
Dinda berdiri menatap ke arah tanam rumahnya dan berkata , " lo keluar gak , sekarang ! " bentaknya pada Rio , ia geram pada Rio saat ini karena , Rio tak mau keluar dari kamarnya. " lo kenapa sih ? , mood lo lagi gak baik , hhmm... gimana kalau gua traktir es cream mau gak , sama gerobaknya dah " ajak Rio pada Dinda , karena saat mood Dinda rusak yang paling baik untuk di makan oleh Dinda hanya lah es cream , lagi pula Dinda juga tidak akan pernah bisa menolak jika itu berhubungan dengan es cream . Dinda diam untuk berpikir , " gimana lo mau gak " tanya Rio pada dinda lagi , " hm... oke deh , lo yang bayarin ya kan lo yang ngajak " Dinda menyetujui ajakan rio untuk makan es cream , " eh tapi tunggu sebentar ya , gua mau ganti baju dulu , lo tunggu di sini aja jangan kemana mana " ucap Dinda , " oke gue gak kemana mana kok , paling jalan jalan ke hati lo aja gak jauh kan " ucap Rio rilih , tapi masih dapat di dengar Dinda , " apa yang tadi lo bilang , coba ngomong lagi " Dinda menyuruh Rio mengulang kembali ucapannya perkataannya . " ngak ngomong apa apa sana cepat ganti baju , katanya tadi mau ganti baju " elak Rio , mendengar elakan rio Dinda pun dengan pandangan murung menuju ke arah wardrop , tempat di mana semua bajunya berada .
tak lama dinda keluar dengan tampilan casual yang menawan sehingga Rio tak dapat mengalihkan pandangannya pada dinda . " gimana jadi gak , woi jangan ngelamun napa sih " ucap Dinda kerena melihat Rio yang tak bisa mengalihkan pandangannya pada dirinya sampai sampai membuat wajah Dinda menjadi merah tomat . akhirnya sampai Rio sadar bahwa wajah dinda sudah tidak ada di depan tatapannya , " eh jangan ngambek dong yuk katanya mau beli es cream satu gerobak deh " ucap Rio yang melihat dinda membalikkan badannya dan menyilang kan tangan di dada , tentu saja saat ini ia sangat marah . " gak mau satu mau nya tiga gerobak " ucap Dinda , lalu membalik kan badannya saat mendengar perkataan Rio ." yuk mau naik apa , motor apa mobil " ucap Rio meminta saran dari Dinda " motor aja simpel , orang cuma mau beli es cream aja kan , tapi bonceng in ya " ucap Dinda memberi saran " siap nona " ucap Rio .
setelah Rio dan Dinda sepakat dengan keputusannya mereka berdua pun keluar bersama dari kamar tersebut , dan kebetulan saat itu Viana lewat di depan kamar milik dinda , Viana bertanya pada anak dan calon menantunya " kalian ini mau kemana ?" tanya Viana pada ke dua anak muda tersebut. " kita mau beli es cream , boleh dinda saya pinjam tante anaknya " ucap Rio meminta izin pada Viana, " boleh kok , hati hati di jalan ya nak " Viana mengizinkan mereka berdua untuk pergi , " dah mah kita berangkat dulu ya " ucap nya lalu mencium tangan ibundanya begitu pula dengan Rio. " tumben nan mereka bisa jalan berdua dengan begitu akrab begini , aku ah foto terus kirim ke papa ah mumpung mereka belum jauh " ucap Viana iseng .Dinda kaget dengan montor yang di bawa Rio tentu saja yang rio bawa saat ini ialah montor ninja kesayangannya " loh kenapa bengong , cepet naik nanti kedainya tutup gimana " ucap Rio menyuruh dinda naik . "lo beneran mau pakai montor ini ? " tanya Dinda , ini pertama kali untuknya naik montor apalagi ini ninja menyuruh dinda naik , " iya emang kenapa lagian , ini montor favoritku , kenapa kok kayak orang kawatir gitu " ucap Rio , " gak papa " ucap dinda , menutupi rasa gugupnya.
oke gyus see u next time 💋❤️.