
Pagi itu Baekhyun masih tidur di ranjangnya. Badannya terasa panas dan matanya sulit untuk dibuka. Tidak biasanya dia merasakan hal seperti ini. Tanpa memikirkan kondisinya itu, dia memaksakan tubuhnya untuk bangun dan keluar dari kamar.
Diluar kamar dia bertemu Kyungsoo yang juga baru saja keluar dari kamarnya setelah mendengar panggilan Suho jika ada sarapan. Dia yang melihat Baekhyun memerah dan lesu, segera mendekati Baekhyun dan meraba jidatnya.
"Kalau sakit gini kenapa keluar kamar?."
"Aku gak sakit kok."
"Badan panas kayak gini apanya yang gak sakit coba. Ayo kembali ke kamar. Biar aku bawakan sarapan dan obat pereda panas." Celoteh Kyungsoo membopong Baekhyun masuk kembali ke kamarnya. Baekhyun hanya patuh dan kembali masuk ke kamarnya.
Setelah memastikan Baekhyun berbaring nyaman di ranjangnya, Kyungsoo keluar kamar dan berjalan ke lantai satu.
"Nih bagianmu, Kyung." Ucap Suho yang sedang makan di meja bersama beberapa member lainnya.
"Biarin disana dulu. Aku mau bikinin bubur dulu buat Baekhyun.." Berjalan ke dapur. Memang urusan dapur adalah keahlian Kyungsoo.
"Bubur?.. Bawain aja nih sarapannya buat Baekhyun.. Ini dari ayahnya lho."
"Baekhyun badannya panas.. Dan kayaknya dia gak bisa ikut jadwal hari ini.." Jelas Kyungsoo sembari menyiapkan bahan-bahannya.
"Panas?.. Kalau gitu kita kabarin aja ayah.. Biar bisa suruh dokter pribadinya kesini." Usul Chanyeol.
"Jangan deh.. Kita tau Baekhyun lagi marahan sama ayahnya.. Biar dokter pribadi aku aja yang kusuruh kesini.. Untuk sementara kita kasih aja dulu obat penurun panas." Ujar Suho melarang usulan Chanyeol. Dan setelahnya langsung menelfon dokter pribadi keluarganya untuk datang ke dorm.
"Kamu sarapan aja dulu, Kyung.. Nanti gak sempat makan.. Biar aku yang nerusin bikin buburnya." Perintah Chanyeol yang sudah menyelesaikan sarapannya dan mengambil alih pekerjaan Kyungsoo.
Tanpa membantah, Kyungsoo melepas celemeknya dan duduk di meja makan. Sementara itu, Suho juga telah memberi tahu manajer mereka tentang keadaan Baekhyun.
Sedangkan di tempat lain, semua member BTS sedang sarapan. Mereka sibuk dengan kegiatan makan masing-masing.
"Tumben kakakmu gak nelfon setelah tau kamu kembali beraktivitas." Ucap Jin di sela-sela makannya.
"Aku juga heran, kak. Gak biasanya kak Hyun kayak gini."
"Nanti kita juga ketemu di acara pagi ini kan?. Jangan-jangan kak Baekhyun bakal ngomelin kamu secara langsung." Ucap Suga menakut-nakuti.
"Ahh jangan nakut-nakutin gitu kak.." Was-was Taehyung. Memikirkannya saja sudah membuatnya merinding.
Selesai sarapan, mereka langsung naik ke dalam mobil untuk pergi ke acara show pagi ini. Sepanjang jalan, Taehyung terus memikirkan ucapan Suga saat sarapan tadi.
Dia benar-benar tidak siap untuk menghadapi kemurkaan kakaknya itu. Dan satu lagi yang dia pikirkan, bahwa kakaknya itu tidak akan menghubungi dia lagi seperti dulu karena masalah keluarga mereka.
Sesampainya di ruangan make up mereka, Taehyung meminta didandani lebih dulu. Itu karena dia ingin saat kakaknya datang dia bisa kabur.
Namun tidak seperti dugaan Taehyung, Baekhyun tidak pernah muncul di ruangan itu. Karena penasaran dan juga khawatir kakaknya itu jadi membencinya, Taehyung keluar ruangan dan berpura-pura berjalan di depan ruangan member EXO.
Karena memang ruangan itu di tutup, Taehyung mencoba membuka sedikit pintu dan mengintip ke dalam. Saat dia mengintip dia dikagetkan dengan wajah Kai yang tepat berada di depan wajahnya.
