Kwon Family

Kwon Family
#15



Sudah 3 hari sejak Taehyung dirawat di rumah sakit. Dan hari ini dia sudah diperbolehkan pulang. Namun harus tetap dalam penjagaan dan harus istirahat total dirumah.


Begitu juga sudah 3 hari Junmyeon berada di Jepang. Dia kesana bersama Yoojung. Dia pergi karena sangat penasaran dengan alasan Yoojung meninggalkan dia dan anak-anaknya.


Selama tinggal di Jepang, Junmyeon tinggal di rumah milik Yoojung. Tentu saja tidak bersama Yoojung, karena Yoojung tinggal di kediaman keluarganya.


Siang itu Yoojung menjemput Junmyeon untuk di ajak ke rumah keluarga besarnya. Setelah memakai jas dan dasinya, Junmyeon keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu diluar.


Saat dalam perjalanan, ponsel Junmyeon berdering.


"Hallo sayang." Sapa Junmyeon yang mampu membuat Yoojung yang duduk di sebelahnya melirik.


"Ayah, hari ini kak Taehyung udah boleh pulang. Aku sama kak Baekhyun bakal gantian buat jaga selama ayah pergi. Tapi kayaknya beberapa hari ke depan aku gak bisa jagain kak Taehyung, Yah."


"Syukurlah kalau udah boleh pulang. Emang nya kamu mau kemana?. Jadwalnya lagi padat ya?."


"Iya, Yah. Lagi siapin buat comeback."


"Ya udah, nanti Ayah coba telfon Baekhyun ya?."


"Oke, Yah. Ayah masih lama disana?."


"Paling beberapa hari lagi Ayah pulang. Mau titip sesuatu?."


"Titip Ayah jaga kesehatan aja."


Junmyeon tersenyum mendengar ucapan anaknya itu, lalu setelahnya menyudahi telfonnya.


"Soonyoung?." Tanya Yoojung.


"Hmm ya.."


"Bagaimana keadaan Taehyung?."


"Dia sudah boleh pulang. Ini kok makin jauh dari kota?." Heran Junmyeon, karena selama dia bersama Yoojung dulu, dia tidak pernah pergi ke tempat yang mereka lalui sekarang.


Yoojung hanya diam. Mobil yang mereka tumpangi semakin jauh dari kota. Hingga mobil itu pun berhenti di depan sebuah rumah yang dikelilingi pagar tinggi dan tentu saja banyak pengawal.


Junmyeon masuk ke dalam rumah mengikuti Yoojung yang sudah berjalan lebih dulu. Dia sudah tidak heran lagi jika dia akan dikawal seperti ini.


Di depan sebuah pintu, Yoojung berhenti dan membuka pintu itu, lalu mengajak Junmyeon masuk. Tentu saja hanya mereka berdua yang masuk.


Betapa kagetnya Junmyeon saat melihat sosok yang terbaring di kamar itu. Kalau saja dia tidak melihat senyum di wajah itu, dia tidak akan pernah tau kalau sosok itu adalah ayah Yoojung. Laki-laki yang sangat sayang padanya layaknya anak sendiri.


Dengan berlinang airmata, Junmyeon berjalan ke dekat ranjang dan langsung memeluk sosok laki-laki kurus itu.


"Junmyeon anakku." Lirih lelaki itu sembari masih memeluk Junmyeon.


"Sudah berapa lama ayah seperti ini?. Kenapa gak pernah mengabari?."


"Maafkan ayah, maafkan juga keegoisan ayah. Ayah yang memaksa Yoojung untuk menggantikan posisi ayah karena kondisi ayah yang seperti ini."


"Tapi kenapa harus membawa Yoojung?. Kasian anak-anak."


Yoojung mengajak Junmyeon keluar. Dia membawa Junmyeon ke sebuah ruangan yang dipenuhi senjata api.


"Ini alasanku pergi tanpa memberi alasan apapun." Ujar Yoojung.


Yoojung juga memberitahu bahwa sebenarnya ayahnya seorang kepala mafia. Dan karena sebuah insiden, ayahnya meminta Yoojung untuk menggantikan posisinya sebagai kepala mafia.


Awalnya Yoojung menolak, tapi ayahnya mengancam akan membawa paksa salah satu anak mereka untuk dijadikan penerus saat dewasa nanti. Dan karena dia tidak ingin anaknya dalam bahaya, jadi dia terpaksa mengiyakan untuk menggantikan posisi ayahnya.


Yoojung membuka pakaiannya dan memperlihatkan bekas-bekas tembakan dan pedang yang ada pada tubuhnya. Dia juga memberitahu bahwa beberapa kali dia koma karena tertembak maupun tertusuk.


Junmyeon yang mendengar hal itu hanya bisa terdiam. Dia tidak menyangka bahwa kenyataan sebenarnya seperti itu. Dia juga tidak tau kalau selama ini Yoojung sudah sangat kesulitan dan merasakan sakit ditubuhnya.


"Aku minta maaf gak kasih tau semua ini dari awal. Aku tau, jika aku beri tahu dari awal, kamu akan memilih posisi berbahaya ini. Dan aku gak mau itu, lebih baik aku yang ambil dan membuat keluarga kecilku hidup dengan normal walau mereka akan membenciku."


"Kamu pulanglah ke Korea, biar aku disini menggantikan posisimu. Maafin aku gak ada saat kamu kesakitan. Tolong titip anak-anak. Mereka walau udah besar masih sangat usil dan manja." Ujar Junmyeon seraya langsung memeluk Yoojung.


Yoojung tertawa yang langsung membuat Junmyeon terheran-heran.


