Leave The Time To Answer

Leave The Time To Answer
misi pertama



Dinda diam sejenak memikirkan apa jawaban yang akan di berikan pada ayahnya agar masalah tidak semakin runyam atau di perpanjangan


" kasihan lah yah, masa anak baru jutek banget. Adinda gak mau kesan buruk mereka ke Dinda yah, lagian Andinda sekolah di sana gak lama, jadi Andinda pikir ya gak ada salahnya kalau ada sedikit drama. lagi pula dia tau sifat Andinda seperti apa?. " jelas Dinda pada ayahnya


Rudi tersenyum mengingat tingkah laku Dinda, yang sama persis dengan istrinya( Viana ). Hanya saja istrinya berakting untuk mendapatkan cinta Rudi, beda hal dengan Dinda yang berakting untuk menutupi sifat aslinya.


" aih, kau sama dengan ibu mu " petik Rudi sambil menijat pelapisnya


" tentu saja aku anaknya, bakat ini turun-temurun papa "


" jadi,, kita gak jadi nikah kan om " ucap Rio iseng


" siapa bilang, kalian akan tetap menikah. Masalah kalian akan melajutkan sekolah itu juga sudah ku pikirkan, kalian akan melajutkan pendidikan di stanford " jelas Rudi pada dua anak muda di depannya, namun kedua anak muda ini malah melamun di depannya


lihat apa yang akan aku lakukan untuk kalian' batin Rudi


" untuk masalah keturunan saya dan pak Salman tidak buru-buru, tapi jika kalian ingin memberikan lebih cepat juga tidak masalah " ucap Rudi niat mengoda Rio dan Dinda, tapi nihil


" itu artinya kita masih bisa melajutkan pendidikan om? " tanya Rio


" yah hanya saja beda jurusan, kau dalam bidang bisnis sedangkan Dinda dalam bidang humaniora, " jelas Rudi


" Andinda Rahmania, misi pertama di mulai dari sekarang " menepuk pelan pundak anaknya


" misi apa yang akan ayah berikan, aku harap suatu yang berbobot " Dinda terus terang


" berbobot?, hmm kau ingin yang seperti apa? "


" Andinda ingin yang penuh aksi " menatap mata Rudi dengan penuh keyakinan


" aku berikan, tapi tidak sekarang oke. sesuai dengan permintaan mu misi pertama mu, adalah mengajari calon tunangan mu ini dasar bela diri, karena dunia luar sangat kejam! " Rudi memberikan misi pertama pada Andinda


" hah?,, gak ada yang lain apa?, yang lebih berbobot gitu. bukannya di markas juga banyak yang bisa ngelatih dia " ucapnya melirik ke arah Rio


" huft,, mereka melatih pria sangat tidak baik, ayah rasa pelatihan yang ayah sewa bencong semua " Rudi kekeh dengan keinginan, agar anaknya langsung yang mengajari calon menantunya


Yah walau Rio sudah tau semua tentang anaknya, tapi tetap saja itu masih kurang apa lagi sisi kerasnya Dinda. Rudi hanya merasa kasihan bila nantinya Rio tersiksa dengan sikap kejam istrinya, maka dari itu Rudi memutuskan agar Dinda sendiri yang melatih calon suami, lagi pula gak ada salahnya kan.


Mengingat bagaimana keras dan kejamnya dunia luar, dunia luar saja sudah sangat mengerikan bagaimana dengan dunia gelap.


Menikahi putrinya sama saja secara tidak langsung Rio terjerumus dalam dunia gelap. oleh karena itu ia ingin langsung putrinya lah yang harus mengarjarkan semua pada calon suaminya


" oke jangan salah kan aku jika tulangnya akan patah nantinya "


" kau tega denganku, calon suami mu? " Rio menatap mata Dinda dengan penuh arti


" ingat kua bukan calon suami ku, tapi prajurit yang belum siap tempur. " ucap Dinda ketus


yah ini lah sisi yang belum pernah kau lihat nak, sabarlah aku nyakin kau bisa menaklukkan singa liar ku ini ' batin Rudi, jujur saja Dinda bisa di katakan lebih kejam dalam dunia gelap.


