
Sepulang dari dorm Seventeen semalam. Baekhyun memposting foto masa kecilnya bersama adik-adiknya di akun sosial pribadi miliknya. Dan seperti dugaannya, banyak sekali komentar-komentar dari fans-fans mereka yang menyadari foto itu adalah fotonya bersama Soonyoung dan Taehyung.
(Foto yang di post Baekhyun.)
"Hei Baek. Trending nih kayaknya." Ucap Chanyeol duduk disebelah Baekhyun.
"Iya, gak nyangka juga bakal serame ini, tapi begini lebih baik."
"Iyalah, lagian gak usah ditutupin juga udah banyak yang nebak-nebak kamu saudaraan sama mereka, apalagi sama si Taehyung. Ayo semua kita berangkat sekarang." Teriak Suho.
Mereka memang ada jadwal tampil diacara Award hari ini. Bahkan Baekhyun sangat menantikan momen ini karena disana juga ada kedua adiknya.
******
Sedangkan dilokasi acara, BTS dan Seventeen sudah datang terlebih dulu. Mereka juga sudah duduk dimeja yang dikhususkan untuk mereka.
Dan ternyata meja Seventeen, EXO, dan BTS saling berdekatan. Mungkin pihak acara sengaja karena tau kabar tentang mereka. Taklama semua orang bersorak saat EXO masuk dan duduk didekat SEVENTEEN dan BTS.
"Ini makan dulu dek, pasti tadi gak sempat makan kan?." Ucap Baekhyun menyodorkan roti pada Soonyoung. Dan saat itu terdengar sorakan fans-fans mereka.
"Buat aku mana kak?." Tanya Taehyung berdiri mendekati Baekhyun yang masih berdiri disamping Soonyoung.
"Kamu kan udah punya banyak uang. Beli sendirilah. Roti itu cuma aku bawa untuk adikku."
"Tapikan aku juga adikmu, kak." Cemberut Taehyung.
"Aduh kak Taehyung jangan cemberut disini. Ini kalau kakak mau, ambil aja." Ucap Soonyoung melihat kakaknya mulai cemberut dan itu membuatnya risih.
"Becanda aja kok. Nih buatmu, dan kamu juga tau sendiri kalau kamu memang adikku kan. Adikku yang cengeng." Senyum Baekhyun menyodorkan roti pada Taehyung. Kadang dia juga merasa kasihan dengan adiknya itu setiap dia membuatnya cemberut dan menangis.
"Makasih kak." Senang Taehyung spontan memeluk Baekhyun.
Baekhyun dan Taehyung pun kembali ketempat duduk mereka. Saat Seventeen tampil, Baekhyun tidak pernah melepaskan pandangannya pada adiknya.
"Apa kamu sangat mengidolakan adikmu sendiri, Baek?." Goda Chen yang duduk disebelahnya.
"Tentu saja. Dia kan adik kesayanganku. Kamu gak liat betapa miripnya kami berdua." Bisik Baekhyun agar tidak terdengar Taehyung yang duduk dibelakangnya.
"Yah kamu memang mirip dengannya. Tapi soal bakat dance, kayaknya adikmu yang terbaik."
Baekhyun tidak menggubris ucapan Chen dan hanya fokus pada penampilan adiknya. Setelah Seventeen tampil, BTS naik keatas panggung.
Dan saat Seventeen sudah kembali duduk ditempatnya. Baekhyun berjalan kearah Soonyoung dan menyodorkan minuman.
"Aku udah minum kak." Ucap Soonyoung menolak. Dia hanya sungkan dengan teman segrupnya. Dan dia juga tidak ingin dicap sebagai adik yang manja.
"Apa kamu sekarang menolak kakak?." Cemberut Baekhyun memasang raut wajah sedihnya. Karena tidak ingin melihat wajah cengeng kakaknya itu, Soonyoung segera mengambil minuman itu dan meminumnya. Dan sekilas dia melihat anggota grupnya tersenyum.
"Aku bukan adik yang manja." Ucap Soonyoung tiba-tiba setelah Baekhyun pergi.
"Lalu kenapa kalian menatapku seperti itu?."
"Kami benar-benar iri denganmu, kamu memiliki saudara yang benar-benar sayang padamu. Aku melihat ketulusan pada kedua kakakmu." Jelas S.Coups selaku leader mereka dan disetujui anggota lain.
