Kwon Family

Kwon Family
26



Baekhyun baru saja selesai mengisi perutnya dengan bubur buatan sang ibu. Bahkan nafsu makannya bertambah saat disuapi oleh ibunya itu. Dia juga kembali mengingat moment-moment di masa kecilnya bersama sang ibu. Semua memori-memori indah muncul satu persatu dalam ingatannya.


Baekhyun kembali menatap wajah ibunya yang terus tersenyum padanya. Ingin rasanya dia memeluk sang ibu, namun dia urungkan. Karena mungkin masih ada rasa kecewa atas apa yang telah ibunya lakukan selama ini.


"Kenapa, Hyun. Apa kamu butuh sesuatu?." Tanya Yoojung saat melihat Baekhyun menatapnya.


"Tidak." Jawab Baekhyun singkat lalu mengalihkan pandangannya.


"Oh iya, hari ini mama dan ayah akan kembali bekerja. Kamu gak apa-apa tinggal sendiri?. Mama cuma kerja sampai siang aja, habis itu bakal langsung kesini." Jelas Yoojung.


"Pergi aja. Aku juga biasa sendiri."


"Jangan gitu, sayang. Mama jadi gak tenang ninggalin kamu sendiri."


Baekhyun hanya diam tidak menanggapi ucapan ibunya.


"Apa kamu mau ditemani mama, Hyun?." Tanya Junmyeon mendekati ranjang anaknya itu.


"Tidak. Aku benar-benar gak masalah sendirian."


"Baiklah kalau seperti itu. Jika ada apa-apa kamu harus langsung menghubungi ayah atau mama. Oke?."


"Baiklah, yah."


Akhirnya Junmyeon dan Yoojung pergi meninggalkan kamar rawat Baekhyun.


Sekarang tinggallah Baekhyun bersama Kyungsoo dan Chen. Dia yang memang sudah bosan tiduran itu, segera turun dari ranjangnya dan duduk di sofa bersama Chen dan Kyungsoo.


"Nanti datanglah bersama semua member saat jadwal udah kosong." Perintah Baekhyun sembari memakan buah yang memang dibawa oleh Kyungsoo.


"Oke."


"Dan kalian bawa hadiah untuk anak-anak yang banyak. Ini pakailah Blackcard milikku."


"Buat apa, Baek?." Heran Chen.


"Disini banyak anak-anak yang dirawat. Ayo kita temui mereka dan beri hadiah untuk penyemangat mereka. Dan terutama untuk Areum." Jelas Baekhyun.


Kyungsoo dan Chen mengangguk mengerti. Namun mereka tidak menerima kartu yang diberikan oleh Baekhyun, karena mereka akan memberikan semua itu atas nama Exo.


Karena memang ada jadwal grup yang harus mereka lakukan, akhirnya Kyungsoo dan Chen pamit pada Baekhyun untuk kembali ke dorm.


Kini tinggallah Baekhyun seorang diri di kamar inapnya yang luas itu. Dia yang memang bosan itu pun kembali berniat untuk keluar kamar.


Baekhyun berhasil keluar dari kamar setelah berdebat dengan penjaga kamarnya. Dengan memakai topi dan maskernya, Baekhyun mulai berjalan berkeliling di rumah sakit itu.


Disisi lain, Taehyung bersama member grupnya sedang bersantai di ruang tunggu tempat mereka mengisi acara.


"Sepertinya kamu udah gak takut lagi sama kakakmu, Tae." Ucap Hoseok yang duduk disamping Taehyung.


"Selama ini aku emang gak pernah takut padanya. Jadi kenapa kakak ngomong kayak gitu?."


"Benarkah?. Tapi yang kami tau, kamu selalu dibuat menangis oleh kakakmu." Ejek Suga menimpali.


"Mmmm jangan membongkar aibku seperti itu, kak." Cemberut Taehyung.


"Semua juga sudah tau soal itu, Tae." Senyum Hoseok.


"Nanti selesai jadwal, aku sama Jimin bakalan jenguk kak Baekhyun, apa ada yang mau ikut?." Tanya Namjoon yang sedang menata rambutnya.


"Aku ikut, kak." Semangat Jungkook.


"Baiklah kalau gitu, lalu bagaimana denganmu, Tae?."


"Tentu saja aku ikut. Kan aku tidur disana, kak."


"Kirain kamu bakal kabur untuk sementara waktu dari kakakmu."


"Enggaklah, kak."


Semua memang sudah melihat apa yang telah diposting Taehyung di akun media sosialnya. Dan mereka juga sudah bisa menebak bahwa Taehyung pasti akan di omeli oleh kakaknya itu.


"Kenapa kamu gak angkat telfon dari kak Baekhyun?." Tanya Jimin yang melihat ponsel Taehyung berdering karena panggilan dari Baekhyun.


"Bilang aja kalau kamu takut." Keluh Jimin yang akhirnya menerima panggilan dari kakak Taehyung tersebut.


