Lipra (Aulia & Prasetya)

Lipra (Aulia & Prasetya)
Episode 05 Diantar Pulang



Bel berbunyi yang artinya semua murid sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumahnya masing-masing.


Kini di kelas IPA 7 telah melangsungkan pembelajaran jam terakhir yang mana adalah pelajaran kimia.


”baiklah anak-anak pembelajaran ibu akhiri sampai di sini, ibu akan lanjutkan minggu depan jangan hampir lupa tugas yang ibu berikan kepada kalian harap dikumpulkan dimeja ibu minggu depan” ucap guru tersebut.


”karena bel sudah berbunyi,,, sekian pembelajaran ibu hari ini terima kasih kalian sudah berkenan mendengarkan ibu walaupun dari wajah-wajah kalian sudah bosan atas menjelaskan yang ibu terangkan didepan tadi,,,jadi sampai jumpa minggu depan” ucapnya lagi demikian.


Serentak murid menjawab, ”iya bu”.


Setelahnya guru tersebut pun keluar dari kelas 10 IPA 7.


Beberapa murid sebagian ada yang sudah keluar kelas dan sebagiannua lagi ada yang sedang melakukan piket membersihkan kelasnya yang sudah seperti kapal pecah,,,supaya besok tak lagi melakukan piket lagi.


”Ray gue pulang duluan yah” pamit Ashilla pada Aulia.


”iya hati-hati La” jawab Aulia.


Setelahnya Aulia pun menyandang tasnya menggendongnya dipunggungnya kemudian melangkah keluar kelas,,, ia berjalan dengan gontainya menyelusuri lorong-lorong kelas yang sudah mulai sepi karena bel berbunyi sudah dari sepuluh menit yang lalu.


Kini Aulia tengah berjalan menuju gerbang depan sekolahnya setelah sampai di depan gerbang yang ternyata didepan gerbang itu sudah sepi Aulia pun memilih menunggu jemputan dari supir yang sudah siapkan Papahnya,,, namun supir yang ia tunggu-tunggu sedari tadi tak kunjung sampai.


”duh Pak Adi kok nggak ngangkat telpon gue yah”.


Aulia bingung sendiri dikarenakan supirnya tak kunjung mengangkat telponnya entah sudah berapa kali ia menelponnya hingga baterai handphonenya telah tersisa 1% saja yang sepertinya akan mati sebentar lagi.


”Yaaaa mati lagi handphone gue,,, gimana nih sekolah juga udah mulai sepi,,, masa gue jalan kaki kerumah”.


Tampak dari kejauhan terdapat seorang yang baru keluar dari dari pelataran sekolah dengan motor ninjanya dan helm full face-nya yang terpasang pada kepalanya,,, seketika pandangan orang itu tak sengaja melihat seorang gadis yang berdiri sendirian didepan gerbang sekolah.


“Aulia” gumam orang itu.


Tanpa pikir panjang orang itu memberhentikan motor ninjanya tepat didepan Aulia. Ya Aulia gadis yang baru ia temui tadi pagi. Lalu ia membuka kaca helm full face-nya kemudian menatap gadis itu yang juga menatap dirinya.


”belum dijemput lo?” tanya orang itu.


Aulia yang mengenal suara itu bergumam, ”Prasetya”.


Aulia menggeleng sebagai jawaban.


Lalu Pras mengambil satu helm yang memang selalu ia bawa di jok belakang motornya,,, kemudian ia memberikan helm tersebut kepada Aulia.


”nih”.


Aulia mengerutkan keningnya,,, tercengang tak paham apa maksud Pras memberinya helm.


Seketika Aulia bertanya, ”buat?”.


Pras berdecak, ”buat lo”.


”hah”.


”udah deh nggak udah kebanyakan hah heh hah heh buruan pake pegel nih tangan,,, gue anterin lo pulang” keluh Pras pada Aulia yang kunjung menerima helm darinya.


Kemudian Aulia menerima helm tersebut lalu memakainya begitupun dengan Pras ia menutup kembali helm full face-nya dan menghidupkan mesin motornya dengan Aulia yang sudah ada diboncengannya.


Lalu setelahnya ia melajukan motor dengan kecepatan sedang tidak seperti biasa saat ia mengendarai motor sendirian,,, jika ia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi yang ada gadis dibelakangnya merengkuh ketakutan dengan model mengendarainya yang tidak bisa dibilang biasa saja.


”alamat rumah lo dimana?”.


”hah apaan?”.


Ia rasa sepertinya gadis dibelakangnya ini tidak mendengar apa yang ia ucapkan ia pun merendahkan laju motornya sehingga menjadi pelan laju motornya.


Lalu Pras mengulang pertanyaannya, ”alamat lo dimana?”.


Setelah mendapatkan jawaban ia kembali melajukan motornya dengan kecepatan standart.


