Leave The Time To Answer

Leave The Time To Answer
bertarung



Mata tidak pernah salah, dinda jika ia berbohong atau menipu aku yakin itu tidak akan bertahan lama. "Keyakinannya teguh


"kalau begitu apa yang kau lihat? Ayo, katakan pada ku . "Tanya dinda


"Apakah kamu mencintainya ? "Bertanya lagi tanpa menjawab pertanyaan


Apa ini? Dia belum menjawab dan bertanya belum! Menantang dia? 'pikiran dinda tampak bingung pada wanita ini di depannya.


Apalagi dengan peryataan bodoh itu!. cinta?, apa itu? aku tidak mengerti dengan hal bodoh yang seperti itu.


"Kau beruntung, tapi kau tidak mencintai Rio sama sekali, tapi setidaknya kau merasakannya. Dan aku yakin cepat atau lambat kau akan jatuh ke dalam pelukannya juga. "Tutur kata yang murni


Apa dia seorang peramal?, dia berbicara seakan dia mengetahui segalanya?. seolah-olah dialah yang menuliskan takdir ku saja


"Let time answer everything" ucap dengan santai dan berhenti tetap di depan rumah Raya


" makasih ya Din, lo mau mampir dulu gak? " tawar Raya, yang baru saja turun dari mobil milik Dinda


" terima kasih kembali, gak lain kali aja ya Ray. Dah Ray "


" putar-putar, oh putar-putar, oh pusing kepala " Dinda memutarkan kendali mobilnya. setengah perjalanan, handphone nya berdering


berengsek is calling


lo di mana, cepet pulang!"


gue di jalan, ada apa lo di rumah?"


ya, Ayahmu ingin bicara dengan kita"


pikirkan apa yang akan di dibicarakannya nanti!"


ini tentang kita!"


20 menit lagi gue sampai"


oke gue tunggu"


si bawel


tut' sambungan telepon terputus


" hey keluar kau!, atau akan aku hancurkan kendaraan mu yang mulus ini! " sekelompok orang yang badannya penuh dengan tato dan rokok di tangannya


" oh mau menatang ku rupanya " Dinda, melepaskan seragam sekolahnya


Dinda keluar dengan kaos polos, hotpants dan tak lupa dengan sarung tangan yang melapisi telapak tangannya


" oh,, bos lihat gadis ini sangat menarik " anak buah dari preman


" mau apa kalian!!? " Dinda bersandar body depan mobil


" wanita yang menarik awalnya, aku hanya mau sedikit harta mu saja. tapi sekarang aku berubah pikiran aku juga ingin mencoba sedikit tubuhmu " melihat pelaminan Dinda dari atas sampai bawah dengan pandangan yang mesum


" kau ingin mencobanya?,, jika kau berani coba sentuh aku!! " tantang Dinda


" kalau begitu saya tidak akan sungkan lagi nona " tangannya melayang hendak menyentuh wajah mulus Dinda


bruak' belum saja tangan menempel pada pipinya, wanita itu sudah membantingnya.


dan menginjak punggung pria itu


" masih berani?!! "


" apa yang kalian lihat?!! " menyuruh anak buahnya maju melawan ku


bruk-brauk-bruk' suara pukulan Dinda memukuli semua anak buah preman tersebut


" bos kami kalah, jika gadis ini menghajar kita lagi kami tidak akan punya masa depan bos. bos maafkan kami bos " semua anak buahnya mengeluh kerana gadis yang hendak di palaknya


" maafkan kami nona, kami lalai " para pengawal yang keenakan makan bakso dengan es teh


" tidak papa, bawa mereka ke gudang dan sediliki tetang mereka! " perintah Dinda


" baik nona "


" nguras waktu, terpaksa ambil jalan pintas nih "


ternyata jalan pintas saja masih terlalu lambat, jalan begitu sepi tanpa peduli kecepatan normal


" bik, Papa sama Rio di mana bik? "


" Tuan besar sama den Rio di ruang baca, nona "


" makasih ya bik, oh iya tolong ambilin tas sama baju seragam Dinda di mobil ya bik!, Dinda lupa tolong ya bik. " pesan Dinda pada pelayan tersebut


" baik nona, saya akan lakukan sesuai dengan perintah anda "


.