"Hallo, kak." Sapa Jimin sesaat setelah panggilan diterima.


"Mana Taehyung?. Ini siapa?."


"Ini aku, Jimin kak."


"Ahh, mana Taehyung?."


"Dia ke toilet kak. Apa ada yang perlu aku sampaikan?."


"Bilang padanya untuk menghapus postingan itu. Itu sedikit mencemari nama baikku."


"Baiklah kak. Aku akan menyampaikannya pada Taehyung."


"Terima kasih, Jimin."


Panggilan pun diakhiri dan Jimin memberikan ponsel itu kembali pada Taehyung yang sudah terlihat pucat.


"Katanya gak takut sama kakakmu, lalu kenapa kamu menghindarinya." Ledek Jimin.


"Aku hanya gak mau mendengar omelannya saja. Bukannya aku takut."


Semua member yang sudah mengetahui bahwa sebenarnya Taehyung memang takut pada kakaknya itu, hanya mengangguk sembari tersenyum satu sama lain.


Karena giliran mereka untuk tampil, mereka pun segera berjalan mendekat ke arah panggung.


Saat semua naik ke atas panggung, teriakan dari fans-fans mereka terdengar jelas. Mereka pun membawakan lagu terbaru mereka yang disambut antusias oleh para Army.


Selesai menyanyikan 2 lagu terbaru milik mereka, mereka pun kembali ke ruangan yang sebelumnya. Di perjalanan kembali ke ruangan tersebut, mereka semua berpas-pasan dengan member girlgroup yang akan tampil berikutnya.


"Jangan diliatin terus, nanti semua orang tau jika kamu menyukainya." Bisik Jimin pada Taehyung yang sedikit memerah karena malu.


"Apasih!. Justru kamu yang bakalan bikin orang-orang tau dengan ucapanmu itu." Jengkel Taehyung.


Jadwal demi jadwal mereka selesaikan secara bergantian dihari itu.


Akhirnya sampailah saatnya dimana semua jadwal selesai. Namjoon, Jimin,  Jungkook, dan Taehyung pun berpisah dengan member yang lain karena memang mereka akan ke rumah sakit untuk menjenguk Baekhyun.


"Apa kamu udah siap buat ketemu kakakmu, Tae?." Goda Jimin saat mereka di dalam mobil menuju rumah sakit.


"Tentu aja. Lagian gak akan terjadi apa-apa." Ucap Taehyung mencoba menenangkan dirinya. Walau sebenarnya dia sudah gelisah sejak tadi. Dia bahkan sudah bisa membayangkan omelan yang akan dia terima dari kakaknya.


Tidak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Tanpa penyamaran mereka dikawal oleh beberapa penjaga untuk masuk ke dalam rumah sakit. Karena memang masih banyaknya paparazzi dan fans yang berada disana.


Sesampainya di ruangan Baekhyun. Taehyung merasa lega saat melihat ada mamanya disana. Dengan begitu dia bisa berlindung dibelakang mamanya itu.


Seperti dugaannya, baru saja dia masuk ke dalam ruangannya, dia melihat kakaknya sedang menatap tajam padanya seakan ingin menelannya hidup-hidup. Dengan canggung dia mencoba tersenyum pada kakaknya itu.


"Adikku Kwon Taehyung akhirnya datang juga." Senyum Baekhyun yang mampu membuat Taehyung bergidik ngeri. Walau kakaknya itu tersenyum, tapi senyum itu sangat menakutkan baginya.


"Hehehe iya, kak." Cengengesan Taehyung.


"Kakak kangen banget sama kamu. Kemarilah." Ucap Baekhyun.


Taehyung merasakan dirinya akan dalam masalah besar jika dia mendekati kakaknya. Namun jika dia menolak permintaan kakaknya itu, dia akan semakin dalam bahaya.


Dengan perlahan namun pasti, Taehyung pun mendekat pada kakaknya. Dan benar saja, lehernya langsung dikunci oleh kakaknya dengan kedua tangannya. Hal itu tentu saja langsung saja membuatnya berteriak kesakitan.


"Aaa ampun kak, ampun." Teriak Taehyung.


"Emang bandel banget ya, kamu. Udah dibilang jangan disebarin fotonya, eh malah disebarin." Omel Baekhyun tanpa melepaskan Taehyung.


"Iya maaf kak. Udah aku hapus juga postingannya."


"Kamu hapus pun pasti udah di ambil oleh beberapa fans."


"Udah-udah jangan berantem. Lepasin Taehyungnya, Hyun." Panik Yoojung yang melihat wajah Taehyung sudah memerah.


Baekhyun pun langsung melepaskan Taehyung. Taehyung segera berjalan mendekati ibunya. Sedangkan member BTS yang ada disana dan menyaksikan hal itu hanya diam tanpa mengatakan apa-apa. Bahkan Jungkook dan Jimin malah memvideokan apa yang terjadi pada Taehyung malam itu.