Kwon Family

Kwon Family
25



Pagi itu setelah kunjungan dokter, Baekhyun turun dari ranjangnya dan melihat ke arah Taehyung yang masih tertidur dengan lelap. Karena dia merasa sangat suntuk berada di kamar rawat itu, dia pun berjalan menuju pintu keluar. Tentu seperti dugaannya, dua orang penjaga segera meghadangnya untuk keluar dari kamar. Namun bukan Baekhyun namanya jika dia tidak bersikap acuh pada larangan itu. Bahkan dia lebih galak lagi dari penjaga itu.


"Aku tidak akan kabur. Jadi kalian tidak usah mengikutiku. Aku hanya berkeliling." Tegas Baekhyun sebelum berjalan meninggalkan area itu.


Kedua penjaga itu hanya saling tatap dan terlihat bingung. Namun mereka sama-sama memutuskan untuk percaya pada Baekhyun.


30 menit setelah Baekhyun pergi, Taehyung terbangun dari tidurnya. Dia mengecek ponselnya dan merenggangkan tubuhnya. Setelah itu dia pun berjalan turun dari ranjang berniat untuk ke kamar mandi. Namun langkahnya terhenti saat tepat di depan ranjang kakaknya, bagaimana tidak, dia mendapati kakaknya tidak ada di ranjang.


Dengan panik dia berteriak memanggil para penjaga yang bertugas diluar. Tentu saja para penjaga segera berlari masuk karena teriakan Taehyung itu. Bahkan Taehyung sudah menangis saat kedua penjaga itu masuk.


"Kalian berdua kerja yang bener bisa gak sih?. Kenapa kak Baekhyun bisa gak ada di kamar?." Omel Taehyung dengan mata dan wajah yang masih memerah karena menangis.


"Maaf tuan, tapi tuan Baekhyun gak hilang. Dia pergi mencari udara segar keluar. Dan dia juga meminta kami untuk tidak mengikutinya." Ucap salah satu penjaga.


"Ada apa ini ribut-ribut?." Tanya Yoojung yang baru datang bersama Junmyeon masuk ke dalam ruangan.


"Baekhyunnya mana?." Tanya Junmyeon saat tidak melihat putranya berada disana.


Taehyung pun menyeka airmatanya dan menjawab kedua pertanyaan kedua orangtuanya. Dan setelah itu Junmyeon memerintahkan kedua penjaga itu untuk membawa Baekhyun kembali ke kamar.


Sedangkan Baekhyun sedang duduk di taman rumah sakit sembari memperhatikan sekeliling area rumah sakit itu. Saat tengah memperhatikan itu, dia melihat seorang anak kecil yang sedang duduk dikursi roda dengan ditemani perawat disisinya. Baekhyun yang memang menyukai anak kecil itupun segera berdiri dari duduknya dan mendekati anak kecil tersebut.


"Selamat pagi." Sapa Baekhyun saat tepat berada di dekat anak itu.


Anak itu menatap Baekhyun dan terlihat ekpresi kaget dari wajahnya. Begitu juga dengan perawat yang bersama anak itu. Baekhyun pun tersenyum dan berjongkok di depan anak itu.


"Kak Baekhyun." Ucap anak itu kemudian.


"Ternyata kamu mengenaliku. Iya ini aku Baekhyun." Senyum Baekhyun meraba rambut anak itu.


"Aku sangat suka dengan EXO, dan aku sangat senang bisa bertemu kak Baekhyun sedekat ini." Tangis anak itu menangis terharu.


"Jangan nangis. Kalau boleh tau nama kamu siapa?." Tanya Baekhyun menyeka airmata anak itu.


"Namaku Areum."


"Salam kenal, Areum."


Baekhyun pun semakin mengakrabkan diri dengan anak itu. Namun obrolan mereka terhenti saat Kyungsoo dan Chen datang mendekat.


"Baek, kenapa kau diluar ruangan seperti ini?. Ini sangat berbahaya jika terlihat oleh fans maupun paparazzi." Ucap Chen setelah menyapa anak yang sedang bersama Baekhyun.


"Gak apa-apa, buktinya saat ini gak ada satupun fans dan paparazzi yang mendekatiku. Dan kenapa kalian bisa kesini?. Bagaimana dengan jadwal kalian?."


"Kita berdua sama-sama lagi gak ada jadwal pribadi, dan jadwal grup 2 jam lagi. Jadi kami memutuskan untuk menjengukmu." Jelas Kyungsoo.


Karena Areum yang harus segera kembali ke kamar inapnya, akhirnya mereka berpisah dengan anak itu. Namun sebelum itu Baekhyun menanyakan nomor kamar inap tempat Areum dirawat pada perawat yang bersama Areum. Setelahnya dia bersama kedua member grupnya yang baru datang itu pun berjalan meninggalkan taman untuk kembali ke kamar inapnya. Dia hanya khawatir jika fans menemukan mereka dan membuat heboh rumah sakit.


