Leave The Time To Answer

Leave The Time To Answer
bosen



tak lama kemudian viana kembali ke kamar dinda kali ini viana tak hanya satu dua orang yang mengikuti ya , ada beberapa pelayanan yang berjalan di belakangnya dengan membawa beberapa makanan dan minuman .


" loh ada apa ini mam ? " tanya dinda heran saja bisanya ibunya hanya masuk ke kamar nya hanya seminggu sekali tiba tiba saja hari ini ia tanpa di sadari ternyata viana sudah lebih dari 15 kali ke kamar dinda khususnya minggu ini " udah waktunya makan siang , sekalian ajak teman makan bersama " ucap viana , setelah mengucapkan hal itu seperti biasa viana pergi dari kamar dinda .viana sedikit cuek dengan anaknya dan rudi sibuk berkerja , seperti itu lah keluarga dinda bisa di bilang ia kekurangan kasih sayang orang tua yang seharusnya itu penting sekali apalagi di usia remajanya , ia butuh kasih sayang orang tuanya dari kecil dinda sudah di urus oleh pelayan paling tua di sini bi narti lah yang mengurus dinda dari kecil keperluannya dinda dan lain lain .


setelah makan selesai tak lama hari sudah terasa akan segera malam rio dan raya pun akhirnya mereka memutuskan untuk pulang , dan dinda merasa kesepian lagi seperti biasa. " gua bosen hidup gua gini gini aja " guman dinda , " hm... , ngapain ya enaknya holiday , gak bisa bentar lagi ujian , dugem gue gak bisa minum alkohol , ngedate gua gak punya boy friend , duh mati enak kali ya , gua udah perlu pusing lagi " mengurutkan apa yang ada di kepalanya saat ini tanpa sadar bahwa ada orang lain di kamarnya saat ini . " ya sono mati aja lagian gak bakal ada yang peduli " ucap rio membuat dinda terkejut , " heh lo ya masuk kamar orang gak permisi main masuk aja " ucap dinda pada rio yang tiba tiba masuk ke kamarnya , " ngapain harus izin ini kan kamar calon istri ku " ucap ya mengoda dinda yang memang tunangan jika di lihat dari istiadat mereka , tapi tidak dengan masyarakat . " hem lo pikir nikah itu enak " ucap dinda to the point pada rio saat ini karena itu yang ada di pikirkan ya " ya enak , gak enak " ucap rio yang sadar bahwa menikah bukan mainan yang bisa di mainkan oleh anak anak , menikah adalah hal yang sakral , menikah bukan hanya bertujuan hanya untuk bercinta saja namun banyak hal lainnya . hidup berdua dalam atap yang sama mengurus anak , rumah , suami , keuangan , dan lain lain , apalagi kalau sudah ada perdebatan di antaranya harus ada yang mau mengalah kalau tidak ya hancur . " dah ah lo keluar aja dari kamar gua , gua mau tidur " ucap dinda mulai pusing memikirkan hal ini . " oke selamat malam mimpiin aku ya " jail rio dan membuat wajah dinda memerah .


jangan lupa dukung author dengan cara vote , like , dan komen apa pendapat kalian karena itu menjadi motivasi author buat terus mengembangin novel ini


udah ya aku sayang kalian muach 💋