Lipra (Aulia & Prasetya)

Lipra (Aulia & Prasetya)
BAB 10 Pertemuan Dua Keluarga



     Sekarang ini Aulia sedang bersiap-siap untuk pertemuan dia keluarga yang diadakan oleh Papahnya yang sialnya Papahnya sendiri tidak menghadiri acara malam ini membuat Aulia benci dengan keadaan ini. Lihat saja dari wajah yang sudah tertekuk sejak sore hari tadi.


     Kini Bi Minah sedang membantu Aulia untuk memakai gaun yang diberikan oleh Fasyilla kepadanya sejak tadi Bi Minah tidak berani mengajak ngobrol Aulia karena takut merusak moodnya yang sudah kacau.


     Setelah beberapa menit berdandan akhirnya selesai juga Bi Minah pamit dari kamar Aulia dan turun kebawah untuk memberitahu Fasyilla jika putrinya sudah siap.


     ”Bu, Non Lia udah siap” kata Bi Minah.


     ”mana kok belum keluar, Bi?” tanya Fasyilla.


     ”mungkin Non Lia belum siap, Bu” kata Bi Minah membuat Fasyilla bingung.


     ”belum siap? Bukannya tadi Bi Minah bilang kalo Ray udah siap”.


     ”kalo dandan sama pakai gaunnya sudah siap Bu tapi mungkin Non Lia-nya yang belum siap buat ketemu sama temennya Bapak” jelas Bi Minah.


     ”oh gitu, ya sudah Bibi lanjutin aja kerjaannya biar saya yang samperin Ray ke kamar” ucap Fasyilla lantas Bi Minah pun mengangguk lalu berjalan menuju dapur melanjutkan pekerjaannya.


     ***


     Fasyilla membuka pintu kamar putrinya yang tidak dikunci ia pun melangkah masuk dan mendapati putrinya yang sedang merenung menatap jendela. Tanpa pikir panjang Fasyilla menghampiri putrinya itu.


     Ia mendudukkan dirinya disebelah putrinya seraya memegang pundaknya mengelusnya pelan hingga membuat sang empu menoleh, Fasyilla memberi respon dengan senyuman hangatnya.


     ”Mah, boleh gak dibatalin aja perjodohannya?” tanya Aulia memohon.


     ”kamu bisa batalinnya waktu sudah melihat calon kamu” kata Fasyilla semakin murung saja wajah Aulia.


     ”ya udah yuk berangkat” ajak Fasyilla.


     ”Mah, ini beneran cuma bertiga doang, Papah gak ikut kita?” tanya Aulia.


     Fasyilla menggeleng, ”Papah, masih ada kerjaan di Bandung tapi Papah udah tau soal perjodohan kamu kok” kata Fasyilla.


     Dengan wajah tanpa ekspresi itu Aulia terpaksa untuk menuruti keinginan kedua orang tuanya.


     Akhirnya mereka bertiga berangkat menuju tempat yang sudah di siapkan Angga untuk perjodohan putrinya juga anak dari sahabatnya.


     Mereka berangkat menggunakan mobil dengan Pak Adhi menjadi supir pribadi keluarga Angga.


     ***


     Setengah jam perjalanan menuju tempat yang sudah disiapkan oleh Angga kini mobil yang ditumpangi oleh Aulia beserta Kakak juga Mamahnya sudah terpatri di depan cafe elit yang diketahui cafe tersebut memiliki nama yaitu Angga’s Cafe yang bisa di baca cafe tersebut adalah cafe dibawah naungan Angga suami dari Fasyilla.


     Pak Adhi membukakan pintu untuk ketiga majikan setelah itu menutupnya kembali saat ketiga majikannya sudah keluar dari mobil.


     ”baik Bu” ucap Pak Adhi


     Akhirnya mereka bertiga masuk ke dalam cafe tersebut saat masuk ke dalam cafe mereka bertiga disambut oleh waiterss.


     ”selamat malam Ibu Fasyilla mari saya antar ke meja anda” ucap Waitress tersebut lalu mengantarkan mereka bertiga ke meja yang sudah disiapkan.


     ”ini Bu meja anda” kata Waitress tersebut.


     ”keluarga Pak Arka belum datang ya?” tanya Fasyilla pada Waitress tersebut.


     ”belum Ibu sepertinya keluarga beliau masih dalam perjalanan ke sini” kata Waitress tersebut.


     ”ya sudah terimakasih” ucap Fasyilla yang diangguki oleh Waitress tersebut lalu pamit pergi meninggalkan meja tersebut.


     Setelah menunggu lumayan lama akhirnya keluarga yang ditunggu sampai juga.


     ”eh Ibu Syilla apa kabarnya?” tanya Ana sambil cipika-cipiki.


     ”saya baik Bu” balas Fasyilla.


     ”maaf yang Bu lama nunggunya” ucap Arka lalu berjabat tangan dengan Fasyilla juga kedua anaknya.


     ”anak kamu mana Na?” tanya Fasyilla saat menyadari hanya Arka dan Ana yang ada dihadapannya.


     ”tadi katanya pamit sebentar mau ke toilet” kata Ana Fasyilla manggut-manggut.


     ”oh iya silakan duduk” ucap Fasyilla mempersilahkan mereka duduk.


     ”kenalin ini anak saya” ucap Fasyilla memperkenalkan kedua anaknya, “ini yang pertama namanya Alfian terus ini namanya Arayka putri saya yang nomor dua”.


     ”oh ini toh yang namanya Ray. Cantik sekali kamu pasti anak saya terkagum-kagum sama kamu” puji Ana pada Aulia lantas yang dipuji hanya tersenyum tipis.


     Setelah menunggu lama anak dari Arka dan Ana akhirnya ia datang juga menghampiri kedua orang tuanya.


     ”maaf Mah Pah Tante saya terlambat” kata pria itu saat sampai dimeja tempat kedua orang tuanya duduk.


     Suara itu sepertinya sangat tidak asing dengan Aulia lantas ia mendongakkan kepalanya saat tadi asyik dengan ponsel yang ia genggam.


     Saat ia mendongakkan kepalanya betapa terkejutnya dia melihat sosok pria yang sangat ia kenali berada dihadapannya sekarang dengan memakai setelan jas dan kaos sebagai dalemannya.


     Aulia menatap kosong ke arah pria itu, ”Pras?!” lirih Aulia.


     *****