Kwon Family

Kwon Family
#13



Di rumah sakit tempat dimana keluarga Kwon biasa di rawat, tampak Baekhyun yang terus menggenggam tangan adiknya semenjak adiknya berbaring disana. Dan tentu saja dia terus berdoa agar adiknya bangun.


"Baek, ayo ikut saya ke ruangan." Pinta seorang dokter yang merupakan dokter pribadi keluarganya.


Tanpa banyak bicara, Baekhyun mengikuti dokternya itu. Sedangkan member BTS lainnya masih menunggu Taehyung di dalam ruangan.


Di ruangan dokter.


"Jadi kenapa sama Taehyung, dok?." Tanya Baekhyun.


"Jadi gini Baek, dia kan punya riwayat trauma, entah kenapa traumanya mulai kambuh, dan itu yang bikin dia pingsan dan nafasnya gak beraturan." Jelas dokter pada Baekhyun.


Taehyung memang memiliki trauma masa kecil setelah ditinggal ibunya itu. Bahkan dulu melihat foto ibunya saja bisa membuat Taehyung tidak sadarkan diri. Makanya seluruh foto ibunya yang ada di rumah langsung dipindahkan ke gudang.


"Tapi kan Taehyung udah sembuh dok. Buktinya dia udah gak apa-apa liat foto wanita itu. Bahkan di kamarnya dia majang fotonya." Heran Baekhyun.


"Karena dia belum sadar jadi apa penyebab pasti trauma itu kembali masih belum bisa di pastikan."


"Tapi selain itu dia baik-baik aja kan?."


"Iya, Baek."


Setelah itu Baekhyun kembali ke ruangan adiknya. Di lorong dia bertemu Ayah dan adiknya Soonyoung yang baru saja datang.


"Yah.." Tangis Baekhyun sembari memeluk ayahnya. Walau dia suka menjahili Taehyung, namun sebenarnya dia sangat menyayangi adiknya itu.


"Astaga, kenapa nangis sih, Hyun?."


"Taehyung, Yah."


"Iya, gimana keadaan adik kamu?."


"Kak Taehyung gimana kak?. Kenapa kakak nangis. Kak Taehyung baik-baik aja kan?." Tanya Soonyoung yang ikutan panik melihat kakaknya menangis.


"Trauma Taehyung balik lagi."


"Lho, kenapa bisa?." Kaget Junmyeon, bagaimana tidak, sudah hampir 10 tahun trauma putranya itu tidak pernah kembali dan bahkan sudah dinyatakan sembuh.


"Aku juga gak tau. Kata dokter tadi semua bisa jelas kalau Taehyung udah sadar."


"Kalau gitu kita ke ruangan adik kamu dulu, yuk." Ajak Junmyeon yang di setujui Baekhyun.


Junmyeon dan kedua anaknya itu berjalan ke ruangan Taehyung. Mereka segera masuk setelah semua member BTS beserta manager mereka keluar.


Di dalam, Junmyeon segera mendekati ranjang Taehyung dan mengelus kepala putranya itu.


"Kamu kenapa sih, nak?. Astaga, cobaan apalagi ini." Sedih Junmyeon terus mengelus kepala Taehyung.


Sesaat kemudian, tiba-tiba Taehyung semakin down. Dia kejang-kejang sehingga membuat Junmyeon dan kedua anaknya semakin panik. Baekhyun segera menekan bel alarm agar dokter segera datang.


Tidak perlu menunggu lama, dokter pun datang dengan beberapa suster. Dan tentu saja Baekhyun beserta ayah dan adiknya disuruh menunggu diluar.


"Yah, kak Taehyung akan baik-baik aja kan?." Tanya Soonyoung dengan airmata yang mulai berlinang.


"Ayah juga gak tau, Nak. Kita berdoa aja biar kakak kamu kembali membaik ya?." Jawab Junmyeon memeluk kedua putranya.


Disudut lorong, pandangan Junmyeon teralihkan pada seorang wanita yang berdiri menatap ruangan Taehyung.



Junmyeon berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri wanita itu setelah meminta Baekhyun dan Soonyoung pergi makan ke kantin.


"Kak Myeon.." Ucap wanita itu saat Junmyeon berdiri didepannya.


Tanpa mengatakan apa-apa, Junmyeon menarik tangan wanita itu menuju tangga darurat. Dia melepaskan tangan wanita tersebut dan menatapnya beberapa saat.


Melihat wanita itu tertunduk, dia sudah dapat menebak bahwa wanita itu sedang menahan tangis.


"Baiklah, aku akan mendengarkan penjelasanmu.. Apa yang ingin kamu bicarakan?." Ucap Junmyeon menghela nafasnya. Dia berusaha menahan hasrat untuk tidak memeluk wanita itu. Daridulu dia memang lemah jika melihat wanita itu menangis.


Junmyeon juga tidak bisa memungkiri bahwa hatinya masih berdegup kencang jika berhadapan dengan wanita itu yang tak lain adalah Yoojung, istrinya.


Wanita berparas cantik dan anggun. Dia adalah cinta pertama bagi Junmyeon. Junmyeon bertemu dengannya saat dia pergi dinas ke Jepang. Waktu itu dia sudah menjabat sebagai pengusaha muda di Korea.


Mereka saling jatuh cinta pada pandangan pertama, hingga tanpa butuh waktu lama, Junmyeon melamar Yoojung dan membawa istrinya itu ke Korea.


