Lipra (Aulia & Prasetya)

Lipra (Aulia & Prasetya)
BAB 27 Ungkapan Sebuah Rasa yang Terpendam Dalam Hati



     5 Bulan Kemudian..........


     Di sebuah taman kota tampak Aulia sedang duduk termenung disana menunggu seseorang yang tadi siang menyuruhnya untuk menuju ke taman kota ini tetapi yang ditunggu tak kunjung memunculkan dirinya dihadapan Aulia.


     Aulia berdecak, ”lama banget sih. Udah dua jam gue disini nggak ada tampang-tampang dia muncul” kesal Aulia.


     Seketika dari arah belakang tampak Prasetya sedang berdiri dibelakang gadis itu ia pun tersenyum tipis memandang gadis itu dari arah belakang. Dan perlahan Prasetya melangkahkan kakinya mendekat ke arah Aulia yang sedang duduk disana.


     ”nunggu lama ya?”.


     Sontak Aulia jadi terdiam sebentar lalu menoleh kebelakang, ”Pras?”. Tampak Prasetya hanya tersenyum tipis ke arahnya. Lalu tanpa pikir panjang Aulia segera berdiri kemudian mendekat ke arah Prasetya dan memeluknya erat menumpahkan semua kerinduan dalam hatinya selama lima bulan ini.


     Prasetya membalas pelukan Aulia , ”gue kangen sama lo, Li” ucap Prasetya. Membuat Aulia mengeratkan pelukannya.


     ”gue juga, Pras” jawab Aulia.


     ”maaf ya lima bulan kemarin gue bikin lo panik” ucap Prasetya.


     ”nggak apa-apa yang penting sekarang gue udah bisa ketemu lagi sama lo” kata Aulia.


     ”lo udah mulai ada perasaan sama gue?” tanya Prasetya tiba-tiba membuat Aulia segera mengurai pelukannya pada Prasetya.


     ”Pras, gue sebenarnya mau ngomongin ini sama lo udah lama tapi karena kejadian itu jadi niat gue buat ngomong terurungkan” jawab Aulia.


     ”yaudah sekarang lo ngomong apa aja yang ada didalam hati lo. Sebisa mungkin akan gue terima walau nanti hasilnya nggak sesuai harapan gue” ucap Prasetya.


     ”jangan ngomong kayak gitu Pras gue jadinya nggak bisa ngetawain semuanya” ucap Aulia Prasetya tersenyum.


     ”iya iya maaf, yaudah apa gue siap buat dengerin” kata Prasetya.


     Aulia terdiam sebentar lalu menghela napas panjang kemudian menatap wajah Prasetya, ”Pras, setelah apa yang udah lo lakuin bersama gue. Gue jadi sadar bahwa lo itu sebenarnya baik banget tapi terkadang ada satu sesuatu yang bikin gue jadi sebel sama lo” Lantas Prasetya hanya tersenyum saat mendengarkan perkataan yang keluar dari mulut Aulia.


     ”Pras, ini sebelumnya udah gue ungkapin ke lo waktu lo lagi diruang operasi tapi gue bakal ungkapin lagi sekarang kalo gue.............” Aulia menjeda kalimatnya dan Prasetya menunggu kata-kata yang akan terlontar dari mulut Aulia.


     ”gue............gue..............gue sayang sama lo, Pras” ungkap Aulia membuat Prasetya diam dan terus menatap mimik wajah Aulia.


     ”Pras, kok lo diem? Lo nggak suka ya gue sayang sama lo?” tanya Aulia seketika Prasetya terkesiap, ”enggak, gue juga sayang sama lo, Li” ungkap Prasetya selanjutnya.


     Lalu Prasetya meraih kedua tangan Aulia dan menggenggamnya kemudian Prasetya menatap kembali wajah Aulia.


     ”Li, gue tau lk sempet nggak mau terima perjodohan orang tua lo. Tapi setelah sekian pengorbanan gue untuk lo jatuh cinta sama gue. Itu terjawab sekarang lo udah mulai jatuh cinta sama gue” ungkap Prasetya.


