
saat ia turun ia sudah mengunakan baju untuk berangkat ke sekolah tapi sayangnya " loh , din kamu mau sekolah sekarang " tanya rudi terhadap dinda , sambil melirik jam tangan mewah miliknya , " iya rencana ya sih gitu " ucap dinda agak sedikit ragu ragu , " kamu yakin , berangkat sekarang " tanya rudi lagi , " ya iya dong , tapi tunggu dinda selesai makan " dinda membalas pertanyaan ayahnya dengan sangat santai , " kamu gak liat jam " ucap viana secara tiba tiba , membuat menyadari dengan matahari yang mulai terik. " huwah , ah dinda telat " ucap dinda dengan wajah panik , " lebih baik kamu istirahat aja di rumah dulu , besok aja sekolahnya salah sendiri mandi kok lama banget " ucap viana sedikit menyindir dinda , " iya ma " ucap dinda.
setelah dinda selesai makan ia kembali ke kamarnya dan menganti baju sekolahnya , dan ia membawa sebuah laptop lalu berjalan ke arah balkon kamarnya ia duduk di sebuah kursi yang fiunya ke arah tanam rumah yang ditumbuhi rerumputan, pepohonan dan bunga bunga yang indah itu membuat mata dinda tak lelah untuk melihatnya . dinda membuka laptop dan ia melihat sebuah web aplikasi komik dan juga novel " nona muda , ini minuman yang nona minta " ucap pelayan dengan sopan , yang mengantarkan minuman berupa jus alpukat , " terimakasih ya bi taruh aja di meja dan , bibi udah boleh pergi " ucap dinda , setelah pelayan tersebut meletakkan jus dinda seperti apa yang di perintahkan ia pun langsung keluar dari kamar dinda , " ini komik gambarnya bagus , teks ceritanya unik , alurnya maju mundur , hhmm... aku suka " dinda memberikan nilai ke pada karya orang yang tak di kenal nya , " duh kebiasaan dinda , gak boleh gitu " ucapnya merasa bersalah karena , sudah menilai karya orang sembarang .
rio yang tiduran di ranjang milik dinda hanya bisa tersenyum , melihat sifat dinda yang seperti itu tak hanya satu kali dua kali rio melihat dinda seperti ini menilai karya orang lain bagus di bilang bagus , jelek ya di bilang jelek , tapi hal itu sudah lima taun yang lalu ternyata hal itu tak bisa hilang sampai saat ini, ya walau ndak ada salah nya sih memberi penilaian . " dinda... dinda ... , kamu kok lucu banget ndak pernah berubah sifat mu itu suka menilai hasil karya orang tanpa berpikir apa kata yang akan keluar dari mulut mu , apa menyakiti persaan seseorang atau tidak kau tak pernah memikirkan itu " mengingat awal pertemuan pertama dengan dinda , gadis kecil imut , lucu , dan cantik , tapi... mulutnya pedas dan juga sifat ketus .
jangan lupa dukung author dengan vote , like , dan komen apa pendapat kalian karena itu menjadi motivasi author buat terus mengembangin novel ini .
udah ya aku sayang kalian muach 💋