Leave The Time To Answer

Leave The Time To Answer
pulang



" lo dengarkan kata Pak Hamid tadi lebih baik kita pulang dari pada elo bikin masalah lagi kelar hidup gua "ucap Rio mulai pusing saat ini , " ya udah yuk kita pulang , ikut aku ke mobil ku dulu biar ku urus dulu tu mimisan " cemas nan khawatir sekaligus Dinda melihat wajah Rio yang mimisan . sebenarnya Rio dan Dinda saling mencintai satu sama lain hanya saja ada sedikit salah paham di antara mereka jadi mereka ada sedikit pertengkaran di antara mereka , namun tak mengubah perasaan mereka cuman tertutupi oleh sifat gengsi dan dingin Rio bagaimana dengan dinda , ia tertutupi sifat cuek dan telming Dinda . kalian tu kalau cinta sama seseorang tu bilang aja jangan malu malu kucing gitu kucing aja ambil ikan dari rumah kalian B aja , tu kucing hamil kucing lain juga B aja tu , habis itu tinggal dah tu kucing juga masih B aja , masa kalian sama orang yang kalian sukai , cintai , sayangi , masak gak berani ungkapkan persaanmu pada orang tersebut orang ngalawan orang tua aja berani masak , ngukappin orang perasaan lo gak berani ayo lah reader ku sekalian yang saya sayang i tolong lah ucapkan persaanmu pada seorang yang kalian cintai tunjukkan bahwa kamu memang warga +62 yang ber jiwa bar bar, bersifat santuy ,dan berhati ambyar 😽(author said 🤥) oke reader of to the topic . langsung membawa rio ke saluran tempat ia memarkirkan mobil nya " io lo bawa kendaraan dari rumah ke sekolah tadi" Dinda berbicara dengan Rio " ada tuh motor sebelah utara " menujuk motor miliknya " motor kamu tinggal aja yah ,kamu bareng aku aja " sambil membuka pintu miliknya " terus motor aku gimana din " ucap Rio memikirkan nasib motornya ,dan masuk ke dalam mobil dinda " gampang nantik biar di urus sama anak buah aku " ucap Dinda sambil ngurusin darah yang terus keluar dari hidung Rio , " ya udah deh aku serahin semua ke kamu " ucap Rio percaya sepenuhnya pada Dinda , " oke kita ke rumah sakit ya darah yang keluar dari hidung lo gak berhenti henti nih " bertambah khawatir " nih lo pegang tu dulu tisu " meletakkan tisu di atas hidungnya , dan mendongkak kepala Rio . Dinda langsung melaju kan mobil yang ia kendara i nya dengan cepat bagai pembalap nomor satu di dunia .


" dokter "dinda memanggil dokter yang ia lihat , dan dokter langsung menghampiri dinda dan rio " ada apa ini " tanya dokter " darah yang keluar dari hidung nya gak berhenti henti dok tolong dia aku gak mau kehilangan dia , tolong beri pelayanan yang terbaik " ucap dinda pada dokter tersebut " biak nona kita akan memberikan layanan terbaik kami pasien "ucap dokter " cepat lah " suruh dinda "suster cepat bantu saya membawa pasien ini " ucap dokter pada suster " baik dok" ucap suster dan membawa rio ke sebuah ruang untuk di periksa lebih lanjut , dan di susul oleh dokter . setelah dokter masuk dinda langsung menelpon anak buah nya untuk mengurus sepada motor milik rio " kamu urus motor milik rio tempat sebelah utara dari tempat parkiran mobil sekolah ,dan taruh di rumahnya kalau orang tua rio bertanya di mana rio berada bilang saja rio bersama saya " ucap dinda pada anak buah nya " baik nona " ucap anak buah dinda langsung menjalankan perintah sesuai dengan yang di perintahkan oleh dinda . dan tak lama rio pun keluar dari ruang pemeriksaan , " kamu gak papa kan io , gimana sekarang udah lebih baik" dinda masih cemas dengan rio " aku gak papa kok din , bahkan jauh lebih baik " ucap rio menghilangkan kekawatiran dinda " dah yuk pulang , aku antar kamu ya " aja dinda "administrasi nya gimana? " tanya rio " udah aku urus kok tentang aja " ucap dinda yang sudah menghendel semuanya " ya udah yuk pulang " ucap rio yang memang sudah waktunya untuk pulang , dinda memberikan kunci mobilnya pada rio menyuruh rio untuk membawa mobilnya " kamu udah gak papa kan bisa nyetir " ucap dinda " aku yang bawa ni beneran , gak nyesel " goda rio " katanya tadi mau pulang , pulang apa inep sini " tanya dinda " yuk pulang pulang " canda rio


bersambung