
Kini di Markas Vendos tampak Faisal dan Hana sedang membicarakan sesuatu hal entah apa itu hanya mereka berdua yang tahu.
”Bang, lo serius mau tolongin temennya Sanja?” tanya Hana masih ragu atas menuturan Faisal barusan.
Perlaha Faisal menganggukkan kepalanya, ”gue pasti bakalan turun tangan kalo Sanja udah minta tolong sama gue, Han” kata Faisal.
”lo ingat kan pesan yang diamanahin buat kita dari Mbak Kurnia” ucapan Faisal mengingatkan Hana pada kejadian itu.
Flashback On.
Faisal dan Hana sedang berada di kamar rawat Kurnia wanita paruh baya itu sedang terbaring lemah namun masih membuka matanya.
”Han, Sal” panggil Kurnia sontak keduanya pun mendekat ke Kurnia.
”iya, Mbak kenapa?” tanya Hana.
”gue minta satu permintaan sama kalian berdua, boleh?” tanya Kurnia pada mereka berdua.
Tampak Faisal dan Hana saling menatap satu sama lain dan detik kemudian mereka berdua menganggukkan kepalanya kepada Kurnia.
Kurnia pun tersenyum tipis melihat persetujuan Faisal dan Hana, ”gue minta sama kalian buat jaga Markas Vendos dan jagain selalu dengan sangat anak semata wayang gue dan kedua ponakan gue” tutur Kurnia.
Hana sontak meraih tangan Kurnia yang terdapat infus dipunggung tangannya, ”Mbak, Mbak kenapa ngomong kayak gitu sih” sebal Hana pada Kurnia namun sang empu hanya tersenyum tipis.
”gue cuma minta itu doang sama kalian” katanya.
”Mbak, tanpa Mbak minta kita udah jagain mereka” tutur Hana.
”makasih” kemudian Hana menganggukkan kepalanya, “sama-sama, Mbak”.
”gue minta maaf kalo gue ada salah sama kalian semua ya” ucap Kurnia yang tiba-tiba napasnya tercekat.
”gu-gu-gue sa-sa-sayang kalian semua”.
Deg!!!
Faisal juga Hana terkejut bukan main sangat monitor itu berubah menjadi garis lurus. Hana lalu menggoyang-goyangkan tubuh Kurnia namun tidak ada respon sama sekali dari sang empu. Faisal pun berlari keluar untuk memanggil dokter.
Detik kemudian dokter yang menangani Kurnia masuk ke dalam ruangan dimana Kurnia ada disana.
”mohon Mbak tunggu diluar biar dokter yang menangani pasien” ucap suster itu. Lalu kemudian Hana keluar dari ruangan Kurnia.
***
Menit kemudian dokter yang tadi menangani Kurnia keluar dengan melepas stetoskop dari telinganya. Faisal dan Hana sontak berdiri saat melihat dokter itu keluar dari ruangan Kurnia.
”gimana keadaannya, dok?” tanya Faisal pada dokter tersebut.
Nampak dokter tersebut menghela napas berat lalu kemudian menatap Faisal juga Hana, ”kami sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi Tuhan lebih sayang kepada Ibu Kurnia",, dokter itu menarik napas panjang dan menghembuskannya kembali lalu berucap, ”beliau sudah tiada” sontak tangis haru Hana memuncak dan dengan cepat Faisal memeluknya erat ia juga merasakan kesedihan yang sama dengan Hana.
Dari kejauhan langkah kaki yang begitu cepat menghampiri Faisal juga Hana didepan ruang rawat Kurnia.
”Ical, Hana” panggil pria itu.
Faisal sontak menoleh ke sumber suara itu, ”Mas Jaya” ucap Faisal.
”istri gue gimana?” tanya Jaya panik.
”ada didalam, Mas masuk aja” ucap Faisal. Jaya adalah suami Kurnia ia sudah mengetahui saat tadi Faisal menghubunginya.
Jaya masuk ke dalam dengan tergesa-gesa menghampiri istri tercintanya itu.
”suster istri saya kenapa?” tanya Jaya saat selimut putih itu menutup seluruh tubuh sang istri.
”istri Bapak sudah meninggal dunia, Pak” ucap suster itu seketika kaki Jaya melemas tak kuat lagi rasanya ia melangkah ia menangis sejadi-jadinya dilantai itu.
Suster yang ada disana sudah keluar dari ruangan Kurnia hanya tersisa Jaya dan jasad istrinya yang sudah ditutup dengan selimut putih disekujur tubuhnya. Perlahan Jaya bangun menguatkan tubuhnya untuk berdiri dan menghampiri istrinya itu. Ia buka perlahan selimut yang menutupi sekujur tubuh istrinya. Tampak Jaya sudah berlinang air mata menatap istrinya yang sudah tidak lagi bernyawa dan bernapas.
Dielusnya surai rambutnya yang mulai memutih tetapi wajahnya yang masih tetap cantik.
“sayang, bangun kamu nggak boleh ninggalin aku dan Sanja kita masih butuh kamu, Sayang” bisik Jaya terisak tangisnya namun wanita itu ternyata sudah tak membuka matanya kembali. Dipeluknya sang istri tercintanya untuk yang terakhir kalinya.
Flashback Off.
*****