
Malam ini seluruh member Seventeen menginap di kediaman keluarga Kwon atas usul dari Soonyoung yang merupakan anak bungsu di keluarga itu. Semua itu karena dia tidak mungkin meninggalkan kakeknya yang sudah tua itu tinggal sendirian.
Sesampainya di rumah, semua langsung masuk ke kamar masing-masing, yang memang sudah selesai di bangun oleh Junmyeon. Sedangkan Soonyoung langsung berjalan ke kamar kakeknya.
Di kamar, dia melihat sang kakek yang sedang berdiri memakai tongkatnya sembari menatap keluar jendela. Sebenarnya kondisi tubuh kakeknya itu sudah mulai terlihat membaik setelah berada di Korea. Mungkin juga karena suasana hatinya sudah senang karena bisa berkumpul bersama menantu dan cucu-cucunya.
"Kek." Panggil Soonyoung mendekati kakeknya.
"Soonyoung, gimana keadaan Hyun?." Tanya Toshio, terlihat kekhawatiran dalam raut wajahnya.
"Kak Hyun pingsan karena demam tinggi, kek. Dia juga harus dirawat beberapa hari ini, sebelum aku kesini, kak Hyun sih belum sadar."
"Kasiannya cucuku. Kakek pengen kesana."
"Sekarang kan udah malam kek, besok aja kita kesana ya?."
"Huft, baiklah. Kamu datang sendiri?."
"Aku bareng member kok, kek. Mereka udah ke kamar karena besok ada jadwal."
"Kalau gitu kamu kenapa juga gak langsung ke kamar?."
"Ya aku harus mastiin kakek dulu dong. Kakek udah makan?."
"Udah tadi dibawain mama kamu, kamunya tidur aja sana, biar besok gak ngantuk."
"Ya udah, kalau gitu aku tinggal ke kamar ya kek?. Ayo aku bantu kakek naik ke kasur dulu."
Soonyoung pun menolong kakeknya berjalan dan memindahkannya ke kasur. Dia juga menyelimuti kakeknya itu sebelum dia keluar.
"Aku ke kamar dulu ya, kek?. Kalau ada apa-apa kakek telfon aku aja."
"Iya, tidur nyenyak ya?."
"Kakek juga."
Soonyoung menutup pintu kamar dan berjalan ke arah kamarnya di lantai dua. Saat akan masuk ke dalam kamar, dia melihat Dino yang masih berkeliaran diluar kamar.
"Kok belum tidur?." Tanya Soonyoung mendekati maknae grupnya itu.
"Aku belum bisa tidur aja, kak. Kakak habis darimana?."
"Habis dari kamar kakek, kamu kembali ke kamar ya?. Besok kita ada jadwal pagi lho."
"Iya kak."
Soonyoung masuk ke kamarnya setelah memastikan Dino juga masuk ke dalam kamar. Dia mengunci pintu kamarnya dan segera mengganti pakaiannya dengan pakaian tidurnya.
Dia segera memejamkan matanya agar bisa langsung tertidur.
Sedangkan di rumah sakit, Yoojung tertidur di sebelah ranjang Baekhyun. Tanpa Yoojung sadari, Baekhyun akhirnya siuman.
Baekhyun memperhatikan sekelilingnya, dia sadar bahwa dia sudah berada di rumah sakit saat ini. Dia menatap ke sampingnya dan melihat ibunya sedang tertidur sembari memegang tangannya.
Baekhyun melepas tangannya dan mengelus lembut kepala ibunya itu. Dia juga tidak mau membenci ibunya, tapi entah kenapa dia belum bisa menerima kehadiran ibunya itu seperti kedua adiknya.
Saat sadar ada yang datang, Baekhyun pura-pura tidur dan kembali meletakkan tangannya di dekat tangan ibunya.
"Sayang, bangun. Kamu pindah tidur ke sofa dulu ya?." Ucap Junmyeon yang datang bersama Taehyung sembari membangunkan istrinya.
"Mmm, aku tidur disini aja. Aku mau tetap disisi Hyun, karena aku gak mungkin bisa sedekat ini jika dia udah sadar." Ucap Yoojung menolak perintah istrinya itu.
"Tapi tidur seperti itu juga tidak baik buat mama." Ucap Taehyung angkat bicara.
"Mama baik-baik aja kok, kalian jangan khawatir. Justru mama sangat senang bisa berada di samping Hyun."
Akhirnya Junmyeon dan Taehyung hanya bisa menghela nafasnya dengan sifat keras kepala Yoojung. Yoojung berdiri dari duduknya saat menyadari Baekhyun berkeringat, dia pun segera menyeka keringat Baekhyun.
"Kamu jangan sakit lagi sayang. Bangun ya?. Jangan tidur lama-lama." Ucap Yoojung masih menyeka keringat Baekhyun.
Paginya, Baekhyun membuka matanya dan tidak melihat siapa-siapa di ruangan itu. Dan saat dia mencoba duduk, dia mendengar seseorang keluar dari toilet. Reflek dia menoleh dan melihat ibunya keluar dari toilet.
