Kwon Family

Kwon Family
#17



Baekhyun yang menyadari kehadiran sosok wanita yang dia anggap sudah mati itu pun seketika wajahnya memerah karena marah.


"Kamu tidak apa-apa, nak?." Tanya wanita itu memegang wajah Baekhyun.


"Jangan menyentuhku!. Anda pikir anda siapa, bisa menyentuhku seperti ini?." Ketus Baekhyun berdiri. "Dan kenapa anda bisa ada disini?."


"Jangan bicara seperti itu pada mamamu, nak." Ucap Junmyeon sang ayah yang datang dari arah kamarnya.


Baekhyun menatap heran pada ayahnya. Bagaimana mungkin ayahnya bisa bicara seperti itu. Padahal dari dulu ayahnya lah yang melarang dia dan adik-adiknya untuk tidak mengingat wanita itu.


"Kamu ikut Ayah." Ajak Junmyeon menarik tangan Baekhyun. Tanpa ada perlawanan, Baekhyun mengikuti ayahnya itu.


Sesampainya di ruang vokal, Junmyeon mengunci pintu lalu menatap Baekhyun lembut.


"Apa yang terjadi, Yah?. Kenapa wanita itu ada disini?."


"Ibumu akan kembali ke rumah kita, Hyun."


"Apa?.. Tapi kenapa?. Bagaimana jika Taehyung bertemu dengannya?. Bahkan Taehyung masih belum pulih."


"Adikmu akan baik-baik saja. Ayah akan membicarakannya pada mereka. Dan kamu juga harus bisa menerimanya."


"Tidak, Yah."


Junmyeon menghela nafas dan mengajak Baekhyun duduk. Dia menatap putra sulungnya itu dan mulai menceritakan yang sebenarnya.


Baekhyun terdiam dan menunduk. Dia mulai mencerna ucapan ayahnya.


"Maaf, Yah. Walau seperti itu kenyataannya,


aku gak bisa menerimanya kembali. Dia sudah meninggalkan kita, dan bahkan dia membuat Taehyung mengalami trauma selama ini."


"Kita cuma salah paham, nak. Ayah juga tau Taehyung menjadi trauma gara-gara ibumu, tapi ibumu kan seperti itu demi kalian juga."


"Sudahlah, Yah. Sekarang Ayah tinggal pilih, aku yang pergi dari rumah ini atau wanita itu."


"Jangan bicara seperti itu, Hyun. Ayah tidak ingin ada yang meninggalkan rumah ini."


"Baiklah, kalau gitu biar aku yang pergi. Aku pamit, Yah." Ujar Baekhyun langsung berdiri dari duduknya. Hal itu sontak membuat Junmyeon kaget dan menarik tangan Baekhyun.


Baekhyun menatap nanar ayahnya dan memegang tangan ayahnya, lalu melepaskan genggaman ayahnya. Dengan sedikit tersenyum, Baekhyun meninggalkan ruangan itu.


Diluar dia bertemu dengan Yoojung sang ibu. Namun Baekhyun langsung menatap tajam dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu. Yoojung yang tidak melihat suaminya keluar, segera berjalan masuk ke dalam ruangan.


"Maafkan aku." Lirih Yoojung duduk di samping Junmyeon.


"Kamu gak salah, akulah yang salah. Aku yang menanamkan rasa benci pada diri Baekhyun padamu."


"Aku tau dia membenciku. Tapi aku akan melakukan segala cara agar dia bisa menerima kehadiranku lagi. Aku pasti bisa melihat Hyun-ku yang manja lagi." Tekad Yoojung. Dia kembali teringat betapa manjanya anak sulungnya itu padanya dulu. Bahkan Baekhyun tidak mau jauh darinya.


Sedangkan Baekhyun menaiki tangga dan berpas-pasan dengan Taehyung.


"Kakak kenapa?. Kenapa kakak nangis?." Khawatir Taehyung.


