Leave The Time To Answer

Leave The Time To Answer
Dinda kenapa?



" Rio, apa lo tau seterang apa pun bintang di langit cahaya itu, akan kalah dengan sinar rembulan "


" ya aku tau itu, sinarnya akan dengan bulan, tapi tidak dengan kilaunya "


" apa kau ingat saat kau kecil, dulu kau sangat rewel " sambungnya


" semua anak kecil rewel Rio "


" semua anak kecil itu berbeda dengan mu sayang. kau itu sangat lucu bila merajuk, kau suka melihat danau dan duduk diam sampai ada orang yang menemukan mu jika tidak, kau akan bermalam di sana "


" kau juga sama, kau duduk diam sambil menuduk di bangku taman yang sepi "


" oke-oke, aku mengaku kalah berdepat denganmu "


mereka diam sejenak menatap langit, memandang kuasa tuhan yang begitu indah


" Din, gue mau nanya "


" nanya apa?"


" kalau misal aku dan Alfin, jatuh ke jurang siapa yang akan kamu selamatkan? "


" B****odoh, itu bukan pertanyaan "


" jawab atau, aku akan menciummu "


" Itu artinya kalian BODOH!. aku akan menyelamatkan kalian berdua, kalian berdua sama pentingnya, untukku mungkin aku mengigalkan kalian "


" aku rasa itu bukan jawaban yang tetap sayang "


" kalau begitu cari saja sendiri jawaban mu "


" oke, kalau begitu begini saja apa arti diri ku dalam hidup mu "


" kau adalah PRIAKU YANG PALING BODOH "


Rio tersenyum mendengar pengakuan Dinda, ya walaupun semua yang di katakan Dinda semua perkataan kotor yang membuat orang bisa menamparnya sewaktu waktu, tapi itu lebih baik dari pada Dinda berkata manis namun penuh dengan Dusta.


" hey, kau pria gila kenapa kau senyum senyum sendiri ?"


" aku senang kau mengakui itu, orang gila itu bebas Dinda. "


" kau masih dua bocah, yang sering bertengkar bila mereka bertemu "


" apa kau tau Bocah yang ku kenal sangat imut ketika tertawa dan tak terasa sekarang bocah itu menjadi gadis yang cantik dan manis "


" hmm, kita sama bocah tengil yang waktu itu juga berubah menjadi pria yang tampan dan perkasa, tapi kau perlu tau dia itu sangat dingin seperti kutub selatan "


" benarkah aku seperti itu? "


" apa aku pernah berbohong padamu? "


" hmm, apa kau mencintai ku? "


" aku tidak tau, yang pasti aku takut kehilangan mu, kau tak akan pergi kan "


" aku tak kan pernah meninggalkan mu sayang, meskipun itu kau yang meminta "


baru aja kemarin rasa bertengkar sekarang apa dasar cinta. Cinta apa itu cinta?


keretak' suara rating patah


" siapa itu " Rio dan Dinda kompak


" Raya Alfin sejak kapan kalian ada di situ "ucap Rio dan Dinda kompak lagi, ternyata mereka dari tadi tidak hanya berdua.


Itu artinya mereka tau semua yang di bicarakan dua insan, ini untung mereka tidak melakukan hal aneh aneh kalau tidak tamat riwayat mereka.


" sejak kapan kalian di sana? " ucap Rio dan Dinda dengan tatapan siap membunuh kapan saja


" ih,cei... dari tadi barengan mulu " kini Alfin dan Raya


" ngomong-ngomong sejak kapan kalian tau tempat seperti ini, kenapa kalian tidak mengajak kita " ucap Alfin


" kalian belom menjawab pertanyaan ku, bagaimana bisa aku menjawab pertanyaan mu " ucap Dinda dengan tatapan sinis


" kita mengikuti kalian aku takut kalian kenapa napa " ucap Raya


" oh ya? " ucap Dinda sambil tersenyum sinis


Mendengar Dinda yang di mata mereka berbeda tentu saja akan kebingungan, sebenarnya Dinda ini kenapa?



hay gyus kenalin aku Andinda anjani putri, panggil aja aku Dinda.