Di gang menuju kamar Baekhyun, mereka berpas-pasan dengan penjaga kamar yang menjaga kamar inap Baekhyun.


"Aku sudah bilang tidak akan kabur kan?. Kalian tidak usah repot-repot mencariku seperti ini. Aku juga akan ke kamar sekarang." Berlalu meninggalkan penjaga itu.


"Siapa juga yang berbuat onar. Aku hanya keluar untuk mencari udara segar. Aku gak bikin kehebohan kan?." Jawab Baekhyun membela dirinya.


Kyungsoo hanya diam karena dia yakin jika dia terus berbicara, semua ini tidak akan ada habisnya. Akhirnya mereka sampai di ruangan rawat inap Baekhyun. Kyungsoo dan Chen langsung membungkuk dan menyapa kedua orangtua Baekhyun yang berdiri saat mereka semua masuk ke dalam ruangan. Namun berbeda dengan Kyungsoo dan Chen, Baekhyun hanya terus berjalan ke ranjangnya tanpa menoleh sedikit pun pada kedua orangtuanya.


"Kak!, kenapa kakak keluar tanpa bangunin aku?." Ucap Taehyung mendekati Baekhyun.


"Jangan berisik akh, lagian mana mungkin kakak membangunkanmu yang tidur sangat pulas itu. Lagian kakak juga tau pasti kamu gak bisa tidur banyak sejak promosi album baru kalian berlangsung." Jengkel Baekhyun.


"Tapi kan, kak. Kalau terjadi apa-apa waktu kakak diluar sendirian gimana?. Aku gak akan bisa maafin diriku sendiri jika itu terjadi."


"Buktinya kakak gak kenapa-napa kan?. Jadi kamu jangan ngomel lagi, mending sana mandi."


Taehyung yang menyadari dia belum sempat ke toilet karena memikirkan kakaknya itu pun segera berjalan ke toilet setelah sebelumnya menyapa Chen dan Kyungsoo.


"Apa kalian sudah sarapan?." Tanya Yoojung pada Chen dan Kyungsoo.


"Sudah, Ma." Jawab Chen.


Yoojung pun beralih dari duduknya dan berjalan mendekati ranjang Baekhyun dengan membawa bubur yang sudah dia siapkan sejak dinihari tadi.


"Kamu sarapan dulu ya, nak?." Ucap Yojung mulai menyendok sedikit bubur dan meniupnya sebelum menyuapi Baekhyun.


Baekhyun hanya diam dan wajahnya seketika memerah dengan perlakuan dari ibunya itu. Bukan karena marah, namun dia sangat malu sekaligus merindukan moment itu. Namun tanpa sadar perlahan dia membuka mulutnya dan menerima suapan yang diberikan oleh ibunya itu.


Yoojung sangat bahagia saat suapannya diterima oleh Baekhyun sang anak yang selama ini selalu menganggapnya orang asing itu. Dengan semangat dan senyum yang terus mengembang di wajahnya, Yoojung terus memberikan suapan demi suapan untuk Baekhyun.


Junmyeon yang melihat hal itu pun juga ikut senang dan lega karena dari hal itu dia bisa menyimpulkan bahwa saat ini Baekhyun sudah mulai mau menerima kehadiran ibunya itu.


"Ma, aku juga mau disuapin." Rengek Taehyung yang keluar dari kamar mandi.


"Kamu jangan ganggu kakakmu sarapan, Tae." Tegur Junmyeon yang mampu membuat Taehyung cemberut.


"Kalau gitu kamu duduk disini, biar mama suapin juga." Ucap Yoojung.


"Suapin Taehyung aja, aku udah kenyang." Ucap Baekhyun kemudian.


"Tapi ini masih banyak, Hyun. Dikit lagi aja ya?."


Baekhyun hanya diam yang mengartikan dia tidak menolak ucapan ibunya itu. Akhirnya dia kembali makan dengan disuapi bergantian dengan Taehyung. Namun kemudian Taehyung mengambil ponselnya dan memotret moment dia dan Baekhyun yang sedang di suapi.


"Apa yang kamu lakuin, Tae?." Kesal Baekhyun.


"Tentu aja mengabadikan moment ini, kak."


"Awas saja foto itu masuk ke akun sosialmu."


"Kakak tenang saja. Aku gak akan menyebarkan foto ini." Senyum Taehyung.


Selesai sarapan Taehyung pamit pada semua orang yang ada di kamar inap itu, dan pergi menuju parkiran tempat dia akan di jemput oleh managernya. Dengan senyum liciknya, dia mengeluarkan ponselnya dan memposting foto dia dan kakaknya yang sedang disuapi ibu mereka itu ke sosmednya. Dia juga tidak lupa meng tag akun kakaknya.