Lipra (Aulia & Prasetya)

Lipra (Aulia & Prasetya)
Episode 01 PROLOGUE



Aulia Arayka Fasyilla murid pindahan dari Bandung, seorang gadis lugu, cantik dan pintar yang berasal dari keluarga yang terpandang dan Ayahnya menjadi donatur terbesar disekolah lamanya yang berada di Bandung, Aulia juga memiliki seorang kakak laki-laki yang bernama Alfian Rayka Anggara namanya memang tak begitu sama dengan namanya tetapi bisa dilihat dari wajah dan juga matanya ada kemiripan disana, Aulia juga menyukai musik dan ia juga mengikuti kegiatan semacam ekstrakurikuler musik disekolah lamanya dulu, ia juga berkali-kali tampil diacara-acara sekolahnya semacam hari ulang tahun ataupun pentas seni, Aulia sendiri juga tidak pernah menolak jika dia diminta untuk mengisi acara disekolahnya dengan senang hati Aulia mengiyakan permintaan itu.  


     Prasetya Arkana, pemuda dengan sejuta ketampanan ini sangat menyukai bidang olahraga terkhususnya olahraga basket, dia juga bergabung dalam tim basket sekolahnya yang sudah banyak mendapatkan piala yang diraihnya bersama teman tim-timnya, Pras adalah nama panggilannya dari kecil dia putra dari seorang pengusaha sukses dan Ayahnya sudah memiliki kontrak kerja dengan rekan kerja sekaligus sahabat beliau diwaktu beliau SMA beliau adalah orang tua dari Aulia yaitu Angga dan Fasyilla mereka sudah terikat kontrak kerja sudah lumayan lama sehingga keduanya memiliki rencana untuk menjodohkan kedua anaknya.  


       Kurniawan Sanjaya, pemuda tampan ini ia adalah sahabat Prasetya Arkana yang tanpa diketahuinya ia adalah sepupu dari Aulia Arayka Fasyilla dan juga Alfian Rayka Anggara yang mana ia adalah keponakan dari Angga dan juga Fasyilla, dan Ayahnya yang bernama Sanjaya Mahesa tepatnya adik dari Fasyilla Sanjaya lebih mudahnya disebut dengan Keluarga Sanjaya meskipun nama-namanya relatif berbeda seluruhnya tetapi begitulah keluarganya, FYI tentang ibunda Kurniawan Sanjaya beliau sudah meninggal dunia sesaat Kurniawan masih duduk di bangku sekokah menengah pertama, Kurniawan sendiri begitu sedih saat mengetahui ibundanya sudah pergi meninggalkannya untuk selamanya. Dan Kurniawan Sanjaya lebih dikenal dengan sebutan Awan mungkin namanya ini seperti benda langit tapi itu nama adalah pemberian mendiang ibundanya jadi ia sampai sekarang pun masih menggunakan nama itu dan tidak ingin mengganti namanya mungkin memang cukup aneh didengarnya tapi juga mungkin ada makna yang tersembunyi dalam namanya, oh ya ketinggalan Awan sendiri kapten basket di sekolahnya.


     Syakailla Almira, panggil saja dia Syaka cewek cantik nan bar-bar itu menyandang status sebagai sahabat Aulia Arayka Fasyilla, alasan Syaka memiliki sifat bar-bar itu ia hanya ingin melindungi sahabat-sahabatnya dari cowok-cowok brengsek yang cuma mau bikin sahabat-sahabatnya itu menjadi baper secara tidak langsung ia sangat menyayangi sahabat-sahabatnya itu khususnya Aulia gadis yang lugu tapi cuek itu cuma dilihat dari sisi luarnya saja berbeda saat dilihat dari sisi dalamnya ia menjadi sosok yang hangat, baik hati, dan juga sangat perhatian, jadi Syaka takut jika sahabatnya Aulia itu salah memilih Cowok.


