
Lagi pula Rio tak bermasalah dengan keputusan yang di ambil oleh kakeknya, karena pada akhirnya perusahaan akan jatuh juga ke tangannya.
" udah selesai kan ngomongnya, Dinda pamit dulu ya, Dinda capek mau tidur " hendak meninggalkan ruang baca
" eh, enak aja kamu pikir pembicaraan ini udah selesai. masih ada pembicaraan yang lebih serius dari ini! "
" papa..., badan Dinda lengket semua pa, bau keringat " memelas agar Rudi melepaskannya
" kamu mandi di sini!, bibi bawain baju ganti buat kamu " ucap Rudi tegas tidak ingin putrinya membantah
" tapi pa...,, " Dinda melirik ke arah Rio yang duduk di sebelahnya
" Rio ikut om, ke teras main ludo " Rudi mengerti maksud putrinya
Rio dan Rudi ke teras, sedangkan Dinda masuk kamar mandi
.
.
" Rio? "
" iyah om? "
" apa Dinda masih suka berakting di sekolah? "Rudi tau anaknya berbakat dalam hal ini, Rudi juga tidak mempermasalahkan itu. lagi pula itu baik untuknya agar identitas yang sebenarnya tidak terungkap.
" yah terkadang, dia kerap memulai drama di sekolah. bahkan uks sempat penuh karena akting ya sangat memukau " ucap Rio jujur
" hahaha, aku kira tidak akan separah itu. " Rudi tidak percaya, bahwa uks sekolah penuh karena akting anaknya
" om bisa tanyakan pada pak Hamid, jika tidak percaya "
" oh,, Hamid masih hidup rupanya dia. apa kau punya kontaknya aku ingin menghubungi teman lama ku "
" saya akan kirimkan lewat WhatsApp om "
.
.
" nona ini baju anda " membawakan baju dan handuk untuk ku
" iyah bi, taruh aja di meja deket pintu " ucap dari dalam kamarnya mandi
.
.
" halo Ham, lo masih ingat gue gak?" Rudi menelpon teman lamanya
" halo ini siapa ya?, jangan sok kenal! " canda pak Hamid
" eh,, kurang ajar lo!. kenapa lo gak mati aja sih? "
" eh yang kurang ajar itu lo, ke mana aja lo selama ini hah?. balik-balik masukkin anak ke sekolah gue gak izin lagi "
" gue orang sibuk gak ada waktu buat urusin lo " canda Rudi
" heleh bilang kangen aja susah, gue tau lo mata-matain gue kan lewat anak sama calon mantu lo "
" kangen sama lo, dih narsis gak ilang-ilang ya. soal perjodohan itu lo tau dari mana?, jangan-jangan lo yang kangen sama gue, sampai mata-matain gue. hahaha "
" gimana gak tau coba, Dinda pakek kalung turunan dari keluarga Agung, terus Rio pakek cincin turunan dari Rahmat.yang gak bakal bisa di dapatkan kalau gak ada hubungan perjodohan " jelas pak Hamid di seberang sana
" ingatan lo tajam juga ya, masih ingat tradisi kuno itu " puji Rudi
" gila ya lo?, anak masih pada bocah lo jodohin lo paksa nikah!. " sindir pak hamid
" ya, lo tau kan Kahanan group ini bukan milik gue, gue harus balikin ke pemiliknya, dan Dinda bakal gantiin gue di posisi ini "
" otak lo ke mana sih Rud,, Dinda itu cewek lo Rud,, masa lo tega biarin anak lo begaul dengan dunia gelap.. lo tau sendiri kan dunia gelap itu berbahaya Rud,, apalagi anak lo cewek. gak punya hati lo emang! " pak Hamid tidak percaya bahwa nanti anak perempuan Rudi lah yang menjadi pengantinya kelak
" itu beda Rud, uks penuh gara-gara anak lo. aktingnya terlalu menjiwai apa lagi ekspresi wajahnya sangat cepat berubah sama kayak kakak ipar(mama Dinda) "
" anak siapa dulu " Rudi membanggakan dirinya sendiri
" heh!, itu anak kakak ipar bukan anak lo "
" heh!, lupa lo lupa apa pikun, gue yang nabur benihnya, gak ada gue gak bakal ada Dinda yang sekarang! "
" hah,, ya udah deh ngalah gue sama orang gila kayak lo. capek gue "
" gue tutup ya?, gue ada urusan " Rudi melihat anaknya duduk bangku teras bersama Rio
" udah selesai Pa? " kesal menunggu Rudi lama menelpon teman lamanya, yang tak lain adalah pak Hamid
" seperti yang Andinda lihat, yuk masuk! " perintah Rudi
" katanya masih ada yang perlu di omongin tadi apa? Dinda udah ngantuk nih! "
" berani ya kamu sekarang?! "
" Andinda belajar dari papa! "
" seminggu lagi kalian tunangan, lalu sebulan setelahnya kalian sudah lulus sekolah kan?, dua hari kemudian kalian akan menikah " menjelaskan agenda yang sudah di siapkan sejak lama
" bukan kah itu terlalu cepat?? " Rio dan Dinda kaget, tak di sangka waktu berjalan begitu cepat.
Rasanya baru saja kemarin bertengkar hebat, memulai drama bersama dan seminggu lagi kita menjadi tunangan resmi' batin Rio
" pah..., Dinda masih mau kuliah pah. Andinda gak mau nikah muda! " tolak Dinda
" Satrio, juga om " ikut menolak agenda yang di buat oleh Rudi
" keputusan papa mutlak! " tidak mau ada yang membantah keinginannya
" tapi pa...,, Dinda gak mau hamil muda. Dinda masih mau ngejar pendidikan pa,, Dinda mohon " Dinda memohon dan berlutut di kaki Rudi.
entah kenapa Rio, tertarik dengan apa yang di lakukan Dinda. Sehingga membuatnya mengikuti drama kecil yang di buat oleh Dinda.
" lo ngapain sih?, ngikutin gue mulu! " melirik ke arah Rio
ia merasa kesal pada pria yang selalu mengikutinya apapun yang ia lakukan, seperti sekarang bersujud di kaki ayahnya.
ah aku perasaan kalau saja, ia masuk ke dalam sumur atau jurang, apa dia akan mengikutinya juga?' menyipitkan matanya
" gue gak mau nikah muda, sama kayak lo! " membalasnya
" pakai cara lain dong!, kreatif dikit napa jadi manusia! "
" eh!,, apa ini??!!!. kalian berakting di depan ku? " Rudi melihat putrinya dan calon menantunya memainkan drama kecil di depannya, menyuruh mereka berdiri dan duduk di tempatnya
" tau nih ikut-ikut mulu kerjaannya, gak kreatif jadi makhluk lo!. liat aja orang yang suka ikut-ikutan nantik pulang di sambar petir! " ucap Dinda tanpa sadar
" Andinda Anjani Putri Rahmania!!, berani kamu??!!! " bentak Rudi
" lah abis gak kreatif pa,, nanti kalau
misal Dinda masuk sumur atau masuk jurang masak mau ikutan "
" jangan dongg,, kasihan... minum racun aja ya? " sambung Dinda
" Dinda... " panggil Rio
" apa sayang??, mau minum racun " tawar Dinda
" sudah-sudah, Dinda kenapa kamu gak berprilaku seperti ini di sekolah mu? hah?? jawab ayah!! "
sebenarnya ayah sama papa ini sama ya gyus, jangan ambil pusing kalau papa itu pas Rudi tanya baik-baik, terus kalau ayah Rudi lebih ke arah membetak, marah atau masalah Dinda sebagai putri dari seorang mafia. gitu gyus