Lipra (Aulia & Prasetya)

Lipra (Aulia & Prasetya)
BAB 15 Diculik



Jam sudah mengarah pada pukul 6 sore sekolah Parungga sudah sepi sedari tadi hanya anak ekskul yang sedang membereskan barang-barang ekskul mereka karena hari sudah mulai mereka ingin segera pulang dan beristirahat dirumah.


     Sama dengan Prasetya cowok itu baru selesai dengan ekskulnya dan ia sedang menunggu angkutan umum karena tadi pagi ia berangkat naik angkutan umum karena motornya tadi pagi bermasalah.


     ”lo pulang naik apa, Pras?” tanya Kurniawan.


     ”angkutan umum” jawab Prasetya.


     ”motor lo mana?” tanya Kurniawan lagi.


     ”bermasalah” jawab Prasetya.


     ”yaudah lo bareng gue aja udah sepi juga nih sekolah kalo lo kenapa-kenapa disini nggak ada yang nolongin” ucap Kurniawan mulai khawatir dengan sahabatnya ini.


     Lantas Prasetya menggelengkan kepalanya, ”gak usah nggak apa-apa lo duluan aja” kata Prasetya.


     ”seriusan lo?” tanya Kurniawan kurang yakin.


     Prasetya mengangguk, ”yakin”.


     ”ya-yaudah kalo gitu gue duluan ya. Lo hati-hati” kata Kurniawan lantas cowok itu pun meniggalkan Prasetya dengan di sekolah yang sudah terlihat sepi.


     ***


     Prasetya sedang membereskan barang-barangnya dan memasukkannya ke dalam sling bag-nya. Setelah selesai semuanya cowok itu menutup tasnya dan menyandangnya di pundak kemudian ia melangkah keluar dari sekolah Parungga untuk menunggu angkutan umum yang lewat di depan sekolahnya.


     Cukup lama memang menunggu angkutan umum dijam-jam segini biasanya angkutan umum itu kosong dengan penumpang karena sudah jam pulang kerja.


     Hingga apa akhirnya ia melihat satu angkutan umum yang melaju ke arah sekolahnya cowok itu pun memberhentikan angkutan umum itu.


     ”Pak, bisa anterin saya?” tanya Prasetya.


     ”maaf Dek, saya sudah mau pulang ini” kata sang supir angkutan umum itu.


     ”udah mau pulang ya, Pak?” Prasetya memastikan lagi kemudian Pak Supir itu mengangguk.


     Pak Supir itu tampak berpikir sejenak lalu kemudian mengangguk pelan Prasetya pun segera naik disebelah kursi kemudi dan Pak Supir itu melajukan kendaraannya.


     ”baru pulang, Dek?” tanya Supir tersebut sambil terus fokus menyetir.


     ”iya, Pak habis selesai ekskul” jawab Prasetya Pak Supir itu lantas mengangguk paham.


     Hening. Hingga sampai akhirnya sampai di daerah rumahnya Prasetya pun turun dari angkutan umum itu tak lupa ia membayar angkutan umum itu.


     Prasetya mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah lalu ia berikan ke Supir itu.


     ”waduh, Dek ini kebanyakan saya nggak ada kembaliannya” kata Supir itu.


     ”nggak apa-apa, Pak itung-itung terima kasih udah anterin saya” ucap Prasetya.


     ”saya-nya yang nggak enak ini, Dek” kata Supir itu.


     ”udah Pak. Nggak apa-apa itu rezeki Bapak karena udah nganterin saya pulang” ucap Prasetya lagi.


     ”yaudah kalo begitu saya pamit dulu ya, Dek terimakasih buat ongkosnya” ucap Supir itu yang diangguki oleh Prasetya. Setelahnya angkutan umum itu pergi dari hadapannya.


     Setelah angkutan umum itu berlalu dari hadapannya ia pun membalikkan badannya berjalan kaki menuju ke rumahnya. Detik kemudian tanpa Prasetya sadari sedari tadi ada yang mengintainya dari jarak yang tak terlalu jauh dari dirinya. Hingga pada akhirnya........


     Bugh!!!


     Pandangannya mengabur hingga pada akhirnya ia pun ter jatuh pingsan tak sadarkan diri.


     Dengan lima orang berbaju serba hitam itu menggotong masuk tubuh Prasetya masuk kedalam mobil itu takut ada yang melihat pergerakannya barusan.


     Kemudian mobil yang membawa Prasetya itu pergi dari are itu dengan cepat. Entah akan dibawa kemana Prasetya dengan orang itu. Yang pasti sekarang Prasetya membutuhkan bantuan untuk menyelamatkannya dari orang-orang jahat yang sudah membawanya pergi dengan cara seperti ini.


     *****