
tak lama kemudian rudi pun datang " bapak sudah pulang " ucap pelayan yang sedang bersih bersih di ruang tamu , dan lansung berdiri memberi hormat pada rudi " iya bi , ibu di mana bi ? " tanya rudi pada pelayan tersebut. " ibu di kamar bapak " ucap pelayan dengan sopan " oh " ucap rudi singkat , langsung ke kamar milik nya dan viana .
" mama ida siap " mengagetkan viana yang baru saja keluar dari kamar mandi . " ih papa sukanya ngaketin mama " ucap viana manja pada suaminya , " papa suka ya kalau mama jantungan gara gara ulah papa " sambung viana , rudi tersenyum sesaat mendengar celotehan istrinya dan langsung mencium bibir mungil istrinya . " kamu cantik ma , bibir kamu manis , papa jadi pengen makan mama" ucap rudi " ish papa , jadi makan bareng sama pak salman gak " ucap viana mengalihkan pembicaraan " jadi dong , tapi papa mau mama sekarang " ucap rudi " papa mandi dulu gih sana bau kecut " menghiraukan permintaan suaminya . " ya udah deh mama gak mau papa gak maksa " ucap rudi memelas. tak lama kemudian viana sudah siap dengan penampilan yang cantik dan anggun . meninggalkan kamar dan melihat apakah dinda sudah siap atau belum .
" kamu udah siap " ucap viana melihat dinda
" udah mau selesai kok ma " jawab dinda melihat viana " wow ma , kok cantik amat dah" ucap dinda melihat ibundanya , " kapan mama gak cantik itu mama itu udah cantik dari lahir " centil rudi pada viana dan sedikit mengerjai anaknya. " ish papa udah ah gak malu apa di lihat dinda " ucap viana malu pipinya sudah semerah tomat yang baru matang " ah mata dinda di nodai oleh kejadian dewasa , ah dinda dak kuat " teriak canda dinda " ah papa buat malu papa aja dah " bisik viana pada telinga rudi , wajah kini benar benar merah .
" hahahaha " tawa menggelar ke luar dari mulut , itu membuat manusia yang ada di sana berdigik ngeri , karena tawa piskopat rudi " ma, pa dinda udah siap , ayo kita berangkat sekarang " ajak dinda . dinda , viana , rudi turun di ikuti oleh pelayan di dibelakangnya . " tunggu di sini dulu papa ambil mobil di bagasi dulu " ucap rudi pada viana dan dinda , tak lama kemudian mobil keluar dari bagasi , " yuk kalian masuk " . dinda dan viana tanpa pikir panjang langsung masuk kedalam mobil , " kalian siap , kita jalan sekarang " ucap rudi seakan seperti pembalap nasional tingkat atas . dinda dan viana hanya mengangguk, menandakan bahwa sudah siap , perjalanan berjalan dengan lancar tanpa pembicaraan .
jangan lupa dukung author dengan vote , like , dan komen apa pendapat kalian karena itu menjadi motivasi author buat terus mengembangin novel ini.
oh iya mampir juga ke chat story ku " My family " isinya chat gak jelas dari keluarga dan orang terdekatku. main yuk biar tau kehidupan ku dalam dunia chat seperti apa . ya kepo sekali kali gak papa kan hehehe
udah ya aku sayang kalian muach 💋