Kwon Family

Kwon Family
#10



Chanyeol yang menunggu Baekhyun di luar pintu, mencoba masuk saat mendengar suara teriakan Baekhyun. Karena tidak bisa masuk, Chanyeol mencoba berteriak menanyakan apa yang terjadi pada Baekhyun.


"Baek. Baek. Buka pintunya!!. Apa yang terjadi?."


Member EXO yang mendengar suara teriakan Chanyeol segera berlari ke arah Chanyeol beserta beberapa staf yang ada di lantai bawah itu.


"Apa yang terjadi, Chan?." Khawatir Suho melihat Chanyeol yang panik.


"Itu, Baekhyun kekunci di dalam. Tadi dia teriak dan aku gak tau apa yang udah terjadi."


"Bukankah ini ruangan pemilik restoran?. Disitu tertulis seperti itu." Tunjuk Sehun.


"Iya, tapi bagaimana kalau Baekhyun di apa-apain?."


"Kita dobrak aja kalau gitu." Usul Kai yang disetujui member lainnya.


Saat mereka bersiap-siap mendobrak pintu. Pintu itu terbuka dan Baekhyun keluar dengan wajah tertunduk.


"Baek. Kamu gak kenapa-napa?." Tanya Suho memegang bahu Baekhyun. Suho mengangkat wajah Baekhyun dan melihat matanya memerah.


"Apa yang terjadi, kak?."


Chanyeol dan Kai berinisiatif masuk ke ruangan itu untuk memberi pelajaran pada pemilik restoran, namun langkah mereka terhenti saat seorang wanita paruh baya berjalan dari dalam ruangan.


"Maaf sudah membuat keributan." Ujar wanita tersebut.


"Apa yang anda lakukan pada Baekhyun kami?." Introgasi Xiumin.


"Saya tidak melakukan apa-apa. Saya.."


"Ayo teman-teman. Kita pergi darisini." Ajak Baekhyun memotong ucapan wanita tersebut.


Member yang bingung tidak berkata apa-apa lagi dan mengikuti Baekhyun turun ke lantai bawah. Di meja kasir, Baekhyun mengeluarkan dan menggesek atmnya lalu meminta rekening pemilik restoran.


Setelah itu mereka semua naik ke mobil yang mereka bawa sebelumnya dan kembali ke hotel.


Di hotel, mereka berkumpul bersama di kamar Baekhyun.


"Kak, kalian duluan aja ke Jepangnya. Aku bakalan nyusul di penerbangan berikutnya." Ucap Baekhyun yang membuat member yang lain bingung.


"Kenapa, Baek?."


"Aku bakal nemuin Soonyoung dulu kak."


"Kita harus pergi bareng-bareng. Kita sama-sama undur aja penerbangannya." Ujar Suho yang tau kalau sudah terjadi sesuatu pada Baekhyun. Mana mungkin dia bisa tenang meninggalkan Baekhyun dalam keadaan seperti ini.


"Iya kak. Lagian kan konser disana juga gak langsung besok."


"Makasih semuanya." Baekhyun tiba-tiba menangis. Perasaan yang dia pendam sejak tadi dia luapkan dalam tangisannya. Suho yang melihat itu pun mengusap kepala Baekhyun dan memeluknya. Yang lain pun juga melakukan hal sama sampai Baekhyun sedikit tenang.


Sedangkan di dalam sebuah pesawat penerbangan dari Seoul ke Indonesia. Soonyoung beserta membernya sedang sibuk dengan diri masing-masing.


"Kenapa firasatku gak enak. Apa aku lupain sesuatu ya?." Gumam Soonyoung memikirkan apa yang telah dia lupakan.


"Kenapa, kak?." Heran Seungkwan yang memperhatikan raut wajah Soonyoung.


"Ah, Itu.. Sepertinya aku melupakan sesuatu sebelum berangkat."


"Apa?.. Sepertinya segala sesuatu udah disiapin."


"Kamu juga udah nelfon kakak dan Ayah mu tadi kan?." Sahut Jeonghan yang daritadi memperhatikan percakapan Seungkwan dan Soonyoung.


"Akh.. Mampus aku.. Aku lupa memberi tahu kak Baekhyun." Panik Soonyoung mengingat apa yang telah dia lupakan. Dia sudah bisa membayangkan bagaimana amukan kakaknya itu nanti.


"Kenapa panik?. Kamu tinggal menelfonnya saat kita keluar dari pesawat nanti." Usul Jeonghan.


"Sudah terlambat kak. Udah pasti kak Baekhyun dapat berita ini dari kak Taehyung." Cemas Soonyoung.


"Kamu berdoa aja, kak. Semoga kak Baekhyun belum mengetahui ini." Ujar Seungkwan menahan tawanya. Dia sudah tidak sabar melihat Soonyoung di omeli.


Soonyoung hanya bisa menghela nafas berat. Tak berlangsung lama, pesawat pun melakukan pendaratan. Dan setelah pramugari mempersilahkan penumpang keluar, member Seventeen pun keluar dengan disambut beberapa penjagaan bandara.