"Keluargaku sudah berhenti jadi mafia. Walau masih ada beberapa pengawal, tapi itu hanya untuk jaga-jaga jika masih ada yang berniat jahat."


Junmyeon merasa lega mendengar penuturan Yoojung.


"Mmm.. Apa kamu mau kembali pada kami?." Ajak Junmyeon memegang kedua tangan Yoojung. Dia ingin memulai semua dari awal lagi. Walau dia tau mungkin akan sulit bagi anak-anak menerima Yoojung kembali, terutama Baekhyun.


"Tentu saja. Tapi apa mereka bisa menerima kehadiranku?." Tanya Yoojung sembari meneteskan airmatanya.


"Aku akan bicara pada mereka dan memberi tau semuanya. Walau mungkin akan sulit membuat mereka bisa menerima kamu kembali dan dekat denganmu, tapi tolong bersabar."


Yoojung mengangguk dan dipeluk kembali oleh Junmyeon. Setelah itu mereka kembali ke kamar ayah Yoojung.


"Ayah, kita pindah ke Korea ya?." Ajak Junmyeon menggenggam tangan Ayah mertuanya itu.


"Lalu bagaimana dengan rumah ini?."


"Rumah ini biar di urus sama asisten rumah tangga dan para pengawal, Yah." Usul Yoojung angkat bicara.


"Ayah adalah ayahku juga. Gak mungkin ada anak yang akan merasa direpotkan oleh orangtuanya sendiri." Senyum Junmyeon menggenggam tangan mertuanya itu. Dan karena bujukan itu, akhirnya Toshio sang ayah mengangguk sambil tersenyum.


"Apa cucu-cucu ayah tumbuh dengan baik?."


"Mereka sangat tumbuh dengan baik, Yah. Dan mereka juga sudah sangat terkenal." Bangga Junmyeon sembari memperlihatkan foto ketiga putranya.





"Wah mereka benar-benar sangat tampan." Kagum Toshio melihat ketiga foto cucunya. "Tapi sepertinya Ayah pernah melihat mereka."


"Tentu saja ayah pernah melihat mereka. Mereka bertiga juga udah jadi artis terkenal sekarang. Bahkan mereka juga sering tour ke Jepang."


"Ayah benar-benar ingin bertemu mereka bertiga."


"Nanti pasti ketemu, Ayah. Sekarang ayah istirahat. Besok pagi kita berangkat ke Korea." Ujar Junmyeon membenarkan posisi tidur Toshio dan tidak lupa menyelimutinya.


Setelah selesai, Junmyeon mengajak Yoojung keluar kamar.


"Kamu mau membawaku kemana?." Penasaran Yoojung.


"Apa kita harus mengadakan pesta saat di Korea nanti?."


"Pesta untuk apa?." Heran Yoojung.


"Karena kita akan jadi suami istri lagi."


"Kita bahkan tidak bercerai, buat apa harus mengadakan pesta. Buang-buang uang saja."


"Kalau begitu, kita adakan untuk merayakan kembalinya kamu saja. Bagaimana?."


"Aih.. Terserah kamu saja." Senyum Yoojung. "Aku kangen anak-anak."


"Apa kamu mau aku menelfon mereka untukmu?." Tawar Junmyeon yang berjalan sambil menggandeng tangan Yoojung.


"Aku rasa mereka tidak akan suka.. Biar bertemu langsung saja nanti." Tolak Yoojung.


Junmyeon mengangguk setuju.


Sedangkan di dorm EXO.


"Tumben kakak ngemasin pakaian." Heran Sehun yang sedari tadi memperhatikan Baekhyun.


"Hanya beberapa pakaian aja, karena aku akan tinggal di rumah selama Taehyung masih sakit. Aku gak mau meninggalkannya sendiri. Apalagi Soonyoung sekarang sedang sibuk dengan comebacknya."


"Apa aku boleh ikut?."


"Tanya kak Suho.. Apa dia ngizinin."


"Kenapa harus izin dulu?.. Aku bukan anak kecil lagi kak." Cemberut Sehun.


"Tapi dimataku dan member yang lain, kamu masih seorang anak kecil, Sehunku yang lucu." Goda Baekhyun tersenyum.


"Aih.. Baiklah. Aku akan bertanya pada kak Suho." Keluar dari kamar Baekhyun.


Sehun lalu keluar dan mencari keberadaan Suho sang leader. Dan akhirnya dia menemukannya di ruang tv.


"Kak Suho." Panggilnya duduk di sebelah Suho.


"Hmm.. Ada apa, Hun?."


"Aku akan ikut dengan kak Baekhyun tinggal di rumahnya, bolehkan?."


"Pergilah. Tapi untuk malam ini aja."


"Aku mau disana selama kak Baekhyun disana kak."


"Gak bisa, Hun. Aku gak mau kamu malah mengganggu Baekhyun. Dia harus mengurus adiknya, dan aku gak tega melihatnya harus mengurusmu yang super manja juga. Apalagi kamu gak bisa tidur sendiri."


"Tapi, Kak."


"Untuk malam ini aja atau tidak sama sekali." Tegas Suho.


"Iya.. iya.. Malam ini aja." Cemberut.


Sehun pergi meninggalkan Suho dan menghampiri Baekhyun yang baru saja turun dari lantai dua.


"Kak.. Kalau gitu aku pamit ya?."


"Iya Baek.. Hati-hati di jalan."


Setelah itu dia dan Sehun keluar dari dorm dan masuk ke dalam mobil Baekhyun. Tanpa pikir panjang, dia melajukan mobilnya ke arah rumahnya.