Kwon Family

Kwon Family
#23



Di kediaman keluarga Kwon, Soonyoung meminta seluruh membernya untuk kembali ke agensi duluan. Karena dia akan mengantar kakeknya ke rumah sakit terlebih dahulu.


Setelah semua member Seventeen pergi meninggalkan rumah keluarga Kwon, Soonyoung berjalan ke kamar kakeknya untuk membantu kakeknya itu berjalan keluar kamar.


Selama perjalanan menuju rumah sakit, Soonyoung terus memastikan kakeknya duduk dengan nyaman. Sesampainya di rumah sakit, dia memarkirkan mobilnya sedikit tersembunyi agar tidak terlihat oleh wartawan maupun fans.


"Ayo kita ke kamar kakak, Kek." Ajak Soonyoung membukakan pintu mobil dan menolong kakeknya keluar mobil.


Dengan pelan dia berjalan sembari menggandeng tangan kakeknya masuk ke dalam rumah sakit.


Sesampainya di depan kamar rawat inap Baekhyun, Soonyoung meminta penjaga membukakan pintu kamar itu agar dia dan kakeknya bisa masuk.


Di dalam dia melihat kakaknya sedang duduk menyender di ranjang sembari memainkan ponselnya.


"Pagi, Kak." Sapa Soonyoung.


"Lho dek, kenapa kesini gak ngasih tau?."


"Aku cuma bentar aja kok kak, oh ya, gimana keadaan kakak?."


"Udah lumayan baik kok. Kamu udah sarapan?."


"Udah kak. Kakak sendirian daritadi?."


"Enggak juga sih, paling baru 15 menit."


"Mmm, aku tinggal gapapa kak?. Soalnya aku ada latihan koreo pagi ini."


"Iya, gapapa. Kamu hati-hati ya?. Mm itu siapa, Dek?." Menatap sosok kakek yang ada disamping Soonyoung.


"Eh kakak belum pernah ketemu ya?. Ini kakek."


"Kakek?."


"Iya, kakek kita dari Jepang. Ayahnya Mama." Jelas Soonyoung. Baekhyun hanya diam dan mengalihkan pandangannya.


Soonyoung pun pergi dan meninggalkan Baekhyun dan kakeknya berdua saja.


"Kamu benar-benar tumbuh dengan baik. Aku minta maaf atas semua yang terjadi selama ini." Ucap Toshio duduk disamping Baekhyun cucunya.


"Iya, Ayah menjaga kami semua dengan baik. Dan untuk apa minta maaf?." Tanya Baekhyun heran.


"Karena aku membuatmu harus berpisah dengan ibumu, dan membuatmu tumbuh tanpa ada sosok seorang ibu disisimu."


"Kenapa kakek bicara seperti itu?. Aku tidak menyalahkan kakek."


"Kamu pasti sudah mendengar alasan ibumu meninggalkan kalian, bukan?. Dan sepertinya kamu tidak percaya dengan cerita itu. Namun semua yang kamu dengar benar adanya."


"Aku percaya."


"Lalu kenapa kamu gak bisa nerima ibumu seperti adik-adikmu?." Heran Toshio.


"Entahlah. Aku hanya belum bisa menerimanya. Aku masih sangat membencinya."


"Ibumu itu sangat menyanyangi kalian, terutama kamu."


"Aku gak mau mendengar apa-apa. Aku mau istirahat."


"Apa kamu gak membenciku?. Harusnya akulah yang kamu benci, bukannya ibumu."


"Tentu saja tidak. Karena kita memang tidak saling kenal sebelumnya. Jujur saja dalam memoriku, aku tidak ingat pada kakek. Dan dalam memoriku, tetaplah dia yang bersalah."


"Baiklah. Aku harap kita bisa berkumpul layaknya keluarga suatu saat nanti. Lalu apa aku boleh memelukmu?."


Baekhyun terdiam mendengar permintaan kakeknya itu. Namun tak lama kemudian dia mengangguk. Toshio yang mendapat anggukan dari cucunya itu merasa sangat senang dan segera memeluknya.


"Kakek beneran ketua mafia disana?." Tanya Baekhyun penasaran.


"Tentu saja. Itu sudah turun temurun dari nenek moyang kakek. Makanya ibumu yang merupakan anak satu-satunya itu, harus jadi penerus saat aku sudah mulai lemah. Itulah yang menjadi alasan dia meninggalkan keluarga kecilnya saat aku sudah tidak sanggup lagi."


Toshio pun menceritakan silsilah keluarganya pada Baekhyun. Baekhyun tentu saja merasa sangat tertarik dengan latar belakang keluarga ibunya itu.