"Sayang!, akhirnya kamu bangun, nak. Mama akan panggil dokter dulu." Senang Yoojung langsung memeluk Baekhyun dan berlari keluar kamar itu.
Diluar dia bertemu Taehyung yang baru saja datang dari kantin.
"Mama mau kemana?." Heran Taehyung, padahal dari semalam mamanya itu tidak pernah mau jauh dari Baekhyun kakaknya.
"Ahh, kamu tolong panggilin dokter ya, nak?. Kakak kamu udah bangun."
"Benarkah?. Kak Hyun udah sadar?." Kaget Taehyung ikut senang.
"Iya, kakakmu udah sadar."
"Kalau gitu aku panggil dokter sekarang, ma." Pergi meninggalkan tempat itu untuk mencari dokter yang menangani kakaknya.
Yoojung kembali ke dalam kamar Baekhyun. Namun dia mendapati Baekhyun yang akan berdiri dari ranjangnya. Dia pun segera berlari ke arah Baekhyun untuk menolong putranya itu.
Baru saja dia memegang tangan Baekhyun, putranya itu langsung menepis tangannya dan menatapnya sinis.
"Jangan sentuh aku." Kesal Baekhyun yang masih berusaha berdiri.
"Nanti kamu jatuh sayang, mama bantu ya?. Kamu mau ke kamar mandi?." Mencoba memegang tangan Baekhyun lagi.
"Aku bilang jangan sentuh, ngerti gak sih?." Bentak Baekhyun.
Yoojung akhirnya terdiam dan hanya membiarkan Baekhyun berjalan sendiri. Walau dia masih was-was saat Baekhyun mulai oleng seperti mau jatuh. Namun dia merasa lega saat melihat Baekhyun berhasil masuk ke kamar mandi.
Sembari menunggu Baekhyun keluar dari kamar mandi, Yoojung membersihkan ranjang dan meja yang ada disana. Namun tanpa dia sadari airmatanya mengalir saat mengingat penolakan Baekhyun padanya tadi.
Disisi lain, Baekhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat ibunya sedang membersihkan ranjangnya, dan dia sekilas juga melihat bahwa ibunya itu sedang menangis. Ingin rasanya dia menghapus airmata ibunya itu, namun dia tidak bisa karena dia memang belum bisa menerima kehadiran sosok ibu yang telah meninggalkannya itu.
Baekhyun hanya berjalan mendekati ranjang dan langsung naik ke atas ranjang. Saat dia akan menaiki ranjang, ibunya segera kembali memegang tangannya untuk membantu, namun kali ini dia hanya membiarkannya. Dia juga tidak tega melihat ibunya menangis seperti itu. Bagaimana pun dia masih sayang pada ibu yang telah melahirkannya itu, namun tidak semudah itu dia bisa memaafkan ibunya.
Tak lama setelah Baekhyun berbaring, dokter masuk bersama Taehyung disisinya. Baekhyun langsung saja di periksa.
"Bagaimana keadaannya sekarang dok?." Tanya Yoojung setelah Baekhyun selesai diperiksa.
"Dia sudah baik-baik saja, namun dia memang harus tetap dirawat beberapa hari ini."
Setelah mengatakan hal itu, dokter pun pergi meninggalkan ruangan.
"Kak." Panggil Taehyung yang mulai berlinang airmata.
"Kenapa?. Gak usah nangis. Kakak gak suka." Ucap Baekhyun yang menghela nafas saat melihat adiknya itu sudah berlinang airmata.
Tanpa berkata apa-apa lagi, Taehyung langsung memeluk Baekhyun. Dia sangat takut terjadi hal buruk pada kakaknya itu. Walau kakaknya itu sering usil padanya, tapi dia sangat sayang pada kakaknya itu.
"Udah meluknya. Gak bisa nafas nih." Mendorong tubuh Taehyung.
"Maaf kak." Melepas pelukannya.
"Ngomong-ngomong kamu gak ada jadwal?."
"Ada kak, cuman nanti siang."
"Okey, kamu belum tidur kan?. Kamu pulang aja, mandi sama ganti baju habis itu tidur."
"Tapi kak."
"Gak ada tapi-tapian. Kamu kan juga baru sembuh, nanti sakit lagi gimana."
"Huft iya deh kak. Aku pulang kalau gitu."
Taehyung kembali memeluk Baekhyun sebelum dia meninggalkan ruangan itu. Dan melihat interaksi kedua anaknya, Yoojung sangat senang dan tidak berhenti tersenyum sejak tadi. Karena dia masih sangat ingat waktu kecil Baekhyun sangat nakal pada Taehyung. Dan dia berfikir saat dewasa Taehyung dan Baekhyun tidak akan dekat.
Setelah Taehyung pergi, satu jam kemudian Yoojung juga pulang untuk menjemput pakaian dan membuatkan bubur untuk Baekhyun. Namun tetap saja Baekhyun tidak menggubris saat dia pamit pada putranya itu.