
" hmhm... apa dia gak ada niat untuk menjenguk ku ya " guman dinda menginingkan seseorang bisa ada di samping dan memahami perasaannya , siapa lagi kalau tidak rio . dinda melihat jam yang ada di ponselnya , seharusnya jam sekolah sudah selesaikan " tanya dinda bertanya pada dirinya sendiri . " hem....! " dielus kesal dinda , " hm... , mungkin cuek dan sikap dinginnya ini yang sebenarnya membuat ku kesal pada mu " sambil memandang foto masa kecilnya bersama seorang pria kecil yang tampan namun tatapannya sangat dingin dan terkesan sedikit kejam . " hm... dinda... dinda... , kamu ini kok lucu sekali mana mungkin seorang satrio agung putra prasetya , perhatian pada mu emang kamu itu siapa hah... , kamu itu siapa nya dia , heh... sadar diri dong din . kamu bisa ketemu tanpa sebuah pertengkaran aja udah beruntung atau gak bisa ngomong sama rio tanpa perdebatan yang panjang itu aja syukur banget , hem... apalagi kalau dia perhatian dikit aja sama gua hm... bisa bisa hilang gua dari alam fanah ini . " ucap dinda tanpa sadar air mata sudah membasahi pipinya.
" tok... tok... , din kamu di dalam kan sayang " ucap viana dari luar kamar dinda , dinda yang mendengar suara ibu langsung mengusap air mata yang tadi mengalir di pipinya. " masuk aja mah , pintu gak di kunci kok " ucap dinda dari dalam kamarnya , " ada apa mah , eh kok ada raya sama alfin " ucap dinda yang melihat di ikuti oleh kedua temannya tersebut . " ini mereka ke sini mau jengukin kamu " jelas viana pada dinda , " kira in gak jadi datang lo kalian berdua eh , nyata kalian beneran datang ke sini , kira in tadi boong'an lo " ucap dinda tidak percaya bahwa temannya datang untuk menjenguknya. " ya gak lah ngapain boong'on sama kamu " ucap alfin . " ehem ... , (viana berdehem) , mama tinggal dulu ya din , nak " ucap viana dan meninggalkan anak muda tersebut di kamar dinda .
dinda menyuruh raya dan alfin duduk di dekat (pinggiran ranjang) , " lo udah baik kan " ucap raya pada dinda , " udah gak papa , Btw masaksih lo udah repot repot datang kesini " ucap dinda, " kenapa harus repot " tanya alfin balik , " ya kali aja lo bingung sama jalan nya " ucap dinda . " oh , iya gue kok gak liat rio , dia kemana ya " tanya dinda yang tak melihat di mana keberadaan rio saat ini , " dia sakit din " ucap alfin dengan nanda sedikit kecewa.
jangan lupa dukung author dengan cara vote , like , dan komen apa pendapat kalian karena itu menjadi motivasi author buat terus mengembangin novel ini
udah ya aku sayang kalian muach 💋