Lipra (Aulia & Prasetya)

Lipra (Aulia & Prasetya)
BAB 26 Tidak Ingin Jauh



BAB 26  Tidak Ingin Jauh


     ”Vivi udah ditangkap polisi dan sekarang dia masuk penjara” beritahu Faisal.


     Kurniawan manggut-manggut, ”bagus deh. Tuh cewek emang pantes dapet itu” katanya.


     ”gimana keadaan kondisi temen lo, San?” tanya Faisal.


     ”hari ini mau dipindahin ke ruang rawat kata Dokter” jawab Kurniawan.


     ”gue liat Pras yang kayak begini jadi inget sama Mama” ucap Kurniawan tiba-tiba. Membuat Faisal lalu menatap Kurniawan, ”sabar, nyokap lo udah tenang di alam sana” ucap Faisal seraya mengelus pundak Kurniawan.


     ***


     Kini Prasetya sudah dipindahkan ke ruang rawat setelah kemarin cowok itu melaksanakan operasinya. Sekarang diruang rawat inap Prasetya terdapat Aulia dan kedua orang tuanya saja serta yang lainnya sudah pulang dari kemarin.


     Aulia sedari kemarin tidak bisa lepas untuk tidak genggam tangan cowok itu, sekarang saja gadis itu sedang duduk didekat brankar tempat Prasetya berbaring. Gadis itu terus memandang wajah teduh Prasetya yang belum mau untuk membuka kedua matanya. Aulia terus menerus mengelus punggung tangannya seraya memberinya kehangatan.


     ”kapan sih lo sadar, Pras. Gue nggak sanggup harus liat lo kayak gini” ucap Aulia dalam hati. Kedua orang tuanya Prasetya merasa tidak tega melihat Aulia yang seperti ini sejak kemarin gadis itu tidak ingin meninggalkan Prasetya ia hanya ingin di samping Prasetya sampai cowok itu bangun.


     ”Pa, Mama nggak tega liat Aulia kayak gitu” bisik Ana pada suaminya.


     ”mau gimana lagi, Ma kemarin diajakin pulang sama Kurniawan dia nggak mau. Maunya disini yaudah Papa juga nggak bisa ngelarang Aulia” jawab Arka.


     ”oh ya Pa gimana dengan Vivi?” tanya Ana lagi.


     ”dia katanya Kurniawan udah dibawa polisi kemarin dan sudah dipenjara” jawab Arka membuat Ana menghela napas lega, ”syukurlah kalo begitu Pa Mama lega jadinya” ucap Ana yang diangguki oleh suaminya.


     ***


     ”Dri, please tolong keluarin gue dari sini gue nggak mau disini” mohon Vivi kepada Adrian. Ya sekarang Vivi sudah berada dipenjara akibat ulah yang dibuatnya sendiri.


     ”ini hukuman buat lo Vi yang udah buta karena cinta” ucap Adrian.


     ”Dri, gue ngelakuin itu cuma ingin dapetin Pras kembali” elak Vivi.


     ”tapi nggak itu caranya Vi. Nggak dengan menculik Pras dan lo siksa dia sampe harus operasi” ucap Adrian.


     ”operasi?” beo Vivi.


     Adrian bangkit dari duduknya, ”gue pamit ini terakhir gue temuin lo. Gue nggak akan mau untuk jadi saksi lo di pengadilan nanti” ucap Adrian yang langsung pergi keluar dari kantor polisi.


     ”AAAARRRRGGGGHHHHHH!!!!!” teriak Vivi membuat para polisi mendekat ke arahnya.


     ***


     Disisi lain, tepatnya di ruang rawat Prasetya terlihat Aulia yang sedang tertidur dengan satu tangannya menjadi bantalnya dan satu tangannya lagi masih setia untuk menggenggam tangan Prasetya.


     Ana menghampiri Aulia dan memberinya selimut wanita itu tidak tega untuk sekedar membangunkannya karena wanita itu tahu pasti Aulia sangat kelelahan akibat kejadian yang menimpa Prasetya kemarin.


     Ana tersenyum bahagia memandang Aulia, ”Tante tidak salah untuk menjodohkan kalian berdua, nak” lirih Ana lalu kembali duduk di sebelah suaminya.


     ***


     Seorang pria remaja sedang berjalan di sebuah taman yang diseberang sana terdapat sungai dan air terjun pria remaja itu terus berjalan kesana sampai pada akhirnya ada seorang gadis yang berteriak memanggil namanya pria remaja itu pun menoleh ke belakang dan tersenyum cerah melihat gadia itu menghampirinya lalu menggenggam kedua tangannya.


     ”lo mau kemana?” tanya gadis itu.


     ”gue harus pergi” jawabnya.


     ”kemana?”.


     ”ke tempat yang seharusnya gue berada” jawab pria remaja itu.


     ”gue ikut sama lo ya” pria remaja itu lantas menggeleng.


     ”kenapa?”.


     ”lo harus terusin hidup lo tanpa gue ya” ucap pria remaja itu.


     Gadis itu tampak menggelengkan kepalanya rasanya tidak rela kalau harus ditinggalkan oleh pria yang ada dihadapannya ini.


     ”gue pergi ya” pamit pria remaja itu.


     Gadis itu mulai menangis, ”nggak please gue mohon lo tetap disini sama gue”.


     ”gue bakal selalu sayang sama lo” kata Pria remaja itu.


     ”gue juga” jawab gadis itu.


     ”gue pergi jaga diri lo baik-baik ya” ucapnya untuk terakhir kalinya setelah itu pri remaja itu berjalan lurus kedepan pergi ke tempat yang seharusnya ia berada.


     Gadis menangis serta berteriak memanggil namanya namun yang dipanggil seolah tuli tidak mendengar suara terikan gadis itu dan pria remaja itu pun perlahan menghilang dibalik sungai dan air terjun itu. Gadis itu terduduk lemah dan mencengkram kuat rumput-rumputan di bawah sana seraya menangis sejadi-jadinya.


     ***