     Ayyana Arisa Chandrawati, gadis yang sering dipanggil dengan sebutan Ayya ini juga termasuk dalam circle Aulia, dari ke empat sahabat Aulia Ayyalah yang sangat dekat dengan Aulia ia sangat tahu sifat sahabatnya ini bahkan Ayya adalah sahabat Aulia dari mereka kecil jadi tak ragu lagi untuk Aulia percaya sama Ayya, Ayya sendiri sudah banyak menerima cerita-cerita Aulia mulai dari sedih, senang, bahagia bahkan keluh kesahnya saja Ayya mengetahui itu, Ayya juga memberikan nasihat-nasihat kepada Aulia, ia sangat menyayangi sahabatnya ini bagi Ayya Aulia adalah adik baginya. Mungkin sebab itu Ayya menjadi overprotective terhadap Aulia, ia hanya tak ingin Aulia terlukai hatinya oleh seorang lelaki yang baginya tak baik untuk Aulia.


     Ashilla Damara, cewek cantik anak basket ini juga sahabat Aulia sifatnya yang hampir sama dengan Syakailla Almira bedanya ia sangat menyukai dunia perolahragaan sedangkan Syaka ia menyukai dunia seni tapi bukan seni musik atau seni tari melainkan seni menggambar dan melukis ia sangat menyukai itu namun ia tidak memilih untuk mengikuti exskul seni melainkan ia mengikuti exskul basket baginya seni menggambar dan melukisnya adalah hobi saja untuk mengisi wants luangnya. Di exskul basket ia menjadi ketua tim anak perempuan sama dengan Kurniawan Sanjaya tetapi ia menjadi ketua tim anak laki-lakinya mereka cukup sekedar akrab saja tidak begitu akrab.


     Ravindra, Rassya, Bima dan Adrian mereka berempat adalah sahabat dari Prasetya dan juga Kurniawan mereka memiliki sifat yang berbeda-beda, Ravindra atau lebih dikenal dengan sebutan Ravin itu memiliki hobi memotret segala hal yang menurutnya bagus atau unik, ia juga sering dimintai tolong untuk menjadi tukang dokumentasi diacara-acara sekolahnya karena hasil potretan Ravin bisa dibilang cukup bagus sehingga tidak ragu lagi untuk dewan guru ataupun teman-temannya yang memintanya untuk memotretkannya, bisa dilihat sih serial hari ia membawa kamera kesayangannya itu kemana-mana agar saat ia menemukan angle yang bagus atau menarik perhatiannya bisa langsung ia potret. Yang kedua ada Rassya lelaki tampan ini juga tak kalah berprestasinya dengan Ravin ia juga memiliki hobi bermain badminton walaupun hanya hobi ia sering didaftarkan oleh Ayahnya di segala lomba sehingga kamarnya sangat dipenuhi oleh pialanya saja bisa dilihat dari lemari di sampling kamarnya banyak jutaan piala yang sudah diraihnya meskipun begitu ia tak pernah menyombongkan diri kepada siapapun itu walaupun itu adalah sahabatnya sendiri. Yang ketiga si absurd Bima penghibur teman-temannya ia juga ternyata mempunyai hobi memasak ia bercita-cita ingin menjadi chef handal seperti di ajang MCI ia ingin sekali mencapai cita-citanya itu tetapi cita-citanya terhalang restu oleh Ayahnya, Ayahnya bilang buat apa menjadi chef kerjaannya cuma memasak makanan doang coba kamu terusin perusahaan Papa pasti kamu bakal sukses nantinya, cukup sedih memang mendengar ucapan sang Ayah tapi Bima sendiri akan membuktikannya kepada Ayahnya bahwa ia akan sukses walaupun menjadi chef sekalipun. Dan yang terakhir ada Adrian lelaki tampan satu ini berbeda dengan teman-temannya ia lebih suka sendiri dan membaca buku diperpustakaan jika ada wants luang atau saat pembelajaran kosong ia menyempatkan diri untuk pergi keperpustakaan untuk sekedar membaca buku-buku yang ia sukai seperti novel, trilogi, ensiklopedia dan sebagainya biasanya ia membaca buku dengan mendengarkan lagu di earphone yang memasang di telinganya seraya memberi ketenangan untuknya membaca buku, dan satu lagi dia orangnya cenderung pendiam dan tertutup tak semua orang bisa memahaminya.