
" Dinda lo apain sampai, dia bisa ngomong kayak gitu? " tanya Alfin menarik kera baju Rio
" cukup!, ini bukan salah Rio " ucap Dinda memegang tangan Alfin yang menarik kera baju
" mungkin ini saat kalian tau, siapa aku sebenarnya " ucap Dinda dengan tatapan tajam miliknya
Siapa yang tidak takut dengan tatapan yang mengerikan itu Raya dan Alfin bergidik ngeri. Tapi itu tidak berlaku untuk Rio itu di karanakan, ia begitu mengenali wanita yang sejak kecil bertengkar dengannya.
Apa yang tidak bisa di lakukan wanita ini hampir semuanya bisa di lakukannya, Oh iya satu aku lupa bersih bersih rumah dan memasak jangan harap kalian bisa minta bantuan padanya.
" maksud lo apa Din? " Raya dan Alfin mulai geram rupanya
" yah, seperti ya gak ada yang harus di tutupi lagi. Aku udah tunangan, apa kalian puas dengan peryataan itu "ucap ku sambil merilik ke arah pria ku, tentu saja dia mengerti apa maksudku
" tunangan?, sama siapa?, kapan itu terjadi dan di mana? " tanya Alfin bertuntunan tanpa henti
" hey bisa gak, kalau nanyanya satu satu aja kan kasihan tunangan gue " ucap Rio mengedipkan matanya pada Dinda
" maksud lo apa, heh!. lo kalau ngomong yang bener " Alfin mentabak Rio
sontak saja itu membuat Raya dan Dinda kaget apa yang sebenarnya terjadi bukankah mereka sahabat bagaimana bisa seperti ini.
" gue pikir lo pintar selama ini ternyata masih bodoh aja lo, seharusnya lo ngerti gue sama Dinda udah tunangan. JADI JANGAN HARAP LO BISA DEKETIN DIA." ucap Rio dengan penuh penekanan di kalimat akhirnya, sontak saja itu membuat Raya dan Alfin kaget.
" itu benar Fin, dan sebaik kamu menjauh dariku dan coba buka hatimu untuk wanita lain " membuat Alfin, Raya, dan Rio juga terengah angah kaget. apa maksud Dinda wanita ini seperti teka teki
" maksud lo apa Din?, gue gak paham " Alfin meminta penjelasan dari apa yang di katakan wanita yang dicintainya
" sebaiknya lo lupain gue, gue tau itu sulit tapi lo harus berusaha buka hati lo cewek lain. lo harus bahagia lo berhak mendapatkan itu " jelas Dinda
" Dan lo Ray, kalau lo benar cinta lo harus perjuangan kan sampai akhirnya lo mendapatkan cinta lo. Bukan malah rela di miliki orang lain, sekali pun itu sahabat lo sendiri ingat itu Ray " kini Raya
Ah... Din, udah deh gue gak paham lagi sama tingkah lo, teka-teki lebih baik dari pada lo, atau cara pikir gue aja yang gak nyambung sama nih anak biasanya nyambung kok sekarang kagak.' Rio bergumam.
Rio benar benar tak paham lagi apa yang di lakukan Dinda, biasanya di mengerti apapun gerak geriknya. Apapun yang di lakukannya Rio lah satu satunya yang paham terlebih dahulu apa yang di maksud wanita ini ( Dinda ).
" maksud lo apa?! " dengan serempak Raya dan Alfin bertanya lagi
" maksud gue simpel cinta ada karna kalian saling menerima satu sama lain, jika kalian sudah sanggup menerima kenyataan itu. cinta akan hadir dengan sendirinya " jelasnya lagi pada dua temannya
" Fin, lo lupain Dinda mulai sekarang dan lihat Raya mulai sekarang " Rio menepuk pundak temannya
Hay teman teman kenalin nama aku Nayraya putri hermawan, biasa di panggil Raya