Saat tengah asik bercerita, Toshio berhenti waktu pintu kamar rawat Baekhyun terbuka. Dia melihat beberapa anak muda masuk ke dalam ruangan, siapa lagi kalau bukan member EXO.


Semua member EXO segera memberi salam pada Toshio.


"Ini kakekku dari Jepang." Ucap Baekhyun mengenalkan kakeknya itu.


Suho yang merupakan leader dari EXO itu pun memberi salam diikuti member yang lain.


"Terimakasih kakek sudah memperhatikan kami." Balas Suho tersenyum.


"Gimana keadaanmu, Baek?." Tanya Chanyeol yang sudah berada disebelah Baekhyun.


"Udah mendingan sih. Paling beberapa hari dirawat habis itu bisa balik ke dorm lagi."


"Maaf kami gegabah ninggalin kamu sendirian." Ucap Suho.


"Kalian gak salah kok."


Saat semua asyik mengobrol, masuklah Junmyeon bersama Yoojung disisinya. Serentak member yang ada disana pun menunduk memberi salam.


"Lagi ngumpul ternyata." Senyum Junmyeon.


"Iya, Yah. Maaf kami gak jaga Baekhyun dengan baik." Ucap Suho yang masih berasa bersalah.


"Gak apa-apa. Yang penting sekarang Baekhyun gak kenapa-napa."


"Lho, ternyata ayah disini." Kaget Yoojung yang melihat ayahnya berada di antara member EXO.


"Iya, ayah udah disini sejak tadi."


"Ayah datang sama siapa?."


"Tadi sama Soonyoung. Tapi dia udah pergi karena ada latihan katanya."


Member EXO yang tidak ingin menganggu terlalu lama itupun akhirnya pamit untuk balik ke dorm mereka. Selain itu mereka masih ada jadwal yang harus mereka lakukan.


Setelah member EXO pergi, Yoojung berjalan mendekati Baekhyun yang sibuk memainkan ponselnya.


"Mama udah bawain bubur, kita makan dulu ya, Nak?." Ucap Yoojung.


"Aku gak lapar, makasih. Makan aja sendiri atau gak kasih kakek atau ayah." Tolak Baekhyun tanpa menatap ibunya.


"Mama kamu udah capek-capek masak buat kamu lho, Hyun." Ucap Junmyeon angkat bicara.


"Aku gak minta dimasakin kan?."


"Kalau gitu ayah yang nyuapin, ya?."


"Aku bukan anak kecil lagi."


"Kamu masih marah sama ayah?."


"Tau akh, aku mau tidur." Tidur membelakangi semua orang.


"Udah, jangan dipaksa. Buburnya taroh dimeja aja dulu." Ucap Toshio.


Yoojung hanya diam dan duduk di sofa. Hatinya sangat sakit karena perlakuan Baekhyun padanya. Namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena dia memang bersalah.


Sedangkan di tempat lain, member BTS baru saja menyelesaikan jadwal mereka. Tidak seperti biasanya, sepanjang hari Taehyung hanya diam dan terus sibuk dengan ponselnya.


"Kamu kenapa keliatan gak semangat gitu?." Tanya Namjoon duduk mendekati Taehyung.


"Gak apa-apa, Kak."


"Mikirin kak Baekhyun?." Tebak Namjoon.


"Iya, Kak. Aku sangat takut hal buruk akan terjadi pada kak Baekhyun. Dan lagi, aku juga takut akan ada pertengkaran antara kakak dan mama. Mereka berdua sama-sama keras kepala."


"Semua pasti baik-baik saja. Lalu apa kamu akan tidur di rumah sakit?."


"Iya kak, selama kak Baekhyun di rawat, aku akan menemaninya tidur di rumah sakit."


"Baiklah, kami akan mengantarmu kesana setiap jadwal kita selesai."


"Kak, jangan murung terus. Kita semua mau ngeliat kakak ceria kayak biasanya lagi." Ucap Jungkook yang datang membawakan makanan untuk Taehyung.


"Maaf membuat kalian semua khawatir."


"Ini makan dulu, kak. Kakak belum makan daritadi."


"Terimakasih."


Taehyung mengambil makanan yang dibawakan Jungkook tersebut lalu memakannya dengan pelan. Jujur saja, selera makannya menghilang karena terus memikirkan kakaknya yang berada di rumah sakit.


Setelah semua jadwal selesai, Taehyung pun diantar semua membernya ke rumah sakit tempat Baekhyun dirawat. Dengan bantuan pihak keamanan rumah sakit, mereka semua berhasil masuk ke dalam rumah sakit tersebut.