"Astaga kak.. Bikin jantungan aja deh." Kaget Taehyung memegang dadanya.
"Hahahaha.. Lagian ngapain juga kamu ngintip kayak maling gitu. Nyari kak Baekhyun?." Tawa Kai melihat wajah kaget Taehyung.
"Siapa juga yang nyari kak Baekhyun.. Aku kesini nyari kak Myeon." Elak Taehyung masuk ke dalam ruangan sembari menyapa staf dan member EXO lainnya.
"Gak apa-apa kok, kak. Kan kakak juga udah nelfon." Senyum Taehyung. Sembari mengobrol dengan Suho, Taehyung memperhatikan sekelilingnya dengan maksud mencari keberadaan kakaknya.
"Beneran nyari kak Baekhyun ternyata." Senyum Kai yang tidak sengaja memperhatikan tingkah Taehyung.
"Enggak kok kak." Ucap Taehyung masih mengelak.
"Percuma aja nyari disini, dek.. Baek ada di dorm." Sahut Xiumin yang sedang di dandani.
Belum sempat Taehyung bertanya, tiba-tiba dia didatangi Suga yang masuk keruangan EXO sembari menyapa semuanya. Ternyata sudah giliran dia dan membernya untuk tampil membawakan lagu baru mereka. Dengan terpaksa, Taehyung meminta izin dan kembali ke ruangannya bersama Suga.
"Tumben nyariin kak Baekhyun.. Pengen banget di marahin ya?."
"Apasih kak, orang aku kesana cuma mau nyapa kak Myeon kok.."
"Alibi anda tidak diterima tuan Taehyung."
Taehyung hanya terus berjalan tanpa memperdulikan Suga. Setelah dia dan Suga bergabung, mereka berjalan ke stage dan disambut teriakan antusias fans.
Waktu berjalan dengan cepat, acara pun selesai setelah semua idol tampil. Taehyung yang sudah berada di mobil bersama member lainnya mendapat notifikasi bahwa Baekhyun kakaknya meninggalkan Grup keluarga.
Taehyung juga sudah mendapat info dari Sehun lewat chat, jika Baekhyun sedang panas tinggi. Rasanya saat ini dia ingin cepat-cepat menyelesaikan jadwalnya dan menemui kakaknya. Namun sayangnya, jadwalnya selesai jam 11 malam nanti.
Taehyung menelfon ayahnya untuk memberitahu keadaan kakaknya itu. Namun sepertinya ayahnya sedang dalam rapat, jadi ponselnya tidak aktif.
"Kenapa kamu keliatan panik gitu?." Penasaran Hoseok yang duduk di samping Taehyung.
"Itu kak Baekhyun katanya panas tinggi dan dia juga keluar dari grup chat keluarga."
"Jadi karena sakit makanya kak Baekhyun gak ikut tadi?." Tanya Jimin ikut menimpali dan dibalas anggukan oleh Taehyung.
"Trus kenapa kak Baekhyun keluar grup chat?."
"Aku juga gak tau.. Kayaknya karena mama."
Semua member terdiam mengingat cerita bahwa Baekhyun sangat membenci ibunya. Mereka juga memaklumi alasan Baekhyun seperti itu. Dan jika mereka di posisi Baekhyun, mungkin mereka juga akan melakukan hal yang sama.
Sementara itu dikediaman keluarga Kwon, Yoojung yang mendapat kabar putranya Baekhyun sedang sakit dari Taehyung itu pun berencana untuk menemui putranya itu. Saat sedang bersiap-siap, dia tiba-tiba ditelfon oleh Taehyung.
"Mama gak lagi berencana ke tempatnya kakak, kan?." Tanya Taehyung dari seberang telepon.
"Mama harus menemani kakakmu, nak."
"Jangan, Ma.. Kakak emosinya gak bisa ke kontrol, aku gak mau Mama kenapa-napa.. Biar aku yang jenguk kak Baekhyun nanti.. Mama dirumah aja." Larang Taehyung mengingat bagaimana amarah kakaknya itu.
"Tapi.."
"Mama dengerin aku kali ini ya, Ma.. Aku mohon."
"Mm Baiklah.. Tapi kamu beneran jenguk kakak kamu nanti.. Dan sebelum itu kamu mampir dulu kerumah ya?."
"Baiklah, Ma."
Setelah itu telfon pun berakhir dan Yoojung kembali mengganti pakaiannya. Dia berjalan keluar kamar dan masuk ke kamar ayahnya. Disana dia menceritakan kekhawatirannya soal Baekhyun.