
" hey , ya nantik lo pulang sekolah bareng gue , sekalian besuk dinda , lo Wa ke telpon apalah itu terserah lo yang penting dinda bisa di hubungi " ucap alfin pada raya , " oke " padat dan jelas. jam pelajaran selesai mereka berjalan sesuai rencana seperti apa yang di bilang oleh alfin sebelumnya bahwa ia akan pulang bareng dengan alfin
setelah beberapa menit akhirnya dinda menjawab pesan dari raya dengan mengirim lokasi rumahnya , raya yang melihat bahwa pesannya yang ia kirim ke kepada dinda langsung dilihat oleh raya , dan menyuruh alfin berjalan sesuai dengan arah yang ia berikan " fin habis ini belok kiri " ucap raya sambil melihat google map lokasi rumah dinda " habis ini ke mana lagi nih arahnya " ucap alfin pada raya yang masih fokus pada jalanan . " lulus aja , rumah dinda udah gak jauh lagi kok din " ucap raya . " stop fin stop fin " suruh raya untuk alfin berhenti , dan alfin langsung berhenti secara dadakan " duh fin pelan pelan napa " ucap raya kaget kerena alfin berhenti secara dadakan. " ya sorry lo sendiri suruh berhenti juga dadakan ya mana gua tau " ucap alfin ngelewes , " lumayan nempel dikit " batin alfin , dan tersenyum tipis .
" ya , ini beneran rumahnya dinda ? " tanya alfin yang merasa heran karena melihat rumah dinda yang besar , " iya ini bener kok , sesuai dengan alamatnya kok ( sudah di depan pintu rumah dinda ) " ucap sambil mengetok pintu rumah dinda , " bi , siapa tu ketok ketok bi , coba lihat bi " viana menyuruh bibi . " buk , ini beneran rumah dinda , dinda ya ada " tanya alfin pada pelayan rumah tersebut , raya yang mendengar alfin bicara seperti itu ,tidak sopan terhadap orang tua lansung mencubit kecil pinggang alfin , " aahh ya sakit " rintih alfin kesakitan pada raya ,. " iya ada apa ya mas mbak , cari non dinda " ucap pelayan tersebut . " kita teman ya dinda buk " ucap raya sopan terhadap pelayan tersebut , " siapa bi ,? " tanya viana pada pelayan rumahnya. " ini nyonya , katanya mereka temannya non dinda " pelayan menjelaskan pada viana , " oh , kenapa gak di suruh masuk sih , bi " tanya viana pada pelayan rumahnya , heran kenapa ada tamu kok malah diem aja , gak di suruh masuk. " yuk nak masuk dulu , mau minum apa " sambil masuk rumah , " dak usah repot repot te kita kesini cuman paling sebenar " ucap raya melihat isi rumah yang semua terlihat mewah , dan tersusun rapi . " yuk ke sini tante antarin kalian ke kamar dinda " ajak viana mengantar kan ke dua teman dinda ke kamar milik nya . " gila nih rumah apa istana " ucap dalam hatinya karena melihat rumah besar yang tersusun dengan rapi serta aset yang mewah , " nih nenek moyangnya dinda kerja apa , gila sampai tujuh turunan gak habis habis ni " ucap alfin keheranan bukan main melihat rumah milik keluarga dinda .
jangan lupa vote , like , dan komen apa pendapat kalian karena itu menjadi motivasi author buat terus mengembangin novel ini
udah ya aku sayang kalian muach 💋