Leave The Time To Answer

Leave The Time To Answer
sensasi



Rio membonceng Dinda, saat dalam perjalanan ia tak dapat diam , karena ini hal ini terasa asing baginya .pertama ini kali untuknya di bonceng seorang pria dan terjebak macet yang sangat padat pula .


karena Dinda yang tak dapat diam membuat Rio merasa resah , ia takut bila nantinya Dinda akan terjatuh. " Din , tenang dong nanti kalau lo jatuh gimana " ucap Rio , agar wanita yang ia bonceng tidak terjatuh. " sampai kapan sih panas nih , kayak di bakar kulit gue.


" Dinda , mengeluh kepanasan pada Rio . " sabar dong , bentar pagi nyampai kok " ucap menenangkan Dinda .


" gini aja biar gak panas lo dengerin aja lagu kesukaan lo , nanti kalau semua lagu udah habis pasti kita bakalan udah sampai kedai es krim " ucap Rio , lah ini tentu di ketahui oleh dia juga bisa di katakan lagu kesukaan Dinda terdapat lebih dari puluhan , bisa ratusan, bahkan ratusan.


tentu saja saat Dinda mendengarkan lagu kesukaannya tentu mereka sudah sampai tujuan ." janji ya " ucap dinda , mengeluarkan handphone dan airport miliknya yang selalu ia bawa kemana mana .


Bagai peramal , yang di ucapkan Rio benar adanya lagu ia telah usai . Dinda dan Rio telah sampai di kedai es cream favorit mereka berdua dari kecil sampai saat ini .


" kau mau , pesan rasa apa ? " tanya Rio pada Dinda , memunculkan topik pembicaraan karena , ia tau Dinda tak pintar mencari topik maka dari itu selalu saja terasa canggung bila ada orang di dekatnya .


" semua rasa campur " ucapnya , memikirkan rasa dan sensasi yang berada .


" lo serius ? " tanya balik Rio , tak kepikiran apa yang di pikirkan Dinda , coba bayangkan saja bagiamana rasa nya .


" serius lah " ucapnya , yakin dengan keputusan yang telah ia buat sendiri.


" nanti kalau lo sampai sakit perut gue , gak mau tanggung jawab , itu salah lo sendiri aneh aneh " ucap Rio yang sebenarnya ia sangat khawatir dengan Dinda , tapi ia sangat gengsi.


" Iyh , ah bawel " ucap Dinda , mencubit kecil pipi Rio .


tak lama seorang pelayan datang menghampirinya ," ada yang bisa saya bantu ", Rio memesan cream yang Dinda inginkan tersebut sekalian juga milik nya .


tak selang beberapa waktu es cream pesanan mereka datang .


" gimana enak " tanya Rio penasaran akan rasa es cream yang Dinda makan.


" rasanya unik , kau ingin mencoba nya " tawar Dinda .


" bagaimana enak tidak " ucap Dinda


tak lama mereka berada di tempat tersebut ada seseorang wanita yang datang menghampiri mereka


" ehm... berdua aja nih mas mbak " ucap seorang wanita tersebut


secara refleks Dinda dan Rio menoleh ke sumber suara tersebut dan alangkah terkejut nya mereka ternyata wanita tersebut adalah "Raya"


Dinda dan Rio saling bertukar tatapan melihat Raya dengan rehan bagaimana dia bisa berada di sini.


" Hay , masih ada orang " ucap Raya membubarkan lamunan Rio dan Dinda .


" iya ray , kenapa ada masalah " ucap Dinda pada Raya


.


.


.


.


.


.


maafkan Pipin sering typo dalam novel sebelumnya, sampai sekarang maafkan juga jarang update , karena author sendiri masih sekolah , terus mau fokus ujian praktek dan teman teman nya .


jangan lupa dukung author dengan vote , like , dan komen apa pendapat kalian karena itu menjadi motivasi author buat terus mengembangin novel ini


udah ya aku sayang kalian muach 💋