.


" pah, mau ngomong apa sama Dinda?. tumben "


" dari mana aja kamu?, habis bertarung ya?, dengan siapa? "


" cuman mau ngomong gitu ke Dinda?, Dinda dari anterrin teman tadi, ya seperti dugaan papa hanya sedikit melemaskan otot "


" di mana para pengawal, sampai kau sendiri yang harus turun tangan...." ucap rudi terpotong oleh Dinda


" apa kau tidak takut mereka mengelali mu?, bagimana jika sidik jari mu menempel. itu kan yang mau papa katakan Dinda sudah tau pah, Dinda hapal lo.


pertama, mereka sepertinya tidak mengenali ku, jika mereka mengenal ku tentu mereka tidak akan berani memalakku apa lagi berani menyentuh ku.


kedua, aku sudah mengunakan sarung tangan sebelum bertarung agar sidik jari ku tidak menempel


ketiga, para pengawal sudah membawanya ke gudang dan menyelidiki mereka


dan yang keempat, aku sudah tidak butuh pengawal lagi. Saat aku bertarung mereka malah enak-enakan makan bakso dan es teh, pistol berbunyi mereka baru datang. Apa Dinda, harus mengahabisi peluru Dinda hanya untuk memanggil mereka " jelas Dinda panjang lebar


" Apa kau menembak seseorang? " tanya Rio tiba-tiba


" ah,, ayah bagaimana bisa kau menjadikan laki-laki bodoh ini menjadi calon suami ku ayah! " teriakan Dinda memenuhi ruang baca


" Dinda!! " teriak Rudi


" ayah,, dia terlalu bodoh. aku tidak sekejam itu, aku tidak akan merampas kehidupannya begitu saja tanpa sebab " jelas Dinda


" lalu siapa yang kau tembak? "


" ayah,, Apa kau ketularan olehnya yah. aku hanya nembak langit biru yang cerah, tidak ada nyawa yang terbang bukan "


" apa kau lupa bahwa makhluk langit juga memiliki nyawa "


" oh,, ayahku yang tampan,,, aku lupa. tidak memberi tahu mu bahwa tidak ada burung yang terbang di langit yang cerah. maafkan Andinda ayahanda " Dinda mulai geram dengan ayahnya sendiri


oh, tuhan apa tidak cukup memberi hukuman pada ku hanya menjadi anak dari pria yang seperti ini untuk ku. Sampai kau menambah satu pria yang tak kalah menjengkelkan yang ada di depan ku menjadi suami ku' Dinda mengeluhkan semuanya pada sang pencipta


sedangkan Rio seperti melihat adegan live comedy, terkandang perkataan Dinda memang sedikit pedas di telinganya, yang membuat geram. tapi Rio tidak ambil pusing dengan ucapan pedas dari mulut calon istrinya, lebih tertarik pada perdebatan kecil anak dan ayah yang padahal, hanya masalah sepele.


Walau Rio tau bahwa yang ada di depannya ini bukanlah pria biasa tidak hanya protektif pada keluarganya bahkan pada orang terdekat dan pengawal sekalipun, namun di antara mereka menjadi penghianat. pria yang bisa di sebut sebagai calon mertuanya ini bahkan tidak akan padang bulu


Rio tau bahwasanya Rudi, calon mertuanya itu adalah ketua mafia terbesar di indonesia yang di segani oleh banyak orang. Hanya saja namanya selalu tertutupi kahanan group dan menjabat sebagai ceo, yang sebenarnya milik keluarga Rio.


Salman sengaja memberi jabatan itu pada Rudi, agar yang semua orang ketahui Rudi adalah ceo kahanan group, lagi pula itu adalah keinginan terakhir dari anak semata wayangnya sebelumnya meninggal dunia fana.