Awalnya kehidupan mereka sangat bahagia , sampai saat Yoojung melahirkan anak ketiga mereka. Tiba-tiba saja Yoojung berubah dan meninggalkan Junmyeon dan anak-anaknya.


Jujur saja Junmyeon sangat terpuruk dengan kepergian istrinya itu. Bahkan dia sempat menelantarkan anak-anaknya.


Junmyeon kembali menatap Yoojung yang masih tertunduk di depannya.


"Kamu mau gak ke Jepang bersamaku?. Aku akan menunjukkan alasan aku pergi." Lirih Yoojung.


Junmyeon seketika terkejut dengan permintaan Yoojung. Tapi dia sangat penasaran dengan alasan istrinya itu meninggalkannya.


"Aku akan memikirkannya."


"Terimakasih. Lalu apa aku boleh bertemu dengan anak-anak?."


"Maaf, kalau untuk itu aku belum bisa mengizinkan.."


"Baiklah, aku hanya akan melihat mereka dari jauh. Tapi aku sangat khawatir dengan Taehyung. Izinkan aku melihatnya sebentar." Menatap Junmyeon penuh harap.


Junmyeon yang melihat tatapan kesedihan dari Yoojung itu tentu saja tidak bisa menolaknya.


"Baiklah, hanya sebentar.. Mumpung Taehyung belum sadar. Dan jangan sampai bertemu Hyun dulu. Dia masih sangat marah padamu." Ucap Junmyeon akhirnya mengizinkan sembari menghela nafasnya.


Yoojung tersenyum mendengar ucapan Junmyeon. Seketika hatinya terasa tenang melihat senyum lembut Yoojung. Sudah lama dia tidak merasakan getaran itu lagi. Sebenarnya sudah banyak wanita yang mendekatinya namun entah kenapa hatinya menolak.


"Kamu tunggu disini dulu. Sekarang Taehyung masih dalam pemeriksaan, aku akan menemui dokter dulu." Perintah Junmyeon.


Setelah dibalas anggukan oleh Yoojung, Junmyeon keluar dari tangga darurat dan kembali ke depan ruangan Taehyung.


"Ayah, gimana keadaan kak Taehyung?." Tanya Soonyoung yang datang bersama Baekhyun.


"Dokter masih memeriksanya. Kita tunggu saja."


"Yah, sepertinya aku gak bisa nungguin Taehyung. Tadi kak Suho nelfon, katanya ada jadwal perform hari ini." Ucap Baekhyun.


"Ya sudah, biar ayah saja yang menunggui adikmu.."


"Kalau gitu aku berangkat dulu, Yah."


Setelah Baekhyun pergi, tinggallah Junmyeon beserta Soonyoung. Yang tak lama kemudian, Soonyoung juga meminta izin untuk pergi karena ada latihan grup.


Saat Junmyeon tinggal sendiri dan memastikan sudah tidak ada Soonyoung. Dia kembali berjalan ke tangga darurat.


"Ayo menunggu di depan ruangan Taehyung." Ajak Junmyeon pada Yoojung yang masih berdiri di tangga.


"Bagaimana dengan Soonyoung dan Baekhyun?." Khawatir Yoojung.


"Mereka sudah pergi karena jadwal.."


Akhirnya Yoojung mengikuti Junmyeon ke depan ruangan Taehyung dan duduk di sebelah Junmyeon.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada Taehyung?." Tanya Yoojung menghilangkan kecanggungan.


Dengan menghela nafas berat, Junmyeon menceritakan trauma yang didapat Taehyung hingga membuatnya menjadi seperti ini.


Yoojung yang menyadari hal itu merasa sangat bersalah. Dia tidak tau jika putranya itu sampai seperti ini karenanya. Dan hari ini pun dia seperti tanpa beban malah mendatangi Taehyung dan membuat Taehyung mengalami hal ini.


"Harusnya aku tidak menemuinya tadi." Isak Yoojung menyesali perbuatannya.


"Menemuinya?.. Kapan?." Kaget Junmyeon.


Yoojung menceritakan semuanya. Junmyeon sangat kaget mendengar penjelasan Yoojung.


Namun taklama kemudian, keluarlah dokter dari ruangan Taehyung.


"Bagaimana keadaan putra saya, Dok?." Tanya Yoojung segera berdiri dari duduknya mendahului Junmyeon.


"Maaf.. Anda siapa?." Heran dokter itu.


"Ah.. Dia ibunya Taehyung. Jadi bagaimana keadaan Taehyung?." Ucap Junmyeon angkat bicara.


"Dia sudah kembali stabil. Seperti yang kita tau, kemungkinan trauma masa kecilnya kembali dan itu membuat jiwanya terguncang. Dan dia sudah sadar, tapi barusan saya kasih obat bius biar dia bisa istirahat lebih lama."


"Baiklah, apa kami boleh masuk sekarang?."


"Tentu saja."


Setelah semua dokter dan suster meninggalkan ruangan, Junmyeon menyuruh Yoojung masuk ke ruangan Taehyung. Tanpa pikir panjang, Yoojung masuk keruangan Taehyung.


Di dalam, Yoojung mendekati Taehyung secara perlahan dan duduk di sebelah ranjang putranya itu. Yoojung meneteskan airmatanya ketika melihat wajah putranya yang tampak pucat. Sembari menggenggam tangan putranya, Yoojung juga mengelus lembut kepala Taehyung.


"Maafin mama nak.. Gara-gara mama kamu jadi kayak gini.. Mama sayang sama kamu.."


Junmyeon mencoba menahan airmatanya saat mendengar semua ucapan Yoojung.