     ***


     Kini Aulia telah siap dengan balutan seragamnya yang melekat sempurna ditubuh indahnya juga sepatu kets yang nampak senada dengan seragamnya dan kaos kaki yang ia kenakan sampai bawah lutut sekarang Aulia sudah siap berangkat ke sekolah.


     Setelahnya ia meraih tas ransel juga ponselnya yang selesai ia charger lalu ia masukkan ponselnya itu kedalam saku seragam roknya dan tas ranselnya yang ia gendong di bahu sebelah kanannya dan bercermin sebentar kemudian ia melangkahkan kakinya menuju pintu kamar lalu membuka pintu kamarnya dan keluar setelah itu ia menutup kembali pintu kamarnya kemudian ia menuruni anak tangga yang menuju ke meja makan untuk sarapan bersama Kakak dan juga Mamahnya.


     Kini Aulia, Alfian beserta Mamahnya sudah duduk masing-masing dimeja makan, semua lauk pauk sudah disiapkan oleh Bi Minah selaku ART Fasyilla sejak Alfian berumur 1 tahun.


     ”Kakak, Adek yuk dimakan Mamah samaBi Minah udah masakin buat kalian” ucak Fasyilla.


     ”iya Mah” jawab Aulia yang yang mengambil piring lalu menyendokkan masi kedalam piring kemudian mengambil lauk kesukaannya.


     Aulia menoleh ke arah Kakaknya yang sedari tadi seperti melamun dan hanya melihati makanan yang sedang terhidangkan dimeja makan.


     ”Kak” panggil Aulia buat menyadarkan Kakaknya dari lamunannya.


     Tak ada tanggapan apapun dari sang empu Aulia beralih menatap ke arah Mamahnya.


     ”Mah, Kakak kenapa sih?” tanya Aulia lantas Sang Mamah hanya mengangkat bahunya tak mengetahui Putranya ini sedang melamunkan apa.


     Pada akhirnya Fasyilla menghampiri Putranya dan duduk disebelahnya kemudian menepuk bahu Putranya pelan seketika Alfian terkesiap dan tersadar dari lamunannya.


     Alfian menatap Fasyilla yang berada disampingnya, ”Mamah, ngagetin Kakak aja” katanya.


     Fasyilla pun tersenyum lalu bertanya, ”Kakak kenapa ngelamun gitu ada yang lagi dipikirin?”.


     ”nggak apa-apa” jawabnya.


     ”boong banget, jelas-jelas ada yang disembunyiin Kakak dari Mamah” nyinyir Aulia menyahuti setelahnya menyuap satu sendok masih dan lauk ke dalam mulutnya.


     Alfian menatap tajam ke arah Adiknya namun yang ditatap malah tidak mempedulikan sama sekali ia memilih melanjutkan sarapannya.


     Aulia terkesiap mendengar bunyi ponselnya membuatnya memberhentikan suapan makanannya ke dalam mulut, lalu ia merogoh saku roknya dan mengambil ponselnya terdapat pesan dari Prasetya di layar ponselnya.


     Prasetya🤨 : gue udah di depan rumah lo.


     Seketika Aulia tersedak makanannya sendiri lalu ia langsung meneguk air digelar hingga tandas.


     Alfian dan Fasyilla menoleh bingung kepada Aulia.


     ”Adek, kenapa?” tanya Fasyilla.


     Aulia menoleh ke Fasyilla, ”hah, itu Mah Adek lupa kalo hari ini Adek ada janji sama temen dia udah jemput didepan” ucap Aulia.


     ”temen yang kemarin nganterin kamu pulang kan?” sahut Alfian tiba-tiba.


     ”iya, temen yang kemarin” jawab Aulia.


     Fasyilla semakin merasa bingung ia menaikkan sebelah alisnya.


     ”temen yang kemarin tuh cowok apa cewek?” tanya Alfian mengintimidasi Adiknya.


     Aulia menatap tajam sang Kakak, ”apaan sih Kak, kepo banget. Cewek atau cowok temen Adek itu bukan urusan Kakak”.


     ”dah ah Adek mau berangkat, Mah Adek berangkat ya” pamit Aulia pada Fasyilla lalu mencium punggung tangan sang Mamah.


     ”iya, hati-hati ya sayang” pesan Fasyilla pada Aulia yang sedikit berteriak karena Aulia sudah menghilang dibalik pintu.


     ***


     Aulia berlari keluar ke arah gerbang dan membukanya.


     ”maaf Pras, lo nunggu lama ya soalny tadi gue sarapan dulu” kata Aulia sambil menutup gerbang rumahnya.


     ”iya Lia, nggak apa-apa” kata Prasetya.


     ”yaudah yuk berangkat” icap Aulia dibalas anggukan kepala oleh Prasetya.


     Kemudian Aulia menerima helm dari Prasetya lalu memakainya dan ia naik ke jok belakang motor Prasetya setelahnya Prasetya pun menyalahkan motornya lalu melajukan motornya meninggalkan pekarangan rumah Aulia.


     Tak butuh waktu yang lama kini motor sport milik Prasetya sudah berhenti diparkiran SMA Parungga.


     Nampak tadi saat Prasetya memasuki pelataran sekolah ia dan Aulia sudah menjadi pusat perhatian para siswi-sisiwi banyak yang bergosip jika Aulia dan Prasetya pacaran. Namun ada yang menatap tak suka ke Aulia siapa lagi kalo bukan Vivi mantan pacar Prasetya yang lagi berdiri sedikit jauh dari jangkaun para siswi-sisiwi.


     ”ihh tuh cewek siapa sih ganjen banget kayaknya sama Pras, pake berangkat bareng segala mestinya kan gue yang berangkat bareng dia bukannya tuh cewek ganjen” cibir Vivi menatap Aulia dengan raut wajah tak sukanya.


     Aulia turun dari jok belakang motor Prasetya lalu melepas helmnya dan memberikannya kembali pada Prasetya.


     ”makasih ya Pras, udah mau ngaterin gue” ucap Aulia.


     ”siapa yang nganterin lo? Gue nggak ngaterin lo” kata Prasetya yang membuat Aulia mengkerutkan keningnya bingung.


     ”maksud lo?”.


     ”Li, kita kan satu sekolah loh masa lo bilang gue ngaterin lo sih, tepatnya itu kita berangkat bareng itu yang bener” ucap Prasetya sambil menoel dagu Aulia.


     Sontak Aulia langsung tersenyum tipis mendengar ucapan Prasetya barusan.


     ”iya deh berangkat bareng” yang dibalas gelak tawa antara keduanya.


     *****