Setelah menyapa beberapa fans yang ternyata menunggu kedatangan mereka, mereka naik ke dalam mobil yang sudah diperuntukkan untuk menjemput mereka.


Seperti dugaan, Soonyoung sibuk menelfon dengan ponselnya. Namun entah karena apa, nomer tujuannya tidak aktif.


"Gimana?. Di angkat gak?." Kepo Jeonghan yang duduk di belakang Soonyoung.


"Enggak, kak."


"Mungkin kakakmu lagi konser kali. Mereka juga dalam jadwal tour kan?." Ucap Woozi yang sudah mendapat cerita soal kecemasan Soonyoung.


"Bisa jadi sih. Semoga kak Baekhyun beneran lagi konser."


Soonyoung yang kebagian sekamar dengan Woozi itu pun segera mencari kamar mereka.


Namun betapa terkejutnya Soonyoung saat dia masuk ke kamarnya dan melihat kakaknya Baekhyun sedang duduk melotot padanya.


"Kak Baekhyun!."


"Selamat datang adikku." Senyum Baekhyun yang membuat Soonyoung bergidik. "Ayo masuk, Woozi jangan sungkan gitu. Ayo masuk."


"Ah, iya kak." Ucap Woozi masuk ke dalam.


"Sini dek. Duduk disini."


Dengan sedikit merasa bersalah, Soonyoung berjalan mendekati kakaknya dan langsung membungkuk dihadapan kakaknya.


"Maaf kak. Aku bukannya sengaja, tapi aku benar-benar lupa menelfon kakak untuk memberitahu hal ini."


"Kak, Aku izin keluar ya?." Ucap Woozi yang tidak enak berada disana karena melihat situasi itu.


"Ah iya. Maaf ya ganggu kamu?."


"Enggak kok kak." Keluar dari kamarnya.


"Nah, sekarang kamu beneran udah gak perlu kakak lagi ya?. Bahkan kakakmu Taehyung aja tanpa diminta selalu memberi tahu semua kegiatannya."


"Maafkan aku kak. Aku benar-benar lupa." Tiba-tiba saja Soonyoung menangis yang membuat Baekhyun menghela nafas.


"Sudahlah. Kali ini kakak maafin. Tapi lain kali, jangan kamu ulangi lagi." Berdiri dan mengangkat tubuh Soonyoung dari posisi menunduk, lalu memeluknya.


"Iya kak. Aku janji."


"Oh iya, itu di meja kakak udah beliin nasi goreng. Kamu harus mencobanya bersama teman-temanmu. kamu pasti suka."


"Iya kak makasih."


Soonyoung yang matanya masih merah karena habis menangis itu pun memanggil temannya satu persatu untuk berkumpul di ruangannya.


Mereka semua pun menyapa Baekhyun yang sedang bermain ponsel.


"Ini kak Baekhyun bawain makanan katanya, kita makan dulu yuk?." Ajak Soonyoung membuka kantong yang berisi nasi goreng.


"Makasih kak." Serentak semua member Seventeen.


"Iya sama-sama, makan yang lahap ya?." Senyum Baekhyun.


"Kakak gak makan?." Tanya Wonwoo yang melihat Baekhyun tidak ikut makan bersama mereka.


"Aku udah makan, kok. Makasih tawarannya DK."


Mendengar Baekhyun salah menyebut nama, mereka semua tertawa kecuali Wonwoo.


"Kenapa?." Heran Baekhyun.


"Yang nawarin kakak tadi Wonwoo kak. Bukan DK." Jelas Soonyoung yang melihat kakaknya terheran-heran.


"Ah maaf, kalian keliatan mirip.."


"Iya gak apa-apa kak." Jawab Wonwoo kembali memakan makanannya.


Setelah lama mengobrol disana, Baekhyun pun pamit kembali ke hotelnya. Sebelum keluar dari kamar Soonyoung, Baekhyun mendekati adiknya itu memperlihatkan sebuah foto.


"Jika nanti disaat fansign wanita ini datang dan menghampirimu, jangan dildeni, cukup senyum aja, dan jika dia bilang dia adalah mama, kamu jangan percaya omongannya dan kamu senyum saja." Pesan Baekhyun memperlihatkan foto wanita paruh baya di ponselnya.


"Dia memangnya siapa kak?. Kok bisa mirip sama mama gitu?."


"Kamu gak perlu tau, ikutin aja perintah kakak. Dan ingat, mama kita udah mati." Ucap Baekhyun yang terlihat serius.


"Baiklah kak." Patuh Soonyoung.


Setelah Baekhyun pergi.


"Ternyata kakakmu seram juga kalau lagi marah dan serius, Soonyoung." Ucap Joshua.


"Iya, dulu kak Taehyung juga seram kan pas Soonyoung pingsan." Tambah Jun.


"Mereka emang gitu. Kalau ada hal serius mereka bakalan kayak gitu. Tapi kalau enggak ya seperti kalian liat selama ini, bobrok." Jelas Soonyoung.


"Sudahlah, ayo kembali ke kamar masing-masing dan tidur. " Perintah S.Coups selaku leader.


Mereka pun meninggalkan Soonyoung dan Woozi, lalu kembali ke kamar masing-masing.