Leave The Time To Answer

Leave The Time To Answer
judes



jam pelajaran telah berakhir dan waktu istirahat di mulai


" eh Din, jujur aja deh sama gua lo itu udah kenal Rio ya, sejak kapan dan gimana ? "tanya raya bertuntunan.


" udahkan tadi kenalan " jawab Dinda sambil memasukkan buku dan alat tulis ke dalam tasnya


" oh ya ,tapi lo kaya udah kenal dia kek lama gitu. gua tadi juga dengar kalau elo itu berantem sama Rio emang bener Din? " tanya Raya lagi


" iya sih itu bener gua kesel sama dia " jawab Dinda.


" kok bisa sih emang lo ada masalah apa sama dia emang lo gak takut apa ? " tanya Raya lagi sambil berjalan kearah kantin


sesampainya di kantin Raya memesan kan makanan untuknya dan dinda "Din lo mau pesan apa biar gua pesannin" ucap Raya


" bakso sama es teh manis aja deh atu " jawab Dinda


"eh Yo , itu Dinda tuh kita join kesana yuk " ajak Alfin dengan antusias " ogah gua lo aja sono " jawab Rio acuh


" gua yang bad napa elu yang ngoceh " ucap Rio kesalan di lampiskan pada alfin " hey yo , sini duduk dulu sama gua cerita sama guakan sahabat lo " mengajak Rio duduk dan bercerita masalahnya padanya kerena Alfin lah yang selalu menjadi orang pertama yang selalu mengetahui bahwa sahabatnya itu sendang mengalami masalah . " gua gak papa fin gua fine " ucap Rio meyakinkan sahabatnya itu karena ia tak ingin orang lain mengetahui apa masalah karena ia takut ia akan di anggap cemen dan pengecut " yakin lo yo "ucap Alfin , tak percaya apa yang baru saja di katakan sahabatnya. " katanya lo tadi mau duduk bareng ama dindakan cus yuk gua temennin lo "ucap Rio mengalih pembicaraan " serius lo gak papa yo " ucap Alfin lagi " lo mau duduk bareng Dinda atau gua tinggal " ucap Rio berjalan mulai meninggalkan Alfin sendiri " hey jangan gitu dong bro main main tinggal aja "ucap Alfin , mengejar Rio


setelah sekian lama akhirnya pesanan Dinda akhirnya datang tapi anehnya yang mengantar makanan dinda bukannya pelayan atau Raya yang membawa melainkan , malah Rio dan Alfin , Rio membantu membawakan makanan sedangkan Alfin sendiri membawakan minimum, lalu Raya ? Raya berjalan mendahului Rio dan Alfin, sampai akhirnya Raya duluanlah duduk di samping Dinda " entar lagi datang kok din pesanan lo " ucap Raya dengan santai tapi itu membuat dinda kaget " eheloya, ngaget gua aja sih elo " ucap Dinda cepat kaget tanpa sepasi "ya ya ya maap dong " ucap Raya sambil cengsesan " untung gua gak jantungan " ucap Dinda , sambil mengelusus dadanya dengan pelan menetralkan rasa kagetnya. " pesanan nona telah tiba " ucap Alfin menirukan bak seorang pelayan dan menaruh minuman Dinda dan Raya dan duduk di tepat di depan Dinda , Rio berjalan sambil tersenyum melihat ke arah dinda " tumben ni anak senyum , lagi sakit gigi mas? " mengunakan telepatinya dan berbicara dengan Rio " terserah gua napa mulut mulut napa elo yang repot " balas telepati Rio dengan judes " judes amat mas lagi pms" ucap dinda namun tak di balas oleh Rio " ini pesanan kalian baekkan gue " ucap Rio pada orang yang


duduk di meja tersebut " iya makasih ya mas " jawab Dinda dan Raya


bersambung 💋


IG : Vivin_28_


jangan lupa dukung author dengan vote , like , dan komen apa pendapat kalian karena itu menjadi motivasi author buat terus mengembangin novel ini see u next time.


udah ya aku sayang kalian muach 💋