Soonyoung hanya diam dan kemudian memperhatikan penampilan BTS yang sedang berlangsung. Sejujurnya dia juga sangat senang memiliki kakak seperti Baekhyun dan Taehyung.
Setelah penampilan BTS, ada pengumuman nominasi award untuk kategori pendatang baru terbaik. Dan tanpa diduga, Seventeen memenangkan nominasi tersebut. Semua member tersenyum senang dan mulai menunduk kepada senior dan fans-fans mereka dan setelahnya naik keatas panggung.
S.Coups sebagai leader mengucapkan rasa terima kasih dan syukurnya kepada orang-orang dan fans mereka dengan wajah sembab.
Soonyoung yang berdiri disampingnya pun juga ikut mengatakan rasa terimakasihnya. Dan dia juga tidak lupa menyebut kedua nama kakaknya yang sontak membuat fans menjerit histeris.
"Kenapa kamu menangis?." Tanya Suga yang melihat airmata Taehyung yang mengalir.
Baekhyun yang mendengar ucapan Suga, menoleh kebelakang dan melihat adiknya itu sedang menangis. Baekhyun mengeluarkan saputangan dari kantongnya dan memberikannya pada Taehyung.
"Kenapa kamu malah menangis bodoh?." Ujar Baekhyun membantu membersihkan airmata adiknya.
"Aku sangat terharu dan bangga dengan Soonyoung. Adik kecilku memang yang terbaik."
"Ya itu juga yang aku rasakan saat kamu sukses seperti sekarang. Dan sekarang aku juga menyaksikan adikku yang lain seperti itu."
Taehyung yang mendengar ucapan Baekhyun langsung memeluk kakaknya itu.
******
Sepulang dari acara Award, Baekhyun beserta grupnya kembali ke dorm mereka. Baru saja dia membaringkan tubuhnya di sofa, dia mendapat telfon dari rumah sakit kalau ayahnya mengalami kecelakaan.
Dengan wajah panik, Baekhyun berdiri dari duduknya dan meminta Suho mengantarnya ke rumah sakit.
"Apa kami juga boleh ikut?." Tanya Sehun yang mendengar ucapan Baekhyun.
"Untuk saat ini biar kami berdua aja yang pergi. Kalian disini aja dan istirahat, karena kalian besok kan ada jadwal pribadi." Perintah Suho yang membuat anggota yang lainnya hanya bisa menghela nafas.
Dengan perasaan yang campur aduk, Baekhyun menelfon kedua adiknya untuk memberitahu keadaan ayah mereka.
Karena lokasi rumah sakit yang lumayan jauh, Baekhyun dan Suho sampai disana setelah 2 jam perjalanan. Setelah memarkirkan mobilnya, Suho mengejar Baekhyun yang sudah berlari keluar lebih dulu.
Setelah menanyakan kamar ayahnya pada resepsionis. Baekhyun segera menuju kamar ayahnya walau banyak suster yang mengikuti mereka karena mereka tidak memakai masker ataupun menyamarkan diri.
Di ruangan ayahnya dirawat, Baekhyun mendekati ayahnya yang sedang tidur di ranjang sambil membaca buku.
"Hyun, kenapa kamu bisa disini?." Kaget Junmyeon melihat kedatangan Baekhyun. "Dan kamu juga disini ternyata Junmyeon junior." Tambahnya setelah melihat Suho masuk. Ya, ayah Baekhyun memang memanggil Suho dengan Junmyeon junior karena nama mereka yang sama.
"Tentu saja karena aku mengkhawatirkan ayah. Dan apa-apaan ekspresi itu. Aku bahkan hampir jantungan mendengar ayah kecelakaan." Ucap Baekhyun yang mulai meneteskan air mata. Dia benar-benar takut kehilangan ayahnya itu.
"Kamu tidak perlu khawatir, Ayah baik-baik aja. Walau untuk beberapa bulan ke depan ayah harus menggunakan kursi roda." Senyum Junmyeon melihat kekhawatiran anaknya. Dia tidak menyangka ternyata anaknya yang bahkan jarang di rumah itu sangat takut kehilangannya.
"Selama penyembuhan Ayah, ayah pokoknya gak boleh keluar dari rumah. Masalah kantor, ayah serahin aja ke sekretaris ayah."
Junmyeon hanya mengangguk dan melebarkan tangannya bermaksud untuk memeluk Baekhyun. Dia sangat senang memiliki putra yang begitu peduli padanya.