
" udah bukan apa apa ya kan Yo, Pin " ucapnya dengan kedipan matanya
" kalian bicara yang benar! " bentak ku pada mereka agar jujur padaku, eh ternyata apa aku tak menyangka bahwa teriakan ku begitu menggelegar, membuat semua mata tertuju pada satu arah pada kami.
" kita bicarakan ini nanti sekarang jam pelajaran berikut akan di mulai " ucap Rio membuat ku mundur
aku mengerti tak perlu menatap ku seperti itu'
tap...tap...tap ' suara langkah kaki memasuki ruang kelas ku. yap itu bu Cici guru matematika kelas ini.
" anak-anak hari ini ibu ada rapat tolong kondisi kelas oke "
" bu jamkos dong? " ucap murid laki laki dengan nada riang
" iya, tapi jangan berisik, nantik guru BK kalian datang. kalian di hukum kerena berisik ibu gak ikut ikut lo ya ?"
" siap itu mah, tenang aja semau pasti terkendali " ucap murid perempuan yang duduk di samping murid laki laki an, oh iya ada lagu yang lagi hits nih. "
" yuk ramaikan "
Sejak pertama bertemu dirinya
Hati tak bisa berpaling darinya
Tak ada setitik ragu
Jalani sisa hidup bersama
Hati ini
Terbius candu asmaramu
Namamu melintang di hatiku
Kemilau gemintang di hatiku
Senyumanmu oh kasih
Hiasi bingkai asmaraku
Kau menjadi bintang di hatiku
Kemilau gemintang di hatiku
Meski mentari terangi dunia
Sinar matamu kalahkan semua cahaya
Tak ada setitik ragu
Jalani sisa hidup Bersama
Hati ini
Terbius candu asmaramu
Namamu melintang di hatiku
Kemilau gemintang di hatiku
Senyumanmu oh kasih
Hiasi bingkai asmaraku
Kau menjadi bintang di hatiku
Kemilau gemintang di hatiku
Uh, cerita antara kita berdua oh -oh
Wahai pelita nurani
Sinarmu terang abadi
Namamu melintang di hatiku
Kemilau gemintang di hatiku
Selamanya (oh kasih)
Hiasi bingkai asmaraku
Kau menjadi bintang (bintang) di hatiku
Kemilau gemintang di hatiku
Sirna kelam gelap malamku
Kini terang karena cintamu
Bersinarlah gemintang hatiku
Meski Dinda tak mengerti apa arti sepenuhnya dari lagu tersebut namun setiap lirik lagu itu selalu saja membuat air matanya lolos dengan begitu saja. Rio yang melihat Dinda meneteskan air mata menatatapnya dengan tak tega
" eh, lo mau bawa gue kemana? " ucap Dinda kaget tangannya di tarik paska oleh Rio
" ke tempat yang tenang "
" lo mau bunuh gue "
" kalau itu bisa gue bakal lakukan, tapi gue gak bisa "
" kenapa gak bisa, lo kan pangeran sekolah, tuan muda. Apa yang lo gak bisa lakukan?"
jleb kalimat itu tepat menusuk di hati Rio
" kalau gue lakukan itu yang ada, gue di bunuh bapak lo "
" apa urusan ku "
" tentu itu menjadi urusan mu sayang, kau akan menjadi istri ku cepat atau lambat "
" tuan apa kau tak takut jatuh?,tidakkah kau merasa menghayal terlalu tinggi! "
" aku tau kau bagian kan bintang dan, aku hanya rumput yang memandang kagum pada bintang yang bersinar terang. Aku ingin memiliki mu, aku ingin kau ada di sisi ku, tapi aku juga tau kau mungkin untuk ku kau di atas sedangkan aku di bawah " jelas Rio pada Dinda
" ini di mana ?"
" taman belakang sekolah, gak ada orang yang tau tempat ini hanya kau dan aku "
" kau tau tempat secantik ini dari mana "
" waktu gak sengaja tersesat pas ospek dulu pas awal masuk " jelas Rio
siapa wanita ini kalian ada yang tau ilustrasi peran dari siapa dia ini tunggu di episode selanjutnya