Tak perlu waktu lama kini motor yang tumpangi Aulia telah berhenti tepat di depan gerbang pekarangan rumahnya.


Lalu Aulia turun dari motor gedenya Pras dan membuka helm tersebut kemudian ia kembalikan kepada Pras.


”thanks ya Pras udah nganterin gue pulang”.


Pras menganggukkan kepalanya, ”sama-sama”.


”yaudah kalo gitu gue balik ya” pamit Pras pada Aulia.


Aulia mengangguk, ”iya hati-hati Pras”.


Pras kembali menutup kaca helmnya lalu menghidupkan mesin motornya dan melajukan motornya meninggalkan pekarangan rumah megah milik Aulia,,, ditatapnya punggung yang perlahan hilang dibalik udara.


Kemudian Aulia membuka gerbangnya dan masuk kedalam rumahnya tak lupa ia menutup kembali gerbangnya lalu berjalan menuju pintu utama setelah ia sampai di depan pintu utama ia dikejutkan oleh kehadiran kakaknya yang sepertinya baru pulang dari kampusnya yang kini sedang bersedekap dadadi depan pintu utama yang menatap lurus ke arahnya.


”kakak” panggil Aulia yang terperanjat kaget atas kemunculan kakaknya yang tiba-tiba ada didepan pintu utama


”darimana aja kok baru pulang Dek?“ tanya Alfian terhadap Adiknya.


Alfian Rayka Anggara kakak dari Aulia Arayka Fasyilla yang mana ia selalu overprotective terhadap Adik perempuannya bagaimana tidak protective ia adalah Adik satu-satunya jadi Alfian diwanti-wanti oleh kedua orang tuanya untuk menjaga Adik perempuannya itu dengan baik-baik. Seperti ya ia lakukan sekarang menunggu Adiknya pulang sekolah dan setelah Adik5 pulang ia tidak sengaja melihat Adiknya diantar seorang lelaki yang entah siapa Alfian pun tak tahu yang jelas sekarang dalam pikirannya saat ini lelaki itu tidaklah lelaki baik-baik.


“nggak dari mana-mana kok” jawab Aulia.


”terus yang tadi anter kamu pulang siapa?” tanyanya dengan raut muka yang seperti mengintimidasi pelaku kejahatan.


Saat ingin menjawab pertanyaan Alfian,,,kakaknya itu malah bertanya kembali yang membuatnya mengurungkan niatnya untuk menjawab pertanyaan Alfian.


”kenapa nggak nelfon kakak sih hah?,,,seenggaknya kalau supir kamu nggak bisa jemput kamu kayak sekarang kan bisa hubungi kakak,,,, kakak kapan aja bisa luangin waktu buat jemput kamu kok nggak perlu diantar-antar kayak begitu sama laki-laki lagi diantarnya”. Cerocos Alfian seraya menyindir membuat Adiknya mengerutkan keningnya.


“kakak nyindir?”.


”coba jawab kakak tadi siapa yang anterin kamu pulang?” tanyanya dengan mode serius.


”itu tadi teman aku doang kok kak” jawab Aulia seakan tak takut dengan tatapan kakaknya


Aulia mengela nafasnya, ”kakak dengerin Ray dulu”.


”oke coba jelasin”.


Aulia menghela nafas lagi, ”jadi tadi itu aku udah telfon Pak Adi beberapa kali udah nggak kehitung tapi nggak diangkat-angkat terus habis itu handphone Adek lowbet jadi nggak bisa hubungin kakak,,,, tapi untung ada temen Adek yang kebetulan lewat yaudah Adek bareng dia buat anterin Adek pulang,,,, kakak percaya kan sama Adek?” jelas Aulia


Mendengar penjelasan dari Adiknya seketika Alfian tersenyum lalu mengacak-acak rambut Adiknya pelan kemudian membalikkan badannya dan berlalu dari hadapan Adiknya kemudian masuk kedalam rumah.


Setelahnya Fasyilla selaku ibu dari Alfian dan Aulia keluar dari rumah yang tadi sempat mendengar ada keributan kecil yang sudah ia duga pasti kedua anaknya.


Aulia membatu ditempat tak habis pikir dengan kakaknya itu, ”so, cuma gitu doang”.


”kenapa sih sayang hm?” tanya Fasyilla pada anaknya.


”kakak tuh Mah,,,, kambuh lagi sifat overprotectivenya”.


Jawaban Aulia membuat Fasyilla geleng-geleng kepala tak habis pikir dengan anak sulungnya itu yang sepertinya terlalu overprotective terhadap Adiknya.


”udah biarin kayak nggak kenal kakak kamu aja,,, yaudah masuk yuk ganti bajunya habis itu makan Mamah udah siapin makanan buat kamu” ajak Fasyilla.


Aulia mengangguk lalu keduanya memasuki rumahnya.


...****************...