"Udah, jangan ganggu kakak. Kamu balik ke kamar sana."


"Tapi aku haus, Kak." Cemberut Taehyung.


"Pokoknya kembali ke kamar sekarang!." Bentak Baekhyun yang tentu saja membuat Taehyung kaget. "Huft.. Terserah kamu aja, kamu emang gak pernah mau dengerin kakak." Hela Baekhyun meninggalkan Taehyung yang sudah tertunduk.


Setelah Baekhyun pergi, Taehyung dengan lesu kembali ke kamarnya. Sebelum kembali ke kamarnya, dia berhenti di depan kamar Baekhyun dan melihat kakaknya itu sedang membereskan pakaiannya.


"Kakak udah mau pergi?." Lirih Taehyung yang masih berdiri di depan pintu kamar Baekhyun. Namun Baekhyun hanya diam dan terus memasukkan semua pakaiannya. "Kakak marah banget ya, sama aku?. Aku minta maaf kak. Kakak jangan pergi dulu." Isak Taehyung kemudian.


"Jangan cengeng deh. Kakak gak marah sama kamu. Sana kembali ke kamarmu."


"Tapi kenapa kakak membawa semuanya?. Biasanya kakak cuma bawa yang dibutuhin aja."


"Kwon Taehyung!. Kakak menyuruhmu apa?. Kembali ke kamar sekarang!." Teriak Baekhyun.


Setelah memastikan Taehyung pergi ke kamarnya, Baekhyun duduk di ranjangnya dan kembali menangis. Sehun yang baru keluar dari kamar mandi, sangat kaget melihat Baekhyun menangis seperti itu. Sangat jarang dia melihat Baekhyun menangis.


Karena tidak ingin menganggu Baekhyun, Sehun tidak bertanya apa-apa dan hanya sibuk memakai pakaiannya.


"Ayo pergi, Hun." Ajak Baekhyun setelah selesai membereskan semuanya. Sehun hanya menurut dan mengikuti Baekhyun dari belakang. "Oh ya, kamu tunggu di mobil dulu, aku mau ke kamar Taehyung sebentar."


Baekhyun dan Sehun pun berpisah. Baekhyun berjalan ke kamar Taehyung setelah memberikan semua barang-barangnya pada Sehun.


"Dek." Panggil Baekhyun mengetuk pintu kamar Taehyung.


Karena tidak ada jawaban, dia yakin adiknya itu sedang menangis, Baekhyun pun masuk ke kamar dan berjalan ke dekat ranjang Taehyung. Dia melihat Taehyung tidur dengan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Baekhyun menghela nafas dan duduk di ranjang Taehyung.


"Kakak minta maaf soal yang tadi, kakak hanya sedang badmood, jadinya kena ke kamu." Tambah Baekhyun.


"Kakak selalu gitu ke aku, aku selalu dimarahin, sedangkan Soonyoung gak pernah." Lirih Taehyung yang masih bersembunyi di dalam selimut.


"Iya kakak minta maaf. Kalau gitu kakak pamit ya?. Kamu jaga Ayah. Kalau kamu pengen ketemu, kamu datang aja ke dorm EXO."


Taehyung yang mendengar ucapan kakaknya itu segera menurunkan selimutnya. Dia menatap kakaknya yang masih duduk di sampingnya.


"Kenapa kakak ngomong kayak gitu?."


"Kakak gak akan balik ke rumah ini lagi, dek."


"Iya, tapi kenapa kak?."


"Nanti kamu juga tau alasannya, kalau gitu kakak pergi ya?. Sehun udah nunggu daritadi, dan kakak juga ada jadwal pagi ini." Berdiri dari duduknya dan mengelus rambut Taehyung sambil tersenyum.


Taehyung hanya memperhatikan punggung kakaknya itu yang semakin menjauh. Sedangkan Baekhyun turun ke lantai bawah, dan tentu saja seperti yang dia perkirakan, dia melihat Sehun yang sedang makan bersama kedua orangtuanya.