" sekarang bersiap lah!, kalian akan pergi ke tempat pelatihan "


.


.


" kau sudah siap? " tanya ku sebelum memulai penyiksaan


prit...' Dinda meniup peluit menyuruh prajuritnya lari


baru 3 kali ia menuutari lapangan tentara, badannya sudah basah kuyup. penuh keringat bercucuran, ia terlihat sangat kelelahan.


" dasar lemah, gitu aja sudah lemas. cih memalukan! " ketus Dinda


" hay, kabar buruk Ren. gua sibuk, gak ada waktu buat latian di luar " jawab ku tanpa menoleh, karena aku nyakin itu adalah teman masa kecilku, Rendi anak dari scott ku dulu


" kenapa?, apa lo dapat misi yang sulit dari tuan besar? "


" suasana mood gue buruk, gue dapat misi yang membosankan "


" kenapa berhenti?!!, lanjut sebelum gue bilang stop gak boleh berhenti lari! " ucap ku melihat Rio berlari kecil, aku yakin dia akan berhenti.


Rendy sadar bahwa aku tidak sendiri, aku membawa orang lain.


" lo bawa siapa? "


" prajurit "


prit...prit...' tanda agar pria itu berhenti berlari


" Ren, lo ambilin air cepat! "Dinda menyuruh Rendi mengambilkan air untuk prajurit yang di bawa Dinda


" cih,, memalukan begitu saja hampir pingsan " Rendy mengejek prajurit itu, dia tidak tau bahwa prajurit itu adalah calon suami Dinda


" nih, minum lo istirahat dulu di tenda, nanti gue kalau lo denger suara pistol lo harus datang ke arah itu secepatnya " ucap Dinda meninggalkan Rio di tenda


.


.


" mama liat apa ma? " tanya Rudi menghampiri istrinya


" putri kita pa,, udah besar sekarang " ucap Viana


" mama gak nyaka, anak kita udah besar. mama gak merhatian, dia tumbuh dengan baik. mama nyesel pa "


" mama nyesel nurutiin kemauan papa! " tambah Viana memukul dada bidang suaminya


" papa, biarin Dinda tumbuh dengan minim perhatian dari kedua orang tuanya papa jahat! " Viana masih saja memukul dada bidang suaminya


" sayang kalau anak kita limpahkan kasih sayang yang ada dia malah jadi anak yang manja, anak yang lemah, gak punya pendiri yang pasti. papa gak mau anak papa seperti itu " jelas Rudi pada istrinya


" lagi pula kalau bukan Dinda yang menjadi penerus dari kekuasaan papa mau siapa lagi, Rio? "


" Syukur-syukur kalau dia bisa bela diri, setidaknya bisa di andalkan "


" gak harus Dinda atau Rio juga pa, masih ada Rendi kan pa "


" Dinda saja masih belom bisa percaya pada orang itu apa lagi papa "


.


.


Setengah jam berlalu, ia pikir sudah cukup prajuritnya beristirahat. dor,, dor' dua peluru meluncur dari pistol yang di pegang. karena prajuritnya tak kunjung datang, Dinda memutuskan Rendy memanggil Rio.


.


.


**pelatihan yang di berikan Dinda pada Rio gimana gyus?


hehehe sebenarnya adegan di atas cuman mau kasih cuplikan dari " Drama's world " ceritanya akutuh lagi mikirin kehidupan Dinda ama Rio nanti pas benaran Dinda ngewarin tahta ayahnya. gimana gyus udah cocok belom Dinda ganti in posisi ayahnya gyus?, apa kurang keras ya?, hmmm komen dong gyus aku mau tau pendapat kalian.


Btw buat kalian yang penasaran sama karakter setiap tokoh bisa komen di kolom komentar, sekalian besok mau aku kasih visualnya mau gak**?