
tak lama mereka berbincang bincang sampai akhirnya langit pun sudah berganti warna ,
" sepertinya kita harus pulang deh , ya " ucap Dinda ,
" iya ni ya, seperti kita harus pulang udah mau malam, kita pamit duluan ya " sambung Rio .
" kenapa aku merasa mereka sangat akrab sekali ya , seperti orang yang memiliki hubungan " ucap Raya ia merasa agak sedikit ganjal di antara hubungan Rio dan Dinda.
mereka pulang dengan selamat dan di sambut oleh Rudi ayahnya Dinda, dengan wajah tidak senang menurutnya anak perempuan tidak selayaknya pulang malam
" dari mana saja kalian, jam segini baru pulang ! " ucap Rudi dengan tegas walaupun anaknya pergi pria yang ia jodohkan sendiri
" ki...ta... kita dari kedai es cream pa " ucap Dinda dengan sedikit rasa gugup di benaknya
" lain kali kalau mau keluar boleh tapi jangan pulang malam malam , Dinda kembali ke kamar " ucap Rudi dengan tegas .
" iya pa , lain kali Dinda gak akan pulang malam malam lagi " ucapnya sambil menundukkan kepalanya , pergi ke kamarnya
" maafin om Rio , om tau dia itu calon istri kamu , tapi dia juga masih anak om kamu masih gak berhak bawa dia pergi terus pulang malam " ucapnya menasehati calon menantunya
Waktu berlalu begitu cepat berlalu , tak terasa ujian sekolah dalam beberapa hari akan di mulai, semua siswa belajar dengan giat demi mendapatkan nilai yang memuaskan .
Begitu pula dengan Dinda dan Rio mereka belajar dengan giat , memperoleh nilai yang baik dengan harapan mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri dengan begitu mereka bisa menghindari pernikahan dini yang di buat keluarga mereka . ya begitulah rencananya licik bukan hehehe .SKS dong
" Hay Din , kemana aja lo kemarin kemarin ?, kok baru masuk sekarang ? ,... lo sakit ? " sapa Raya dan menerpanya dengan pertanyaan.
" Hay , gak kemana mana , gue gak masuk gara gara ada acara keluarga udah gitu aja , gue gak sakit kok " jawab Dinda
" oh acara keluarga , oh iya lo udah dapat jadwal ulangan belom " ucap Raya sambil mencari lembaran jadwal ujian
" mungkin UI kalau ke terima " ucapnya sambil cengsesan
semua berubah menjadi hening ke guru memasuki ruang kelas , memberikan lembaran berupa ujian .
" loh bu... kok ujian dadakan " ucap Alfin
" ibu kan sudah bilang kemarin kalau besok ujian percobaan kan , kamu sih gak dengerin ibu " ucap bu Fahmi
setelah ujian selesai Bu fahmi keluar dari kelas, ia memberikan jam kosong untuk muridnya
" huh gila soalnya susah banget " ucap Alfin
" ya lo sih gak dengerin apa kata bu Fahmi kemarin " ucap Rio
" gimana mau dengerin orang gue terinang inang dia di pikirkan gue " ucap Alfin sambil memandang ke arah Dinda
" terinang inang ?... " ia menatap mata alfin yang mengarah pada CALON TUNANGANNYA .duh panas nih kayaknya
IG : Vivin_28_
jangan lupa dukung author dengan vote , like , dan komen apa pendapat kalian karena itu menjadi motivasi author buat terus mengembangin novel ini .
oh iya mampir juga ke chat story ku " My family " isinya chat gak jelas dari keluarga dan orang terdekatku. main yuk biar tau kehidupan ku dalam dunia chat seperti apa . ya kepo sekali kali gak papa kan hehehe
udah ya aku sayang kalian muach 💋