"Ayo pergi, Hun." Ajak Baekhyun tanpa basa basi dan meninggalkan meja makan.


"Tapi, kak."


"Gak ada tapi-tapian, ayo pergi!." Bentak Baekhyun. Sehun pun langsung berdiri dari duduknya dengan masih mengunyah roti yang dia makan.


Baekhyun sempat berhenti saat tangannya di pegang oleh Yoojung. Dia menatap sinis dan melepaskan tangan Yoojung. Junmyeon yang melihat itu menghampiri Yoojung dan memegang pundaknya. Sedangkan Baekhyun hanya terus berjalan tanpa menoleh ke orangtuanya.


Setelah Baekhyun meninggalkan rumah, Taehyung yang masih dikamarnya didatangi oleh Junmyeon sang ayah.


"Gimana kabarnya putra tampan ayah?." Senyum Junmyeon mendekati Taehyung.


"Ayah!. Ayah kapan pulangnya?. Aku kangen." Histeris Taehyung langsung memeluk ayahnya.


"Ayah udah pulang dari dua jam yang lalu." Membalas pelukan Taehyung. Matanya tertuju pada sebuah foto yang didalamnya juga terdapat sosok Yoojung.


"Apa kamu pengen ketemu, Mama?." Tanya Junmyeon setelah duduk berhadapan dengan Taehyung.


"Aku udah ketemu Mama, Yah. Di fansign. Mama cantik." Senyum Taehyung.


"Tentu saja mama cantik, anak-anaknya aja tampan gini." Balas Junmyeon tersenyum.


Taehyung sedikit heran dengan respon ayahnya. Biasanya setiap dia membahas mamanya, pasti ayahnya itu akan langsung marah dan melarangnya untuk membahas hal itu.


"Apa kamu mau ketemu mama lagi?."


"Ketemu?. Tapi kan ayah bilang, mama udah gak ada." Heran Taehyung.


"Sebenarnya mama masih ada. Maafin ayah yang selalu larang kalian untuk ngebahas mama. Tapi kamu beneran udah gak apa-apa kalau ketemu mama?."


"Tentu aja, Yah. Aku udah bisa ketemu Mama." Semangat Taehyung.


Tidak seperti Baekhyun, Taehyung sangat antusias dengan ibunya. Bukan karena dia tidak membenci ibunya itu karena meninggalkannya. Tapi dia yakin, pasti ada alasan dibalik semua itu.


Yoojung yang sudah mendengar semuanya dari balik pintu kamar Taehyung, tidak bisa menahan airmatanya hingga dia langsung berlari ke ke dalam kamar dan memeluk Taehyung.


Taehyung yang kaget hanya terheran-heran sambil membalas pelukan Yoojung. Junmyeon yang melihat hal itu hanya mengangguk dan tersenyum.


"Mama?." Panggil Taehyung.


"Iya, ini mama, nak." Jawab Yoojung yang masih memeluk Taehyung.


Taehyung pun langsung memeluk erat Yoojung dan menangis sejadi-jadinya. Sedangkan Jimin dan Jungkook yang mendengar tangisan Taehyung segera bangun dari tidur mereka dan berlari ke kamar Taehyung.


"Kakak kenapa?." Khawatir Jungkook membuka pintu kamar Taehyung. Namun dia dan Jimin melihat Taehyung sedang menangis di pelukan seorang perempuan yang bisa mereka tebak adalah ibu Taehyung.


"Eh, anak ayah yang lain juga ada disini?. Maaf lho tidurnya ke ganggu ya sama Taehyung?." Tanya Junmyeon berdiri dari duduknya lalu mengajak Jimin dan Jungkook keluar. Junmyeon sengaja meninggalkan Taehyung dan Yoojung berdua agar mereka bisa melepas rindu.