     ”jadi gue disini gue mau ungkapin semua isi hati gue sama lo, Li” ungkap Prasetya lagi.


     Tampak Prasetya mengeluarkan sebuah kotak kecil lalu ia membukanya dan ia perlihatkan ke arah Aulia setelah itu ia berlutut didepan Aulia dengan satu kaki yang menjadi tumpuannya pada tanah. Aulia yang tak menyangka akan apa yang dilakukan Prasetya gadis itu terkejut dalam diam.


     ”Aulia Arayka Fasyilla lo mau jadi pacar gue?” ungkap Prasetya kemudian lantas Aulia tampak bingung ia harus menjawab apa.


     Aulia terdiam berpikir sejenak untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Prasetya kepadanya.


     “Terima!!!!!!! Terima!!!!!!! Terima!!!!!!” Aulia sempat terkejut dengan suara teriakan dari arah sana ia pun menoleh ke arah sana mendapati Ayya, Ashilla, Nadia, Syaka, Bima, Ravindra, Rassya, Adrian, dan juga Kurniawan yang sedang menyoraki Aulia untuk segera menerima ungkapan dari Prasetya.


     ”Pras, lo udah baikan sama Adrian?” tanya Aulia tiba-tiba.


     Prasetya berdecak, ”gue pikir mau jawab pertanyaan gue”.


     Aulia menghela napas panjang lalu tersenyum tulus menatap Prasetya, ”gue terima lo jadi pacar gue” seketika kesembilan remaja itu bersorak kegirangan mendengar jawaban dari mulut Aulia.


     Seketika Prasetya bangkit, ”seriusan Li?” tanya Prasetya memastikan.


     Sekarang berganti Aulia yang berdecak, ”gue nggak bilang dia kali ya buat ini” jawab Aulia seketika Prasetya meraih tangan kiri Aulia lalu memasangkan cincin berlian itu ke jari manis Aulia.


     Prasetya hendak memeluk Aulia tetapi gadia itu menahannya, ”ett apa peluk-peluk?”.


     ”ya gue mau peluk lo masa nggak boleh” ucap Prasetya.


     ”nggak boleh. Pertanyaan gue aja belum lo jawab tadi main peluk-peluk aja” kata Aulia.


     ”pertanyaan apa sih?” tanya Prasetya.


     ”tuh kan lupa” rengek Aulia.


     ”soal Adrian udah baikan sama gue?” kemudian Aulia pun mengangguk, ”iya”.


     Prasetya menghela napas kasar lalu berkata, ”gue udah baikan sama Adrian” jawab Prasetya.


     ”kapan? Kok gue nggak tau?” tanya Aulia.


     Tanpa menjawab pertanyaan dari Aulia Prasetya pun langsung memeluk erat tubuh Aulia menghiraukan pertanyaan Aulia barusan.


     ”ihhh Pras jawab dulu” rengek Aulia.


     ”nanti aja gue mau peluk lo dulu” kata Prasetya membuat Aulia diam tidak merengek seperti tadi lagi.


     Perlahan Aulia pun membalas pelukan Prasetya lalu berkata, ”gue sayang lo Pras”.


     Prasetya tersenyum, ”gue juga Li” jawab Prasetya.


     ”apa?”.


     ”gue juga sayang sama lo” ungkap Prasetya.


     Kesembilan remaja itu hanya memandang kedua sejoli yang sesama menumpahkan kerinduan masing-masing. Perjalanan kisah Prasetya dan Aulia begitu panjang sehingga pada akhirnya kini mereka bersama-sama kembali dalam ikatan sebuah hubungan percintaan.


     Kini kisah mereka berdua harus berakhir sampai disini. Semoga kedepannya mereka berdua bisa bertahan untuk hubungan mereka berdua. Sekarang Prasetya dan Aulia pamit dulu ya sampai bertemu di cerita selanjutnya.


     *****


     End.