Lipra (Aulia & Prasetya)

Lipra (Aulia & Prasetya)
BAB 25 Pengungkapan Perasaan



     Kini semua temannya Prasetya tengah menunggu didepan ruang operasi setelah tadi dikonfirmasikan oleh dokter yang menanganinya. Sekarang semua orang termasuk Aulia sedang gelisah menunggu proses operasi yang dilakukan oleh Prasetya.


     Nampak Kurniawan tengah berjalan ke arah ruang operasi bersama kedua orang tuanya Prasetya. Mereka berjalan dengan gusar menuju ruang operasi tersebut.


     Aulia yang sedari tadi tidak bisa diam untuk tidak mondar-mandir kesana kemari saat melihat kedatangan kedua orang tuanya Prasetya sontak ia langsung mengarahkan pandangan ke arah Ana dan Arka yang sedang berjalan ke arahnya.


     ”Tante” sontak Aulia pun dengan reflek memeluk tubuh Ana erat menumpahkan tangisnya kedalam dekapannya. Ana pun seketika membalas pelukan Aulia padanya.


     Wanita itu mengelus-elus surai rambut panjang Aulia seraya berkata, ”tenang sayang Tante tau perasaan kamu gimana sekarang” wanita itu terus menerus mengelus-elus surai rambut panjang Aulia dengan lembut sembari menenangkannya.


     Ana pun bersyukur karena putranya sudah kembali walaupun harus masuk rumah sakit tetapi Ana tetap bersyukur kepada Tuhan karena sudah mengembalikan putranya kepada dirinya kembali.


     Aulia mengurai pelukannya dari wanita itu seraya menghapus air matanya dengan punggung tangannya. Wanita itu pun mengajak Aulia untuk duduk seraya menunggu hasil operasi yang dilakukan oleh Prasetya.


     ***


     Dua jam sudah mereka semua menunggu Prasetya selesai dioperasi. Kini dokter yang bertugas menangani Prasetya keluar dari ruang operasi seraya melepas masker medisnya. Sontak semua orang yang tadinya duduk menjadi berdiri atas kehadiran dokter itu.


     ”keluarga dari pasien Prasetya Arkana” panggil dokter itu sontak membuat Ana dan Arka mendekat ke dokter.


     ”kami orang tuanya dok” ucap Arka.


     “bagaimana operasinya dok?” tanya Ana berharap yang terbaik.


     ”alhamdulillah, operasi pasien berjalan dengan lancar” ucap dokter itu membuat semua orang disana menghela napas lega.


     ”apa sudah bisa dijenguk dok?” tanya Arka.


     ”bisa Bu tapi yang boleh masuk hanya satu orang yang lainnya mohon tunggu di luar” ucap dokter.


     ”iya dok” jawab Ana.


     “kalau begitu saya permisi dulu mau periksa pasien yang lain” pamit dokter setelah itu dokter tersebut pun berlalu dark hadapan Arka dan Ana.


     ”Sayang, kamu mau masuk dulu?” tawar Ana.


     “ya sudah kalo gitu Tante masuk dulu ya” ucap Ana yang diangguki oleh Aulia.


     Kemudian Ana masuk ke dalam ruang operasi itu. Tampak putranya yang tertidur diatas brankar rumah sakit dengan C-PAP yang menempel pada hidung serta mulutnya. Ana yang melihat putranya terbaring lemah dibrankar rumah sakit membuat hatinya hancur serta sakit.


     Ana mendekat ke brankar putranya serta meraih puncak rambut putranya seraya mengelusnya pelan.


     Ana tersenyum getir, ”Mama, sangat bersyukur sayang karena kamu sudah kembali ke Mama dan Papa. Asal kamu tau seberapa khawatirnya Mama saat kamu hilang kemarin, Mama nggak bisa tidur semalaman karena mikirin kamu, nak” ucap Ana pada putranya namun tidak ada respon apapun darinya.


     ”kamu tau Aulia mengkhawatirkan kamu banget dia sekarang ada diluar nungguin Mama keluar buat liat kamu jadi Mama nggak bisa lama-lama ngobrol sama kamunya” Ana menghapus air matanya lalu menatap wajah teduh putranya, ”Mama keluar dulu ya kasian Aulia nungguin Mama keluar karena pengen cepat-cepat liat keadaan kamu” pamit Ana pada putranya tapi sebelum itu wanita itu mengecup kening putranya cukup lama tanpa sadar air matanya keluar kembali wanita itu cepat-cepat menghapusnya kembali dan berlalu keluar dari ruang operasi jika ia berlama-lama diruangan itu pasti yang ada banjir air mata karena terus menerus menangis keadaan putranya.


     ***


     Ana keluar dari ruang operasi dan menutup kembali pintu ruang operasi itu lalu berjalan mendekat ke arah Aulia yang sedang duduk disebelah Ashilla.


     ”Tante sudah masuk giliran kamu sekarang” ucap Ana kepada Aulia.


     Seketika Aulia malah menoleh ke Ashilla yang berada disebelahnya seraya berkata, ”lo aja, La yang masuk” katanya.


     ”lo aja duluan kan Tante Ana suruh lo yang masuk” ucap Ashilla. Aulia berdiam sebentar lalu kemudian menegakkan badannya dan berdiri lalu berjalan menuju pintu ruang operasi dan membukanya kemudian ia masuk kedalam ruang operasi itu.


     Saat sudah masuk ke ruang operasi Prasetya sontak Aulia menutup mulutnya dengan satu tangannya dan menangis melihat kondisi Prasetya yang terbaring lemah disana. Rasanya hatinya campu aduk antara sedih dan senang serta bahagia.


     Dengan sekuat tenaga Aulia berjalan mendekat ke brankar Prasetya dan menatap wajah teduh ke arahnya. Sungguh Aulia tidak tega melihat Prasetya seperti ini. Aulia pun meraih puncak rambut Prasetya seraya mengelusnya lembut.


     ”Pras” panggilnya pelan dengan sesegukan akibat tangisannya tadi.


     ”akhirnya lo kembali, Pras. Meskipun lo kembali dengan kondisi lo yang kayak begini.......gue.......gue sebenarnya mau ngomong sesuatu sama lo dari kemarin tapi karena lo kemarin hilang sesuatu yang bakal gue omongin ke lo hilang dengan sendirinya dari otak gue. Nanti aja setelah lo sembuh dan keluar dari sini”.


     Aulia terus mengelus lembut puncak rambut Prasetya dengan berlinang air mata yang terus merembes keluar dari matanya.


     ”Pras lo harus tau kalo gue..........gue udah mulai sayang sama lo“ ucap Aulia tulus.


     *****